Werwulf: Mimpi Buruk Manusia Serigala Abad ke-13 dari Robert Eggers
MovieBox | Werwulf: Mimpi Buruk Manusia Serigala Abad ke-13 dari Robert Eggers---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Robert Eggers sudah membuktikan diri sebagai salah satu sutradara horor paling khas di generasinya lewat *The Witch*, *The Lighthouse*, *The Northman*, dan *Nosferatu*. Proyek terbarunya, *Werwulf*, membawa penonton ke Inggris abad ke-13 untuk sebuah kisah manusia serigala yang jauh dari klise. Focus Features menjadwalkan film ini tayang di bioskop Amerika Utara pada 25 Desember 2026, tepat di hari Natal.
Pilihan tanggal itu terasa disengaja. *Nosferatu* juga dirilis Focus pada Hari Natal 2024 dan sukses besar, sehingga studio tampaknya ingin mengulang tradisi horor gotik di musim liburan.
Sinopsis resmi film ini sangat singkat: "kisah tentang pengabdian, kutukan, dan iblis di dalam diri." Laporan media menyebut ceritanya berpusat pada seorang petani yang terkena kutukan, berusaha mencari keselamatan melalui cinta sambil melawan perubahan wujudnya yang mengerikan menjadi binatang buas.
Eggers menulis naskahnya bersama Sjón, penulis asal Islandia yang sebelumnya menjadi rekan menulis di *The Northman*. Seperti karya-karya Eggers sebelumnya, dialognya disusun setia pada bahasa zaman tersebut, dan naskahnya bahkan dilengkapi terjemahan serta catatan bagi pembaca yang tidak akrab dengan bahasa Inggris Kuno. Bila Anda tertarik menontonnya kelak, film ini kemungkinan bisa disaksikan melalui Peacock, Netflix, HBO, MovieBox atau layanan sejenis sesuai ketersediaan di negara Anda.
Reuni Para Pemain Nosferatu
Aaron Taylor-Johnson memimpin jajaran pemain dalam peran yang di daftar pemain hanya disebut "Man". Eggers menjelaskan bahwa karakter ini adalah petani yang terkutuk. Foto pertama Taylor-Johnson dalam film ini sudah dirilis dan memperlihatkan tampilan kasar ala abad pertengahan, jauh dari citra bintang laga yang selama ini melekat padanya. Demi tontonan streaming yang lebih nyaman dan jernih, silakan mampir ke Moviebox Download, Netflix, HBO, dan penyedia layanan serupa lainnya.
Lily-Rose Depp, Willem Dafoe, dan Ralph Ineson juga kembali bekerja sama dengan Eggers setelah *Nosferatu*. Dafoe khususnya sudah menjadi langganan Eggers, mulai dari *The Lighthouse*, *The Northman*, hingga *Nosferatu*. Ineson pun bukan wajah asing karena ia membintangi *The Witch* dan muncul di *The Northman*.
Pendatang baru yang menarik perhatian adalah Bodhi Rae Breathnach, aktris muda yang mencuri perhatian lewat debutnya di *Hamnet*. Sejumlah nama lain beredar di situs penggemar, tetapi belum dikonfirmasi oleh studio, sehingga sebaiknya diperlakukan sebagai kabar yang belum pasti.
Produksi sudah rampung, dan trailer resminya dirilis bertepatan dengan bulan purnama musim panen, sebuah sentuhan promosi yang pas untuk film manusia serigala.
Bukan Manusia Serigala Biasa
Eggers menegaskan bahwa *Werwulf* sengaja menghindari klise yang sudah terlalu sering muncul di film manusia serigala, seperti tergigit makhluk lain atau peluru perak sebagai senjata pamungkas. Sebagai gantinya, ia menggali cerita rakyat Eropa abad pertengahan, budaya Viking, dan catatan sejarah kelam tentang kepercayaan pada manusia serigala.
Pendekatan ini konsisten dengan gaya Eggers. *The Witch* dibangun dari catatan nyata tentang ketakutan akan sihir di New England abad ke-17, sementara *The Northman* bersumber dari saga Skandinavia. Ia dikenal melakukan riset sejarah yang sangat detail, mulai dari pakaian, bahasa, hingga cara orang zaman itu memandang dunia gaib.
Sempat ada rencana untuk merekam film ini dalam hitam-putih, tetapi menurut laporan media rencana itu akhirnya dibatalkan. Meski begitu, penggemar boleh berharap pada sinematografi yang dingin, muram, dan penuh nuansa seperti film-film Eggers sebelumnya.
Horor yang Bicara tentang Manusia
Yang membuat karya Eggers bertahan di ingatan bukan hanya rasa takutnya, melainkan pertanyaan yang ia tinggalkan. Lewat sinopsis yang menyebut "pengabdian" dan "iblis di dalam diri", *Werwulf* tampaknya akan menjadi cerita tentang seorang pria yang melawan sisi gelapnya sendiri, dan tentang cinta yang diuji oleh sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.
Tema semacam ini memang menjadi benang merah karier Eggers. Di *The Lighthouse*, dua penjaga mercusuar perlahan kehilangan kewarasan. Di *The Northman*, balas dendam menelan seluruh hidup seorang pangeran. Di *Nosferatu*, hasrat dan obsesi berwujud makhluk penghisap darah. *Werwulf* tampaknya melanjutkan pola itu, dengan kutukan sebagai cermin dari sisi buas yang dimiliki setiap manusia.
Rekam Jejak yang Menjanjikan
*Nosferatu* menjadi film paling sukses dalam karier Eggers dan meraih empat nominasi Oscar, termasuk untuk sinematografi, desain produksi, kostum, serta tata rias. Keberhasilan itu memberi Eggers kepercayaan lebih besar dari studio, dan *Werwulf* menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa sukses tersebut bukan kebetulan. Bagi penggemar horor yang lebih menyukai suasana mencekam dibanding kejutan murahan, film ini patut masuk daftar tontonan wajib.
Ketersediaan Menurut Wilayah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: