Jadi Begini Maksud Dahnil Soal Nonmuslim Jadi Petugas Haji

Selasa 03-11-2026,11:44 WIB
Jadi Begini Maksud Dahnil Soal Nonmuslim Jadi Petugas Haji

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.-Dok/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Penyelenggaraan haji skala besar seperti Indonesia butuh ekosistem operasional yang presisi, bukan cuma bimbingan ibadah saja. Itu metode dulu.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengelola alur kerja ini secara berjenjang, mulai dari embarkasi di tanah air, operasional Daerah Kerja (Daker) di Arab Saudi, hingga fase pemulangan di debarkasi.

Dalam sistem inilah sektor teknis non-ibadah menjadi penopang utama agar mobilitas calon jemaah haji Indonesia berjalan lancar dan efisien.

BACA JUGA:Kemenhaj Rilis Daftar Jemaah Haji 2027 Berhak Lunas, Begini Cara Cek Nama dan Estimasi Keberangkatan

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar menegaskan bahwa cakupan kerja petugas haji tidak berhenti pada area ritual di Makkah dan Madinah saja.

Menurutnya pelayanan haji secara sistemik sudah berjalan sejak jemaah masuk ke asrama embarkasi hingga kembali ke Indonesia.

"Pelaksanaan haji itu dari berangkat sampai pulang lagi ke Indonesia. Petugas haji itu dari petugas embarkasi sampai dengan debarkasi," kata Dahnil kepada awak media pada Selasa, 3 November 2026.

BACA JUGA:Bukan Hanya Umat Islam, Kemenhaj Buka Peluang Nonmuslim Jadi Petugas Haji, Dahnil Anzar Buka Suara!

Petugas Haji Nonmuslim bukan Hal Baru

Di level embarkasi dan debarkasi, kebutuhan operasional mendesak ada di lini non-ibadah.

Lini ini, kata Dahnil, mencakup penanganan medis, perawat, teknisi lapangan, hingga pengelolaan data logistik.

Sementara itu, lanjut Dahnil, operasional di Indonesia --khususnya daerah yang komposisi demografi minoritas Islam seperti Sulawesi Utara, Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur-- tugas-tugas teknis ini melibatkan petugas maupun ASN dari berbagai latar belakang keyakinan.

"Petugas haji sejak tahun lalu memang sudah ada yang non-Islam. Misal para petugas haji di embarkasi dan debarkasi yang membantu tugas-tugas teknis di embarkasi masing-masing terutama daerah-daerah yang minoritas Islam sebut saja Sulut, Papua, Maluku, NTT maupun kota-kota lainnya. Bahkan, ASN Kemenhaj beragam ada yang non-Islam," beber Dahnil.

BACA JUGA:Libatkan Masyarakat Lintas Agama, Wamenhaj: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji

Ia menambahkan, keterlibatan petugas di sektor pendukung ini murni berfokus pada keahlian operasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait