IHSG Terkoreksi 0,32 Persen di Tengah Ketidakpastian Keputusan The Fed
Pergerakan harga saham dalam IHSG-ist-
JAKARTA, DISWAY.ID– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi drastis hingga 17,45 poin atau 0,32 persen ke level 5.355,64 pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026.
Koreksi terjadi setelah indeks sempat melaju di zona hijau di tengah ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan tingkat inflasi Amerika Serikat yang mencapai 3,7 persen secara tahunan pada September, jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen, menjadi salah satu faktor keresahan pasar global.
BACA JUGA:IHSG Tutup Sesi I Melemah 0,32 Persen ke Level 5.355,64
“Mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4,00% setelah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Namun, keputusan untuk menahan suku bunga belum tentu menjadi sinyal pelonggaran kebijakan moneter,” jelas Nafan kepada media secara daring, Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain kebijakan moneter, laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar akan menjadi katalis penting bagi arah pasar. Investor global menantikan kinerja Microsoft dan Alphabet pada Rabu, 28 Oktober 2026, disusul Amazon pada Kamis, 29 Oktober 2026.
“Hasil kinerja ketiga perusahaan tersebut berpotensi memberikan gambaran mengenai pertumbuhan pendapatan dari bisnis AI dan cloud computing, sekaligus menguji apakah belanja infrastruktur AI yang besar mampu menghasilkan imbal hasil memadai,” tutur Nafan.
Data Trading Economics menunjukkan Federal Reserve diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga pekan ini.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 ke Rp 2.550.000 per Gram pada Selasa
Investor mencermati panduan kebijakan ke depan dari para pembuat kebijakan untuk mencari indikasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Pelaku pasar juga akan mengamati data PDB AS dan indeks harga PCE yang akan dirilis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek ekonomi serta arah kebijakan The Fed mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: