Ini Dia Perbedaan Istilah Skala Richter dan Magnitudo dalam Bencana Gempa

Selasa 07-02-2023,15:13 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : M. Ichsan

Dasar perhitungan gempa menggunakan skala Richter menggunakan amplitudo. 

BACA JUGA:Sinopsis Our Blooming Youth, Drakor Kerajaan Terbaru yang Dibintangi Park Hyung Sik

Namun perhitungan ini memiliki kelemahan yakni tidak dapat menggambarkan energi secara lengkap pada gempa terutama saat gempa bumi berada di atas kekuatan 6,0 maka perhitungan skala Richter tidak tepat atau tidak akurat.

Skala Magnitudo

Pada skala Magnitudo digunakan perhitungan berdasarkan pada sensor frekuensi broad band 0,002-100 Hz. Tidak heran jika skala Magnitudo memiliki keakuratan yang amat tinggi jika dibandingkan dengan skala Richter. 

Oleh karena itu BMKG telah menggunakan skala Magnitudo sejak tahun 2008, menggantikan skala Richter (SR).

Besarnya Skala

Skala Richter

Besarnya skala Richter yaitu:

2,0 atau kurang = gempa kecil dan tidak terasa.

2,0 – 2,9 = gempa tidak dapat dirasakan akan tetapi terekam oleh seismograf.

3,0 – 3,9 = terasa namun tidak dapat menimbulkan kerusakan.

4,0 – 4,9 = gempa dapat dirasakan dengan ditandai bergetarnya perabotan di ruangan, suara gaduh bergetar. Tingkat kerusakan tidak terlalu signifikan.

BACA JUGA:Warga Mengeluh Skywalk Kebayoran Lama Berbayar, Dinas Bina Marga DKI Jakarta Bakal Bangun JPO Gratis

5,0 – 5,9 = umumnya terjadi kerusakan kecil pada bangunan yang memiliki konstruksi baik.

6,0 – 6,9 = dapat menyebabkan kerusakan hingga jarak 160 km.

Kategori :