Ribuan Pendemo Tembus Bundaran HI: Bencana Makin Parah Hidup Makin Susah!
Aksi unjuk rasa di Bundaran HI buat lalin lumpuh. KESTARA Jakarta soroti dampak asap karhutla terhadap kesehatan perempuan dan desak evaluasi pemerintah.-Dok. Cahyono/Disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Massa aksi dari berbagai aliansi memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Ribuan orang berkumpul untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB, massa terlihat memenuhi area sekitar air mancur Bundaran HI sambil membawa bendera dan spanduk serta menyampaikan orasi.
BACA JUGA:BGN Setop Operasional SPPG Dramaga 04, Imbas Siswa Tiga Sekolah Keracunan MBG
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas menuju Monas maupun dari arah sebaliknya lumpuh total.
Sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan aksi tampak dibentangkan di atas aspal kawasan elite ibukota tersebut.
Salah satu spanduk yang dibentangkan tertulis "BENCANA MAKIN PARAH! HIDUP MAKIN SUSAH! APA KERJA PEMERINTAH!!"
Sementara pada spanduk lainnya tertulis "PRABOWO GIBRAN GAGAL TOTAL! KAMI MUAK! 2 TAHUN CUKUP, 5 TAHUN MEMATIKAN."
BACA JUGA:Jaro Ade Dipanggil KPK Besok Soal Kasus Korupsi di Kabupaten Bogor
Terdengar dalam orasinya orator aksi mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah sebagai bencana nasional.
Koordinator KESTARA Jakarta (Kelompok Studi Suara Perempuan Rakyat), Vatov, mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
Vatov menilai, penetapan status bencana nasional diperlukan mengingat banyaknya korban yang terdampak kebakaran, termasuk masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kebakaran lahan.
Ia juga menyoroti dugaan pembakaran lahan secara sengaja yang disebutnya berkaitan dengan sejumlah rencana proyek ke depan, terutama yang berhubungan dengan perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA:Demo Besar Jakarta Bayangi IHSG, Begini Prediksi Analis meluas ke pasar modal Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: