Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Jokowi tunjukan ijazah aslinya di dalam persidangan--

Banyak sejarah dibuat Jokowi –termasuk kemarin: kali pertama ada mantan presiden hadir di persidangan pidana di Indonesia. Yakni di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Jokowi duduk di sidang sebagai saksi-pelapor dengan terdakwa Roy Suryo. Tuduhan untuk ahli telematika dan mantan menteri pemuda dan olahraga itu perbuatan fitnah dan pencemaran nama baik –menuduh ijazah S-1 Jokowi palsu.

Jam 07.00 kemarin sudah banyak pendukung Jokowi yang datang ke pengadilan. Sudah mulai pula ada live streaming dari lokasi sekitar pengadilan: menggambarkan ramainya jalan menuju pengadilan.

Para pendukung Jokowi terus berdatangan. Terkoordinasi. Ada mobil komando berpengeras suara besar. Banyak poster dukungan untuk Jokowi. Banyak tenda baru dipasang di pinggir jalan. Itulah posko per daerah asal pendukung Jokowi.

Kader-kader PSI datang dari berbagai kabupaten. Terlihat PSI jadi penggeraknya. Atau Projo –Pro Jokowi. Kian siang kian banyak pendukung yang datang –kian banyak juga kanal yang melakukan live streaming.

Mobil-mobil polisi juga berdatangan. Sangat banyak. Polisi melakukan pengamanan tiga lapis agar tidak semua pendukung merangsek ke depan. Polisi terlihat berhasil mengendalikan masa. Sejak beberapa hari sebelumnya memang sudah ada kabar: 6.000 kader partai akan datang dari berbagai daerah untuk mendukung Jokowi. Polisi punya waktu untuk menyiapkan pengamanan.

Sambil menunggu kedatangan Jokowi, mobil komando dipakai orasi dan memutar musik. Lagu yang diunggulkan di masa penantian itu adalah Ojo Dibanding-bandingke –suara dari penyanyi aslinya. Itu sekaligus mengingatkan masa kejayaan Jokowi: menjadikan upacara 17 Agustus di Istana sebagai pesta rakyat –termasuk joget-joget dengan lagu semi dangdut itu.

Momentum Jokowi hadir di pengadilan ini kelihatannya dipakai sekalian untuk show of force: Jokowi masih begitu dicintai pendukungnya. Juga untuk konsolidasi PSI –seberapa besar bisa mengerahkan masa.

Pukul 08.30, Jokowi tiba di pengadilan. Dielu-elukan. Disanjung-sanjung. Jokowi datang didampingi dua anaknya: Kaesang Pangarep dan anak perempuannya: Kahiyang Ayu.

Jokowi pakai baju batik cokelat muda dan berkopiah. Gaya jalannya, raut wajahnya, senyumnya yang dingin mengesankan seperti gaya saat masih jadi penguasa.

Di sidang itulah untuk kali pertama Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya dari fakultas kehutanan Universitas Gadjah Mada. Pendukungnya spontan berhore sampai hakim memberikan peringatan.

Jokowi rupanya lupa kalau ia sedang di persidangan –tidak boleh mengelukan pengunjung sidang. Setelah menunjukkan ijazah ke hakim, Jokowi memang balik badan, mengangkat kedua tangannya yang membentangkan ijazah, menunjukkan ijazah itu ke pengunjung –disambut meriah oleh pengunjung.

Saat Jokowi menunjukkan ijazah, terdakwa Roy Suryo berada di dekat Jokowi. Roy ikut menghadap ke pengunjung. Ia tertawa lebar bernada sinis. Seolah Roy mendapat durian runtuh: ijazah asli yang ditunggu akhirnya dibawa dan ditunjukkan ke persidangan. "Palsu," celetuk Suryo lantas tertawa lagi.

Roy –juga masyarakat luas– sudah lama minta agar Jokowi mau memperlihatkan ijazah aslinya. Biar heboh ijazah segera selesai. Jokowi tidak pernah mau menunjukkannya. Baru di pengadilan ini ijazah itu ditunjukkan.

Tapi Roy Suryo seperti tidak melihat kebenaran. Ia justru kelihatan seperti menyimpan ''granat'' –untuk diledakkan pada saatnya. Yakni saat diberi kesempatan bertanya.

Ijazah yang ditunjukkan di pengadilan itu, kata Roy, berbeda dengan yang pernah ditunjukkan polisi. Juga berbeda dengan yang ditunjukkan Jokowi ke beberapa wartawan di kediamannya. Maka pengacara Roy minta agar ijazah itu diperiksa di lab forensik independen. Jokowi keberatan.

Sepanjang pagi kemarin kesempatan bertanya memang hanya diberikan ke tim jaksa. Jokowi menjawab sangat lancar dan dingin –meski nadanya Anda sudah tahu: lirih dan pelan.

Jokowi rinci menceritakan mulai dari proses mendaftar, kuliah, wisuda, dan seterusnya. Termasuk kuliah kerja nyata selama tiga bulan di desa.

"Apakah ketika muda, saksi punya kumis dan pakai kacamata?" tanya jaksa sambil memperlihatkan foto berkumis di ijazahnya.

"Iya. Saya berkumis. Tipis. Dan berkacamata," jawab Jokowi.

Jaksa lantas menunjukkan foto-foto masa muda Jokowi: semua berkumis dan berkacamata. Jokowi membenarkan bahwa itu foto dirinya.

"Yang ini siapa?" tanya jaksa sambil menunjukkan foto bersama wanita.

"Itu istri saya. Statusnya masih calon istri saat itu," jawab Jokowi.

Rupanya setelah istirahat makan siang siaran langsung dari dalam ruang sidang dilarang. Walhasil ketika sidang dilanjutkan dan giliran pengacara/terdakwa mengajukan pertanyaan tidak ada lagi siaran langsung.

Udara bulan November di luar persidangan sangat panas. Cuaca sangat menyiksa untuk seluruh Jawa. Sidang kemarin berlangsung sampai sore. Sepanjang itu pula para pendukung Jokowi kepanasan.

Di bidang politik cuaca November juga sangat panas di Jakarta. Ribuan Marinir didatangkan ke Jakarta. Pertama, ada Jokowi dan ribuan pendukungnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kedua penyadapan telepon Presiden Prabowo berkembang ke tuduhan makar. Artinya: ada upaya untuk melumpuhkan Presiden Prabowo.

Bisa jadi pencarian dalang penyadapan itu akan membawa implikasi sangat luas.

Maka di tengah heboh berita penyadapan, datangnya ribuan massa pendukung itu seperti dukungan moral yang nyata untuk Jokowi –pun dalam menghadapi kemungkinan perkara penyadapan itu menyenggol namanya.

Sejarah baru –mantan presiden hadir di pengadilan– sudah tertoreh lancar. Pengerahan massa PSI juga sudah selesai. Satu ketegangan sudah lewat. Dengan selamat. Masih satu ketegangan lagi di depan: penyadapan dengan motif makar itu.

Kita masih menunggu: rencana makarnya seperti apa. Dilacakkah lokasi presiden dan begitu memungkinkan dibunuh? Atau presiden dibuat tidak bisa menjalankan tugas hingga terpaksa menyerahkan kekuasaan ke wakil? Atau memaksa presiden turun karena dibongkar hasil sadapan yang menggambarkan telah terjadi pelanggaran sumpah atau pelanggaran konstitusi?

Kata "makar" memang terlalu luas. Bisa saja bukan salah satu dari tiga kemungkinan itu.

Banyaknya penambahan tentara di Jakarta memang pertanda-pertanda ada yang perlu dihadapi. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 5 November 2026: Penyadapan Beneficial

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PENYADAPAN: 

SIAPA PEMILIK MANFAAT SEBENARNYA?

Ada satu konsep hukum korporasi yang menarik untuk dibawa ke ranah politik: 

Beneficial owner. 

Siapa yang sesungguhnya menikmati manfaat, meskipun namanya tidak tercantum dalam struktur resmi perusahaan?

Dalam kasus penyadapan, pertanyaannya bisa dibalik. 

Siapa yang sesungguhnya berkepentingan, siapa yang mengambil keputusan, dan siapa ya ng hanya menjalankan perintah?

Namun, ada perbedaan penting. 

Dalam hukum, dugaan harus dibuktikan dengan alat bukti. 

Kedekatan, loyalitas, bahkan kemungkinan seseorang menikmati hasil suatu tindakan belum cukup untuk membuktikan keterlibatannya.

Penyadapan ilegal juga harus dibedakan dari penyadapan yang sah. Yang menentukan bukan semata-mata siapa penyadapnya, tetapi dasar kewenangan, tujuan, prosedur, dan pertanggungjawabannya.

Di sinilah penyidikan seharusnya bekerja. Menelusuri rantai komando, aliran informasi, penerima hasil, dan kemungkinan adanya perintah.

Jangan sampai penyidik hanya menemukan tangan yang bekerja, tetapi gagal menemukan pikiran yang menggerakkannya.

Sebab, dalam kejahatan yang terorganisasi, pelaksana belum tentu pengendali. Dan pengendali belu

Thamrin Daffan

Pertanyaan cerdas wartawan Boleh dibilang out of the box. Inilah salah satu peran wartawan sekelas intelijen. Mewakili hati nurani rakyat nan tergagap dan masygul bersebab ada penyadapan kepada Presiden Republik Indonesia. Sebagai Purnawirawan Polri awak miris sungguh sangat miris. Pukul 05.00 Sebentar lagi ikut dismorning topik penyadapan, Semoga peristiwa menggemparkan sengat ini memberikan barokah perubahan luarbiasa dan mendasar untuk Indonesia menjadi Indosia Raya seperti yang dicita citaka Presiden Prabowo Subianto. Dalam kapasitas penulis dan penerbit awak hanya bisa menyumbang Tulisan bertajuk Peribahasa Musuh Dalam Selimut dan Melipat Dalam Lipatan. Share di media sosil kompasiana.com dan website Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan terbiti.id. Salamsalaman Pak Mario.

Wilwa

@HeruP. Trunajaya atau Trunojoyo itu keturunan Madura yang ayahnya dieksekusi tanpa pengadilan oleh Amangkurat I (pewaris takhta Sultan Agung). Amangkurat I itu paranoid parah. Dia curiga pada semua bawahan ayahnya. Dan semua yang dicurigai itu dieksekusi tanpa pengadilan. Trunojoyo dipaksa tinggal di Kraton (=Keratuan) Mataram. Madura sendiri dicaplok Sultan Agung Mataram tahun 1624 lalu kakek Trunojoyo yaitu Cakraningrat / Cokroningrat I , salah satu bangsawan Madura yang selamat dari pencaplokan Mataram itu, berkuasa sebagai boneka Mataram di Madura. Setelah mengawini putri Kraton Mataram tentunya. Trunojoyo jelas dendam kepada Amangkurat I. Akhir cerita Trunojoyo memberontak didukung para bangsawan Surabaya dan sekitarnya yang dulu dicaplok Sultan Agung. Kraton di Plered dibumihanguskan oleh Trunojoyo dkk. Amangkurat I lari terbirit-birit dan meninggal di Banyumas lalu dimakamkan di Tegal. Karena itu Amangkurat I disebut Sunan Tegal Arum. Alias Sunan Tegal Wangi. Sunan singkatan dari Susuhunan merujuk pada jabatan politik di bawah Ratu/Raja, setara dengan Adipati/Bupati. Sunan awalnya diberikan kepada Adipati beragama Islam di pesisir utara pulau Jawa. Disebut “Sultan” Agung karena saat itu Mataram menjadi sekutu dari Kekhalifahan Usmaniyah Turki. Namun entah bagaimana prosesnya akhirnya Sunan dianggap orang suci penyebar Islam bahkan kemudian disejajarkan dengan Sultan secara politik. Panembahan/ orang yang disembah adalah sebutan utk raja Mataram sebelum istilah Sultan.

Ismail Lutan

Saya jadi ingat sumpah Megawati ketika ia merestui Pak Jokowi jadi capres dari partainya, pada pemilu 2014. "Awas, ya. Kalau khianat akan kuwalat!" Sumpah itu mencari pembenarannya lewat sadap-sadapan. Bukan saja Pak Jokowi yang kena tapi juga turunannya. Zadizzz... emang politik!!! 

Jo Neka

Apakah Gibran termasuk yang disadap.Tanya wartawan cantik dengan lima "i"..Bagi saya itu bukan pertanyaan lugu pak Dahlan.Itu lebih tepat sarkasme..Tetapi bagi saya peristiwa ini adalah pembalasan Mafia oleh Mafia.Bukan pertarungan ilmu hitam melawan ilmu putih.Semoga Bapak Presiden berada di posisi.Suara rakyat.Suara Tuhan.Perusuh cukup menjaga periuk nasinya masing²..Jangan terhanyut isu.Jengkel mangkel geram.Lampiaskan ke peluklah istri masing² dengan kehangatan.Ingat istri masing².Bukan ke siapa² itu..Om Leong lebih tahu

Jokosp Sp

Dalam drama China ada kalimat terkenal di kalangan pengusaha, ketika ada lawan bisnis dari dalam keluarganya. "Naikkan setinggi-tingginya jabatannya. Penuh sabar. Ketika sudah paling tinggi dan bukti sudah tidak bisa dielakkan, jatuhkan. Sakitnya akan sangat menyakitkan". Sepertinya Pak Prabowo memahami itu dan mempratekkannya ke LSP dan lawan politiknya. Kita (penonton) akan menunggu dan melihat kelanjutan drama berikutnya.

djokoLodang

-o--

... Dalam istilah politik tidak dikenal beneficial owner. Yang dikenal adalah ''dalang'': siapa dalangnya? Maka beredarlah teori konspirasi menduga-duga siapa dalang di balik penyadapan itu. ...

*) Benarkah bahwa dalang bisa menggerakkan wayang-wayangnya sesuka hatinya? Umumnya orang beranggapan seperti itu.

Sesungguhnya, tidak bisa.

Dalang juga harus mengikuti ketentuan dalam dunia wayang.

Misalnya, memainkan perang tanding Dursasana menang melawan Werkudara. Tidak bisa. Pasti pementasan berikutnya, dalang itu akan ditinggalkan penonton.

Atau, Gatotkaca dimainkan 'ambles bumi".

Yang bisa ambles bumi itu hanya Antaeja dan Antasena.

*) Nah, barangkali dalang konspirasi kali ini sudah terlalu berani.

--0-

Bahtiar HS

Apakah wapres Gibran termasuk yang disadap? Tanya wartawan. 

Dan Pak Yusril bukan jawab, "Saya tidak tahu." Melainkan, "Wallaahu a'lam." (Hanya Allah Yang Tahu). 

Kata Abah ini pertanyaan lugu, tapi lucu. Ya lucu banget, sampai2 Pak Yusril dll ketawa menjawabnya. Lucu, sebab kura2 dalam perahu. Semua juga sdh pada tahu, kok ndadak nanya? 

Dan pak dalang yg menseting semua ini kurang cerdas dikit. Harusnya Pak Gibran juga masukin daftar. Sekalian bapaknya. Supaya bola panas tidak mampir ke keduanya. Tidak dicurigai. Ya telponnya epok-epok aja kata orang Surabaya. Telpon-telponan aja. Tanya apalah: nama2 ikan kek, hilirisasi kek, AI kek ... Apa aja pokoknya yg enteng2 aja. Pokoknya masuk daftar yg disadap. Biar tidak mencurigakan. Dalange gak canggih blass! 

Tatang Kamaludin

jika beneficial owner = dalang....apakah boleh digunakan di seni wayang? mohon maaf.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TEORI KONSPIRASI: APA MAKSUDNYA?

Teori konspirasi adalah cara menjelaskan suatu peristiwa dengan dugaan adanya persekongkolan rahasia. 

1) Ada pihak yang bekerja di belakang layar. 

2) Ada kepentingan tersembunyi. 

3) Ada tujuan yang tidak ingin diketahui publik.

Istilah ini bukan ciptaan CIA, seperti yang kadang dipercaya orang. 

Penggunaannya sudah ditemukan dalam tulisan abad ke-19. 

Namun, filsuf Karl Popper memopulerkannya dalam pembahasan akademis, terutama melalui "The Open Society and Its Enemies", terbit tahun 1945. 

Apakah teori konspirasi punya pedoman dan patokan, sampai disebut "teori"?

Ada. Ada cara mengujinya.

Tetapi tidak ada rumus baku yang menjamin kebenarannya. 

Periksa bukti, siapa yang diuntungkan, apakah penjelasannya masuk akal, dan apakah dugaan itu bisa dibantah oleh fakta.

Nah, dalam potongan CHDI hari ini, muncul dugaan penyadapan dilakukan untuk mengintai lawan politik keluarga Solo, termasuk Mas Gibran.

Itu boleh menjadi pertanyaan untuk diselidiki. 

Tetapi siapa yang menyadap, siapa yang memerintah, dan apa tujuannya, semua harus dibuktikan.

###

Sebab, teori yang selalu menganggap dirinya benar, bahkan ketika bukti berlawanan, bukan lagi alat mencari kebenaran. 

Ia bisa berubah menjadi prasangka yang memakai "jas" teori.

Adipati Gowok

Hidup ini bila dipersingkat hanya ada dua: fakta dan cerita. Fakta tulisan Dakelan ini satu : penyadapan oleh LSP dkk lainnya cerita. Cerita bisa berbusa-busa, berlapis-lapis, bahkan lebih digemari masyarakat di manapun. Manusia hidup memang berkembang oleh karena cerita biarpun itu fiksi. Sedangkan fakta itu dingin tanpa ekspresi. 

Murid SD Inpres

lama lama

saya jadi pingin

pemuda ashabul kahfi

tidur 309 tahun

bangun bangun

negara sudah begitu 

berubah

dewasa

sejuk

tentram

tenang

damai

rakyat bahagia

suka cita

sejahtera

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SADAP MENYADAP: 

SIAPA BOLEH, DAN SIAPA MENGIZINKAN?

Alat sadap bukan barang terlarang. 

Dalam penegakan hukum, teknologi ini bahkan bisa menjadi alat penting untuk mengungkap kejahatan. 

Tetapi penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Lantas, siapa yang boleh menyadap? 

Pada prinsipnya, hanya aparat atau lembaga yang diberi kewenangan oleh undang-undang. 

Bahkan untuk APH Kepolisian, bukan dan tidak setiap anggota polisi.

Apalagi atas inisiatif pribadi.

Dengan izin siapa? 

Harus ada dasar hukum dan prosedur yang jelas. Untuk penyadapan dalam perkara tertentu, kewenangan dan persetujuannya mengikuti undang-undang yang mengatur lembaga bersangkutan. 

"Tidak cukup hanya perintah atasan".

Lalu siapa yang mengawasi? 

Harus ada pengawasan internal, pengawasan hukum, dan pertanggungjawaban kepada lembaga yang berwenang. 

Termasuk memastikan penyadapan tidak melampaui tujuan dan tidak disalahgunakan.

Sebab, penyadapan menyentuh wilayah paling pribadi seseorang: percakapan, hubungan, bahkan rahasia keluarga.

Negara memang perlu alat untuk membongkar kejahatan. Tetapi negara juga wajib melindungi privasi warganya.

Jangan sampai alat untuk mencari kebenaran justru menjadi alat untuk menyalahgunakan kekuasaan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@Murid SD Inpres..

Kalau komentar Murid SD Internasional, mungkin begini pressconnya:

"Ladies and gentlemen, this is not just a wiretapping issue. 

This is a serious threat to our national security. 

It's totally unacceptable. 

Whoever did this must be held accountable. 

We need a full investigation. 

Nobody is above the law. 

And believe me, I know a bad guy when I see one!”

Pak De Kumis

Artikel hari ini sepert bukan karyanya Mas Dahlan.

Tidak ada rasa sama sekali.

Siswanto Elha

Jangankan Presiden, saya juga takut HP kena disadap

Takut aib saya kebuka

-Cicilan rumah belum dibayar udah ditelp bank tgl 10 harus disetor

-BPKP yg di adira f sempet nunggak g disetor

-Uang pangkal anak masuk smp yg sebesar 40jt meski sudah dapat beasiswa 25% ga sanggup bayar

-pagi tadi istri wa 100hari nya sodara jatuh dihari sabtu besok mau nyumbang apa?

ooohhh bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap katon

mak tlimak-tlimek lelakune temanten putri

Wilwa

@Juve. Sulit. GP dan ARB itu ibarat Partai partai Oposisi Israel di bawah Gadi Eisenkot sulit bersinergi dengan Partai-partai Arab untuk menumbangkan Partai-partai di bawah Benjamin Netanyahu. Padahal kalau mau bersatu seperti yang diharapkan demonstran di Israel beberapa hari belakangan ini, Netanyahu pasti tumbang lalu diadili. Dan Timur Tengah kemungkinan bisa Damai Tentram kembali. Sulit. Karena ideologi yang bertolakbelakang. Padahal kalau Partai-partai Arab mau bergabung ke Gadi untuk sementara saja sekedar bikin UU yang melarang orang yang pernah dipidana seperti Netanyahu maka Netanyahu tak mungkin memperpanjang hegemoninya sejak 2009. 

Juve Zhang

Bagi pasangan GP AB yg mungkin secara survei kalau tandem akan kalah sama GRR KDM nah jika anda berdua mau belajar sama tim sukses Lula Da silva pemenang pilpres Brazil ada hal menarik cara menang dengan IQ 3 Digit....silakan belajar sama Tim sukses Lula Da silva....karena sebelum pilpres peluang Bolsonaro lebih besar dari survei tapi hasil berbalik ....trik nya halal dan cantiik permainan tim Lula Da silva anda baca saja pasti paham utamanya yg ahli teknologi psikologi digabung....ini pake ilmu pengetahuan teknologi dan psikologi...sebuah pengalaman pemenang pilpres yg brilian...kalah di survei menang di Teknik….

Ulik Kopi

Will Listyo retain his police rank?

Itu pertanyaan di medsos asing. Dan memang menarik untuk ditunggu

Sebenarnya level kapolri yang kena masalah hukum sudah ada. Tahun 2008, Rusdihardjo, duta besar RI untuk Malaysia divonis penjara 2 tahun, lalu dibanding menjadi 1,5 tahun. Kasusnya korupsi pada pengurusan dokumen imigrasi di Kedutaan. Saat itu posisinya sudah jenderal polisi purnawirawan.

Nah kalau Listyo Sigit jenderal bintang empat aktif. Usia pensiunnya baru nanti, pada Mei 2029.

Berarti jika LSP nanti dinyatakan bersalah, maka akan terjadi polisi jenderal penuh yang dihukum.

Apakah akan ada PTDH seperti pada Sambo?

Kalau sampai ada pemberhentian tidak dengan hormat, ini akan jadi ter yang lain lagi. 

PTDH akan menghilangkan (arti) brevet, lencana, pangkat, gelar kehormatan.

Sambo dan Teddy diberi putusan PTDH. Akankah Listyo juga?

Tidakkah itu terlalu berat bagi Listyo. Dan juga bagi Polri?

Ujung-ujungnya ada nama institusi yang harus dijaga. Dijaga dengan tidak PTDH? Atau malah dengan PTDH?

kukak_papam

Disadap dan "dibiarkan" tidak disadap, sekarang yang disadap lebih ber gengsi, ber kelas dibanding yang tidak.

Dulu, jauh sebelum ada hp salah satu hiburan remaja baca buku.

Yang suka roman baca novel karangan LaRose, Ashadi Siregar, Marga T.

Yang suka spionasi, detektif pilih buku karangan penulis lawas dari luar, Tenang Agatha Christy, Sherlock holmus gitu2.

Hampir mustahil beli novel luar, uang dari ortu jelas tidak untuk jajan buku gituan, solusinya pinjam ke perpustakaan

Sekarang rasanya hampir tidak ada remaja masuk perpustakaan negara nyari buku detektif, karena di hp segala nya bisa didapat.

Gianto Kwee

Sungguh indah saat hidup di Abad ke 20, Kamera Belum di mana-mana, HP belum Canggih, paling SMS, Putusin pacar atau selingkuhan lebih mudah, tinggal ngilang sudah tidak bisa dicari ! Sadap Menyadap ? Tidak Peduli !

Johannes Kitono

Sadap Makar.

Zaman dulu sadap tel pejabat pasti dituduh supersip. Now soal LSP sadap Presiden ada yang menuduh makar. Dan diarahkan ke Jokowi sebagai dalangnya. Dengan teknologi Israel yang dimusuhi oleh banyak ormas.Ternyata sadap menyadap ini sudah lama terjadi di NKRI. Polisi dan TNI menyadap dengan alasan demi kepentingan negara. Ujung ujungnya demi keuntungan diri sendiri. Supaya tetap berkuasa. Ini memang rada aneh. Kok Presiden harus dihadapi.Bukankah setiap ketemu Mig pasti pidato. Mana masih ada rahasia negara. Bisa jadi yang dihadapi adalah bisikan mesra Presiden Jomblo ini. Ini tentu akan jadi berita besar. Kalau Disway bisa berhasil dapatkan transkripnya. Dalam kasus sadap ini. Baik yang disadap maupun yang sadap. Sama sama melakukan kesalahan. Presiden kok gampang disadap. Dan kenapa pula sudah jadi KSP masih mau menyadap. Mau makar juga tak punya pasukan dan senjata. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 203

  • FP. KUSUMO
    FP. KUSUMO
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Mada Suradi
      Mada Suradi
    • Mada Suradi
      Mada Suradi
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Slamet Sejati
      Slamet Sejati
  • yea aina
    yea aina
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Edi Sampana
      Edi Sampana
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Agung Bramanti
    Agung Bramanti
    • Agung Bramanti
      Agung Bramanti
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • balagak nia
    balagak nia
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • balagak nia
      balagak nia
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • David Kurniawan
    David Kurniawan
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • pak tani
    pak tani
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • balagak nia
      balagak nia
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • balagak nia
      balagak nia
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • yea aina
    yea aina
  • pak tani
    pak tani
  • pak tani
    pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Mada Suradi
      Mada Suradi
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • pak tani
    pak tani
  • DeniK
    DeniK
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • pak tani
    pak tani
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • pak tani
      pak tani
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • hoki wjy
    hoki wjy
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Sony Hariyanto
    Sony Hariyanto
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Liam Then
    Liam Then
  • mario handoko
    mario handoko
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Em Ha
      Em Ha
  • Liam Then
    Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Liam Then
      Liam Then
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Liam Then
    Liam Then
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • hoki wjy
    hoki wjy
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • Warok Ponorogo
    Warok Ponorogo
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Jhel_ng
    Jhel_ng
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Mada Suradi
      Mada Suradi
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Pembaca Disway
    Pembaca Disway
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Tivibox
    Tivibox
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
  • Enggar Estiko Handoko
    Enggar Estiko Handoko
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Edi Sampana
      Edi Sampana
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Liam Then
    Liam Then
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Sugi
    Sugi
  • hikends
    hikends
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
    • thamrindahlan
      thamrindahlan
    • mario handoko
      mario handoko
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • pak tani
      pak tani
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • agus budiarto
    agus budiarto
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • hanya yotup
    hanya yotup
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Kak Idam
    Kak Idam
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Turrachman Rachman
    Turrachman Rachman
  • my Ando
    my Ando
  • DeniK
    DeniK
    • my Ando
      my Ando
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
    • my Ando
      my Ando
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • satria tomat
    satria tomat
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • Mada Suradi
    Mada Suradi
    • my Ando
      my Ando
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol