Hasil Digital Forensik: Polisi Temukan 2 HP yang Digunakan Oleh 1 Keluarga Tewas di Kalideres

Senin 21-11-2022,22:20 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : M. Ichsan

BACA JUGA:Anak Renny Bantah Ibunya Tewas Saat Ditemukan Petugas Koperasi

BACA JUGA:Terungkap Alasan Pegawai Koperasi Tak Lapor Polisi Setelah Temukan Mayat Renny

"Pada saat keluar ketemu saksi yang lain sudah kami ambil keterangan juga menyatakan yang sama bahwa sempat teriak Allahu Akbar dan salah satu saksi ini dikejar oleh Budianto."

"Tolong pak jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak rt ataupun warga sini. Dan ternyata tidak dilaporkan," terangnya.

Kombes Hengki juga menyesalkan pegawai koperasi tersebut tidak melaporkan penemuan mayat tersebut kepada polisi.

"Ini yang kami sesalkan, seharusnya kita semua sebagai warga masyrakat tidak boleh permisif, kejadian seperti ini agar dilaporkan saja," ungkapnya.

"Dan keterangan saksi ini kami cocokan dengan keterangan saksi-saksi lainnya seputaran tkp menyatakan memang ini cocok terhadap waktunya."

"Dan kami meminta bukti pada 13 Mei mana kalau saudara pernah datang kemudian ditunjukkan lah meta datanya tercata 13 Mei. Nah saya juga sampaikan pada saat di dalam kamar." tandasnya.

BACA JUGA:Petugas Koperasi Sempat Pegang Mayat Renny, Polisi: Mereka Batal Terima Gadai Rumah TKP Kalideres

BACA JUGA:Kebohongan Ferdy Sambo Runtuh, Ridwan Soplanait Tegas Sebut Suami Putri Candrawathi Ikut Tembak Brigadir J

Sebelumnya, pihak koperasi simpan pinjam yang ingin menerima gadai sertifikat rumah yang menjadi tempat tempat ditemukannya empat jenazah di Kalideres, Jakarta Barat membatalkan proses tersebut.

Pihak koperasi membatalkan proses gadai tersebut setelah melihat Renny Margaretha tewas di dalam kamarnya pada 13 Mei 2022.

BACA JUGA:Temuan Terbaru Kasus Kematian 1 Keluarga di Kalideres, Polisi: Ada Pegawai Koperasi Dilarang Menyalakan Lampu Kamar Ibu Korban

BACA JUGA:Simak, 6 Manfaat Minum Air Putih yang Jarang Diketahui, Cocok Buat yang Mau Diet Lho!

"Pada saat dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang agak gemuk agak curiga, tanpa sepengetahuan Dian salah satu korban pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash hp nya begitu diliat langsung yang bersangkutan teriak takbir Allahu Akbar, ini sudah mayat di tanggal 13 Mei," tutur Kombes Hengki.

"Kemudian langsung keluar yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai ini, pinjam uang ini. Langsung mengajak dua saksi yang lain segera keluar," imbuhnya.

Kategori :