Bukan Bansos, Menko Muhaimin Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Selasa 27-10-2026,21:52 WIB
Reporter: Doddy Suryawan |
Bukan Bansos, Menko Muhaimin Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Menko Muhaimin memberikan penghormatan khusus kepada para pejuang lapangan yang tak lelah bergerak demi kesejahteraan warga.-dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar atau di sapa Cak imin menyerahkan penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague Awards.

Ajang ini menjadi bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang berkontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan serta mendorong pemberdayaan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

BACA JUGA:Kalender Jawa November 2026: Cek Weton hingga Penanggalan Hijriah

Dalam sambutannya, Menko Muhaimin memberikan penghormatan khusus kepada para pejuang lapangan yang tak lelah bergerak demi kesejahteraan warga.

"Di balik turunnya angka kemiskinan ini, ada orang-orang yang mau turun tangan. Tepuk tangan kepada seluruh orang-orang yang mau turun tangan para kepala desa yang turun terus ke dusun masing-masing, dosen dan mahasiswa yang bergerak dari kampung ke kampung, pengusaha yang membuka pintu usahanya, pimpinan pesantren yang berabad-abad membuka diri untuk warga miskin, serta para bupati dan wali kota yang terus memastikan warganya sejahtera," ujar Cak Imin, di Plaza BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia menegaskan, penilaian Mandaya Awards tidak diukur dari besarnya institusi atau nilai anggaran, melainkan dari bukti konkret di lapangan.

BACA JUGA:Ratusan Siswa dari 3 Sekolah di Bogor Diduga Keracunan MBG, Gejala Muncul Tengah Malam

"Bukan yang paling besar lembaganya, bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan dan kita nilai adalah siapa yang dampaknya nyata dan bisa dibuktikan," tegasnya.

Selain itu, Cak imin menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tengah menjalankan arah baru transformasi nasional. Indonesia kini bergeser dari model negara penyedia bantuan sosial (bansos) menjadi negara pemberdaya, dengan menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan yang mandiri dan kokoh.

Transformasi ini bertumpu pada tiga aspek utama:

1. Perubahan cara pandang

2. Perbaikan cara kerja

3. Perluasan jangkauan program hingga ke tingkat tapak

BACA JUGA:Suhud Pastikan Anggaran Pendidikan, Kesehatan, dan Bansos Jakarta 2027 Tak Dipangkas

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: