Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis, Trubus Rahardiansah: Pengunjung Cukup Bayar Kendaraan

Kamis 29-10-2026,07:13 WIB
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis, Trubus Rahardiansah: Pengunjung Cukup Bayar Kendaraan

Trubus Rahardiansah Usul Tiket Ancol Gratis, Pramono Anung Sebut Sulit Diterapkan---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Wacana penggratisan tiket masuk Ancol kembali menjadi perhatian di Jakarta. Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansah mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membebaskan biaya tiket masuk bagi pengunjung, tetapi tetap memberlakukan tarif kendaraan dengan harga terjangkau.

Menurut Trubus, skema tersebut dapat menjadi jalan tengah antara tuntutan masyarakat untuk memperoleh akses wisata yang lebih murah dan kebutuhan pengelola dalam membiayai operasional kawasan. Ia mengusulkan tarif kendaraan berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000, sementara pengunjung tidak dikenai tiket masuk per orang.

“Seharusnya bisa, kalau memang mau digratiskan bisa. Misalnya kendaraannya saja yang bayar orangnya gratis. Kendaraan misalnya bayar 10.000 atau tidak 20.000. Kalau saat ini, terlalu mahal untuk tiket masuk saat ini,” kata Trubus saat berbincang dengan wartawan, Rabu (28/10/2026).

Ia menilai sistem tiket berdasarkan jumlah pengunjung dapat memberatkan keluarga yang ingin menikmati rekreasi bersama. Sebab, biaya masuk bukan satu-satunya pengeluaran yang harus disiapkan. Masyarakat juga perlu mengalokasikan anggaran untuk transportasi, makanan, parkir, dan kebutuhan lain selama berwisata.

Trubus mengaku pernah merasakan besarnya biaya kunjungan ketika membawa keluarganya ke Ancol. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan ia mendorong penerapan tarif yang lebih ramah bagi masyarakat.

“Apalagi sampai membawa keluarga, saya pernah ke Ancol, itu biayanya sampai ratusan ribu. Saat itu saya membawa keluarga,” ujarnya.

Tiket Gratis Ancol Dinilai Bisa Menguntungkan UMKM

Selain membuka akses rekreasi yang lebih terjangkau, Trubus menilai pembebasan tiket masuk berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung Ancol. Peningkatan kunjungan tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan wisata.

Menurutnya, semakin banyak pengunjung, semakin besar pula peluang pedagang memperoleh pembeli. Usaha makanan, minuman, dan produk lainnya berpotensi ikut merasakan dampak dari meningkatnya aktivitas wisata.

“Kalau masalah operasional itu bisa dilakukan oleh UMKM. Bahkan, kalau banyak pengunjung, UMKM jadi makin laku. Bahkan, pengunjung jadi ramai, UMKM juga senang, karena banyak pembelinya,” katanya.

Trubus juga berpandangan bahwa tingginya biaya masuk dapat mengurangi anggaran pengunjung untuk berbelanja di dalam kawasan. Ketika sebagian besar uang sudah digunakan untuk tiket dan parkir, pengeluaran untuk produk UMKM berpotensi menjadi lebih terbatas.

“Karena saat ini kurang laku (UMKM), karena mahal-mahal, 1 juta bisa habis (masuk ke Ancol). Belum tiket dan lain-lainnya, bisa kelenger, tergantung political will (kemauan politik),” ujar Trubus.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kebijakan tarif yang memperhatikan daya beli warga sekaligus keberlangsungan usaha kecil. Namun, skema pembebasan tiket tetap perlu disertai perhitungan mengenai sumber pembiayaan operasional dan pemeliharaan kawasan.

Ancol sebagai Ikon Wisata Jakarta

Trubus menilai Ancol memiliki kedudukan penting sebagai salah satu ikon wisata Ibu Kota. Menurutnya, akses masyarakat terhadap kawasan rekreasi tersebut perlu menjadi bagian dari pertimbangan Pemprov DKI Jakarta dalam menentukan kebijakan tarif.

Ia berpendapat, tiket masuk gratis dapat menjadi daya tarik bagi warga yang ingin berwisata bersama keluarga tanpa harus membayar tiket untuk setiap anggota rombongan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: