Banyak yang Khawatir RI di Ambang Krisis, Ini Kata Anindya Bakrie
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global yang memengaruhi pasar modal dan sektor keuangan.-Disway/Anisha Aprilia -
BACA JUGA:Buronan Kasus Pemalsuan Surat, Notaris Asal Gorontalo Ditangkap Kejagung di Tebet
Anindya juga menyinggung ketahanan ekonomi Indonesia yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan krisis ekonomi 1998 dan pandemi Covid-19 pada 2020.
Ia menyebut perekonomian Indonesia mengalami kontraksi sebesar 13 persen pada 1998 dan minus 2,1 persen pada 2020. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi saat ini disebut berada di level 5,1 persen.
“Kita lihat tahun '98 minus 13 persen, 2020 waktu Covid minus 2,1 persen, sedangkan sekarang plus 5,1 persen,” ujar dia.
Meski demikian, Anindya menekankan bahwa ketahanan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari indikator nasional. Penguatan ekonomi juga harus menjangkau daerah agar aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih merata.
BACA JUGA:Kemenimipas Rombak Jajaran Pejabat, Agus Andrianto Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Ia menyoroti persoalan dana pemerintah daerah yang mengendap serta penurunan belanja modal daerah.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu dibenahi agar belanja pemerintah dapat mendorong kegiatan ekonomi di berbagai wilayah.
“Ketahanan ekonomi juga harus sampai ke daerah,” ujarnya.
Anindya menyampaikan bahwa pemerintah telah mendorong upaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia menilai efisiensi menjadi langkah awal sebelum pemerintah dan dunia usaha mempercepat aktivitas ekonomi.
Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, Anindya menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap tekanan pasar keuangan sekaligus memperkuat fundamental ekonomi, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan yang lebih merata hingga ke daerah.
"Jadi bisa kita bilang, di tahun 2025 mengatakan Indonesia adalah bright spot. Ini disampaikan bukan oleh kita tapi oleh IMF. Dan saya sampaikan di sini, Indonesia continues teh bright spot. Kenapa? Karena kita resilient atau mempunyai daya tahan berdasarkan data dan juga daya tahan berdasarkan alam yang diberikan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: