Prestasi Indonesia di Asian Para Games 2026 Meledak, CdM Minta Pelatnas Diperpanjang
Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di Asian Para Games 2026 Nagoya, Jepang-Dok. Kemenpora-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di Asian Para Games 2026 Nagoya, Jepang.
Raihan medali yang melampaui target hingga lebih dari 100 persen menjadi modal penting untuk menatap dua ajang besar berikutnya, yakni ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Paralimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Indonesia mempertandingkan sebanyak 12 cabang olahraga (cabor) dengan kekuatan 103 atlet sampai membawa pulang tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
BACA JUGA:NOC Indonesia Tunjuk Ita Yuliati Pimpin Kontingen ke Dakar 2026, 90 Persen Tim CdM Perempuan
Merah Putih juga memperhitungkan absennya para catur, yang sebelumnya menjadi salah satu penyumbang emas pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China.
Namun, perjuangan para atlet di Nagoya justru menghasilkan capaian jauh di atas perkiraan. Hingga perhitungan medali pada Jumat malam, 23 Oktober 2026, Indonesia telah mengoleksi 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu.
Perolehan tersebut menempatkan Indonesia jauh di atas target awal, dengan jumlah medali emas mencapai dua kali lipat dari sasaran yang ditetapkan sebelum keberangkatan.
Melihat hasil tersebut, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani mengucapkan apresiasi terhadap perjuangan atlet, pelatih, dan ofisial yang telah membawa nama Indonesia bersinar di Asian Para Games 2026.
"Ini kebanggaan bagi kami dan ini total kami dari hari pertama hingga hari kelima ini mendapatkan 14 emas, 20 perak, 37 perunggu. Artinya sudah melebihi target 100 persen lebih, karena target kami hanya tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu," jelas Reda di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Di balik keberhasilan melampaui target medali, Reda menilai ada pekerjaan besar yang harus segera disiapkan pemerintah.
Indonesia dinilai perlu memperkuat pembinaan atlet melalui program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang, terutama untuk menjaga konsistensi performa para atlet muda.
Menurutmya, Asian Para Games 2026 bukan sekadar ajang mengejar medali. Kompetisi di Nagoya juga menjadi tolok ukur untuk melihat potensi atlet yang dapat dipersiapkan menghadapi ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.
Ia pun mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperpanjang durasi Pelatnas agar atlet memiliki waktu persiapan yang lebih memadai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: