Investor Crypto RI Tembus 22,93 Juta, Mahasiswa FEB UI Diingatkan soal Risiko

Selasa 03-11-2026,01:01 WIB
Investor Crypto RI Tembus 22,93 Juta, Mahasiswa FEB UI Diingatkan soal Risiko

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan edukasi keuangan bertajuk "Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial" yang digelar melalui program Pintu Goes to Campus pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bis--PINTU

JAKARTA, DISWAY.ID – Jumlah investor aset crypto di Indonesia terus meningkat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset crypto telah mencapai 22,93 juta orang per Juli 2026.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi aset digital, terutama di kalangan generasi muda, membuat pemahaman mengenai risiko investasi menjadi semakin penting.

Keputusan finansial tidak seharusnya hanya didasarkan pada tren atau mengikuti keputusan orang lain.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan edukasi keuangan bertajuk "Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial" yang digelar melalui program Pintu Goes to Campus pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Depok.

BACA JUGA:Trading Crypto Berhadiah iPhone hingga Kamera, Ada Syarat Volume Transaksi

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi PT Pintu Kemana Saja (PINTU) dengan Management Student Society (MSS) FEB UI tersebut dihadiri lebih dari 100 mahasiswa Universitas Indonesia.

Hadir sebagai pembicara, Founder Rencanaku.id sekaligus Dosen FEB UI Rahmat Aryo Baskoro, MM., CFP., IFP, Senior Product Marketing PINTU Reyner Jonathan, serta CEO Management Student Society FEB UI Fariz Rahman Hakim.

Dalam pemaparannya, Rahmat Aryo Baskoro menjelaskan bahwa aset crypto bukanlah titik awal dalam menyusun rencana keuangan.

BACA JUGA:Tips untuk Trading Pemula, Kenali Cara Main Futures Crypto dan Risiko Leverage

Menurutnya, seseorang perlu menetapkan tujuan keuangan, membangun fondasi finansial, serta meningkatkan literasi sebelum menentukan instrumen investasi.

"Crypto bukan titik awal sebuah rencana keuangan, melainkan salah satu pilihan instrumen investasi. Urutannya harus tepat: tetapkan tujuan keuangan, bangun fondasi dan literasi, baru kemudian memilih instrumen. Setiap instrumen memiliki risiko yang melekat, dan aset crypto berada di kategori risiko tinggi, sehingga hal ini perlu dipahami sejak awal," jelas Rahmat.

Dalam seminar tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun fondasi keuangan pribadi sebelum masuk ke instrumen investasi berisiko tinggi.

Materi yang dibahas meliputi prinsip perencanaan keuangan, pentingnya dana darurat dan alokasi aset, cara membedakan informasi kredibel di tengah derasnya konten media sosial, hingga strategi manajemen risiko saat berinvestasi di aset digital.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: