Buka National Cybersecurity Connect 2026, Ketum GP Ansor Dorong Kedaulatan Digital Indonesia

Rabu 28-10-2026,23:07 WIB
Reporter: M Purwadi |
Buka National Cybersecurity Connect 2026, Ketum GP Ansor Dorong Kedaulatan Digital Indonesia

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin saat menghadiri pembukaan National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.-Dok/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan digital Indonesia melalui perlindungan data, peningkatan keamanan siber, dan pengembangan SDM yang mampu menguasai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin saat menghadiri pembukaan National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Dalam forum yang mempertemukan pemerintah, industri teknologi, akademisi, dan komunitas keamanan siber tersebut, Addin menegaskan bahwa transformasi digital harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa.

“Bagi Gerakan Pemuda Ansor, transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Ini adalah bagian dari ikhtiar membangun kemandirian dan kemandirian bangsa,” kata Addin.

BACA JUGA: Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber

Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi perkembangan teknologi global. Kemampuan melindungi infrastruktur digital, mengelola data, dan mengembangkan teknologi secara mandiri harus menjadi perhatian bersama.

“Bangsa Indonesia harus memastikan infrastruktur digital aman dan memiliki kapasitas mandiri untuk mengembangkan teknologinya sendiri agar tidak hanya menjadi konsumen,” ujarnya.

Addin menjelaskan, GP Ansor menempatkan tiga agenda utama dalam menghadapi tantangan transformasi digital, yakni kedaulatan data, keamanan ruang digital dan pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan talenta teknologi.

Dengan jaringan yang diklaim mencakup lebih dari 7 juta kader di 34 pimpinan wilayah dan lebih dari 380 pimpinan cabang, GP Ansor menilai memiliki modal sosial untuk memperluas edukasi keamanan siber hingga tingkat masyarakat.

BACA JUGA: Tak Hanya Vaksin Malaria, Prabowo Dorong Teknologi Sampah hingga Energi Limbah Sawit

Melalui Badan Siber Ansor, organisasi tersebut akan memperkuat literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan data serta keamanan aktivitas di internet.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) diarahkan untuk mendorong pengembangan ekonomi digital, termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi.

Upaya ini diharapkan tidak hanya memperluas penggunaan teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali risiko kejahatan siber dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Langkah lain yang menjadi perhatian GP Ansor adalah pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait