Hari Wayang Nasional Diperingati 7 November, Ini Sejarah dan Maknanya
Hari Wayang Nasional diperingati pada tanggal 7 November setiap tahunnya.-Disway.id/Rury Pramesti -
Secara harfiah, kata wayang berasal dari istilah bahasa Jawa yang artinya bayangan atau wewayangan, yang merujuk pada pertunjukan bayangan tokoh di atas layar atau kelir dalam seni pewayangan kulit.
Dalam pandangan filosofis masyarakat Jawa, wayang sendiri juga dikenal melalui ungkapan wewayanganing ngaurip yang berarti bayangan atau gambaran kehidupan manusia.
BACA JUGA:Mengenal Sejarah Tan Peng Nio, Wanita Tionghoa yang Dijuluki 'Mulan van Java' dari Kebumen
Berbagai tokoh dan alur cerita dalam pewayangan menggambarkan dinamika kehidupan, mulai dari pertentangan antara kebaikan dan keburukan hingga perjuangan menegakkan kebenaran.
Wayang pun turut dikenal sebagai seni edipeni adiluhung, yaitu kesenian yang tidak hanya mengutamakan keindahan, namun juga mengandung nilai-nilai luhur dan pesan moral.
Di satu sisi, ada banyak kisah yang dipentaskan dalam pewayangan menyampaikan pesan tentang kepemimpinan, kejujuran, tanggung jawab, keberanian, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
Pertunjukan wayang juga turut melibatkan berbagai unsur yang saling berkaitan, mulai dari kepiawaian dalang, alunan gamelan, sampai proses pewarisan pengetahuan antargenerasi.
Karena itu, pelestarian wayang tak cukup hanya dilakukan melalui peringatan seremonial setiap tahun.
Masyarakat pun perlu mendukung para seniman dan dalang, memperkenalkan pewayangan kepada generasi muda, dan mengembangkan bentuk pertunjukan yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Hari Wayang Nasional menjadi salah satu pengingat bahwa wayang bukan hanya sekadar seni pertunjukan, melainkan juga menjadi sumber pengetahuan, nilai moral, dan identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: