Tiga Kali Berturut-turut, Harga Emas Antam Kembali Ambruk ke Level Rp 2.540.000
Harga emas Antam 24 karat kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 23 Oktober 2026-Dok. ANTAM-
JAKARTA, DISWAY.ID - Memecahkan rekor untuk ketiga kalinya, harga emas Antam 24 karat kini kembali dilanda pelemahan drastis mengawali sesi perdagangannya di Jumat (23/10) ini.
Dilansir dari situs logammulia.com, harga emas Antam kini dipatok di kisaran Rp 2.540.000 per-gramnya, atau melemah sebanyak Rp 10.000 dari posisi sebelumnya yang berjumlah Rp 2.550.000 per-gram.
"Harga emas Antam 24 karat menurun ke posisi Rp 2.540.000, dari harga sebelumnya yang berjumlah Rp 2.550.000," tulis data Logam Mulia Antam, pada Jumat (23/10).
Di sisi lain, hal serupa pun juga turut terjadi kepada harga penjualan kembali emas dalam bentuk batangan, kepingan, hingga perhiasan, atau yang lebih dikenal sebagai harga buyback emas.
BACA JUGA:IHSG Buka Menguat 0,60%, Lanjutkan Rebound Empat Hari Beruntun
Dalam hal ini, harga buyback emas juga turut ambruk hingga sebesar Rp 30.000, dari harga buyback di hari sebelumnya yang berjumlah sebesar Rp 2.365.000, menjadi ke kisaran Rp 2.335.000.
"Harga buyback emas pada Jumat ini terpantau kembali terpuruk, hingga sebesar Rp 30 ribu ke kisaran Rp 2.335.000," tulis data tersebut.
Sementara itu, berikut rincian emas Antam hari ini, yang terdiri dari:
- Pecahan 1 gram Rp 2,540,000
- Pecahan 5 gram Rp 12,475,000
- Pecahan 10 gram Rp 24,895,000
- Pecahan 25 gram Rp 62,112,000
- Pecahan 50 gram Rp 124,145,000
- Pecahan 100 gram Rp 248,212,000
- Pecahan 250 gram Rp 620,265,000
- Pecahan 500 gram Rp 1,240,320,000
- Pecahan 1.000 gram Rp 2,480,600,000
Sementara itu, hal serupa juga turut menimpa harga emas dunia, yang kembali ambruk hingga diperjualbelikan di kisaran mendekati USD 4.000 per ons pada Jumat (23/10) ini.
BACA JUGA:Diakui Tingkat Global, Pegadaian Raih Penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026
Dilansir dari data yang dirilis oleh Trading Economics, pelemahan ini turut dipengaruhi oleh aksi jual saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang kian dalam mendorong para pedagang melepas logam mulia untuk menutup kerugian pada aset lain.
Selain itu menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, rebound saham-saham sektor AI dan para investor mengalihkan perhatian mereka pada gelombang laporan laba kuartalan yang akan mulai dirilis minggu ini.
"Hasil kinerja kuartalan dari SpaceX dan Super Micro Computer meningkatkan minat investor terhadap saham-saham yang terkait AI, meskipun pelemahan pada saham sektor layanan komunikasi," tutur Priyambada. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: