Penjualan Motor Melambat, Laba Bersih MPMX Malah Tumbuh 23 Persen

Senin 02-11-2026,20:45 WIB
Penjualan Motor Melambat, Laba Bersih MPMX Malah Tumbuh 23 Persen

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 23 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp539 miliar hingga September 2026.--MPMX

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 23 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp539 miliar hingga September 2026.

Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah pendapatan bersih konsolidasian yang relatif stagnan.

Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp11,98 triliun, turun tipis 0,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan tidak diaudit untuk periode sembilan bulan pertama 2026 (9M26), MPMX mencatat perbaikan profitabilitas yang ditopang oleh peningkatan margin di sejumlah segmen usaha.

BACA JUGA:Produsen EV Sebut Tanpa Insentif, Penjualan Motor Listrik Jauh Lebih Tinggi

Laba kotor perseroan tumbuh 8 persen YoY menjadi Rp1,095 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat 19 persen YoY menjadi Rp585 miliar.

Perbaikan tersebut turut mendorong margin laba kotor menjadi 9,1 persen dari sebelumnya 8,5 persen.

Margin laba usaha naik menjadi 4,9 persen dari 4,1 persen, sedangkan margin laba bersih meningkat menjadi 4,5 persen dari 3,7 persen.

Secara segmentasi, kinerja MPMX menunjukkan perkembangan yang beragam.

Bisnis distribusi dan ritel serta transportasi mencatatkan perbaikan profitabilitas, sementara segmen pembiayaan berhasil memperkecil kerugian.

BACA JUGA:Penjualan Motor Suzuki Melaju Kencang, Tembus 16 Ribu Unit di Akhir 2025

Pada segmen distribusi dan ritel, kinerja MPMX relatif stabil berkat pertumbuhan bisnis ritel dan layanan purna jual yang membantu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi.

Pendapatan penjualan sepeda motor MPMulia tercatat turun 1 persen YoY menjadi Rp9,41 triliun.

Namun, pendapatan dari penjualan suku cadang meningkat 7 persen YoY menjadi Rp1,14 triliun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: