Bank Prancis Diretas, Hacker Gasak Rp14,18 Triliun!
Hacker/ilustrasi--Freepik
Kasus Credit Mutuel Arkea kembali menjadi pengingat bahwa sektor keuangan merupakan salah satu target utama kejahatan siber. Seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, potensi serangan terhadap sistem perbankan juga semakin berkembang.
Regulator keuangan di berbagai negara bahkan terus memperkuat peringatan mengenai risiko serangan siber. Perhatian khusus juga diberikan terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berpotensi dimanfaatkan untuk menyusun serangan lebih canggih.
Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, dunia perbankan pernah mengalami pencurian dana dalam jumlah besar akibat serangan siber.
Pada 2016, peretas berhasil mencuri sekitar 81 juta dolar AS dari rekening Bank Sentral Bangladesh yang berada di Federal Reserve Bank of New York.
Reuters juga pernah melaporkan sejumlah kasus pencurian dana bernilai jutaan dolar dari bank-bank di Rusia dan India melalui serangan siber.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: