Jelang Pergantian Panglima TNI, Pengamat Sampaikan 3 Point Utama

Minggu 27-11-2022,17:21 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Khomsurijal Wahibudiyak

JAKARTA, DISWAY.ID-- Jelang akhir jabatan Panglima TNI, Andika Perkasa beberapa pihak mulai memberikan masukan pengganti pemimpin tertinggi TNI tersebut.

Pengamat Militer, Susaningtyas NH Kertopati mengatakan terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk memilih Panglima TNI yang akan habis jabatannya pada 21 Desember 2022.

"Yang pertama kan saya sudah sampaikan bahwa memilih seorang Panglima TNI, Presiden juga harus menentukan itu berdasarkan usia dan prestasi sehingga prestasi itu menjadi satu hal yang penting," kata Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan dan Siber DPP Perindo ini  saat acara diskusi 'Diponegoro 29 Forum' di Kantor DPP Perindo, Minggu 27 November 2022.

BACA JUGA:Kemenag Rilis Pusaka Super Apps, Fungsinya Dijelaskan Gus Yaqut

BACA JUGA:Jokowi Disebut Dukung Ganjar di Belakang Layar

Menurutnya, prestasi menjadi faktor penting pemilihan Panglima TNI lantaran beberapa waktu lalu tidak diunggulkan.

"Menentukan bahwa seseorang itu bisa menjadi Panglima TNI juga pendidikannya karena selama ini kalau saya melihat masalah prestasi ini dinomor sekian sehingga tidak terlihat bahwa seseorang itu dianggap pantas karena prestasinya," ungkapnya.

"Misalnya karena pendidikannya yang tinggi tetapi itu lebih kepada hak prerogratif Presiden kan selama ini. Saya harus sampaikan ini untuk ke depan TNI yang lebih baik dan kelas dunia," tulisnya.

Dirinya berharap, Panglima TNI yang baru mendatang bisa membuat Indonesia lebih berkualitas pertahanannya serta sumber daya manusianya (SDM).

"Saya sangat berharap TNI ke depan menjadi TNI yang berkelas dunia, berkelas dunia, itu penting. Karena kita harus membuat negara kita ini semakin hari semakin baik dan tentunya khusus untuk TNI itu juga sebagai penjaga nkri pertahanan nkri hrus berkualitas, SDM nya pun juga harus ditingkatkan lebih baik,” ucapnya.

Selain itu, dinilainya seorang Panglima TNI harus mengerti terkait alutsista yang ada di TNI serta bagaimana mengembangkan awak yang menggunakannya.

BACA JUGA:Ismail Bolong dapat Panggilan Kedua dari Bareskrim Pekan Depan, Tetap Mangkir Akan Dijemput Paksa?

BACA JUGA:Pasca KRL Anjlok, KCI Ubah Rute Perjalanan

“Nomor duakan terkait dengan kepentingan organisasi dimana juga di situ bagaimana seorang Panglima TNI paham akan alutsistanya lalu bagaimana mengembangkan perwira pengawaknya,” ujarnya.

"Perwira pengawak itu kalau tidak memiliki pendidikan dan kesejahteraan yanh baik maka dia akan asal-asalan dalam hal ini alutsistanya mungkin sudah uzhur lalu kemudian makin banyak kita mendapatkan perwira-perwira menengah kita belum jadi jenderal sudah jadi anumerta kan kasian," sambungnya.

Kategori :