Israel Tembak Gas Air Mata ke Stadion saat Final Sepak Bola Palestina, Pemain dan Puluhan Suporter Terluka

Sabtu 01-04-2023,20:27 WIB
Reporter : Lebrina Uneputty
Editor : Lebrina Uneputty

YERUSALEM, DISWAY.ID-Pasukan Israel menembakkan gas air mata ke dalam stadion saat pertandingan final saat Tim Palestina sedang berlaga final Sepak Bola di Yerusalem Timur. 

Akibatnya, sejumlah pemain dan puluhan suporter sepak bola Palestina menderita sesak napas dan tersedak.

Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) menjelaskan, pada Kamis malam, pasukan Israel menembakkan gas air mata di dalam Stadion Internasional Faisal Al-Husseini di jalan Dahiat al-Barid di al-Ram, sebuah kota di Yerusalem Timur.

BACA JUGA:Jokowi Angkat Bicara Soal Indonesia Batal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Beberapa pemain sepak bola Palestina dan puluhan suporter, termasuk anak-anak menderita sesak nafas dan tersedak. 3 orang dilarikan ke rumah sakit. 

Mengutip Middleeasteye.net, Jumat 31 Maret 2023, PFA mengatakan, penyerangan Israel terjadi saat jeda istirahat dalam pertandingan antara Markaz Balata, klub dari Nablus, dan Jabal Al-Mukaber dari Yerusalem.

BACA JUGA:Palestina Sedih Melihat Indonesia jadi Korban FIFA : Yakinlah, Banyak Negara Akan Ikuti Jejak Indonesia

BACA JUGA:Dubes Palestina Temui Jokowi, Bahas Penolakan Timnas Israel ?

"(Israel menyerang) Tanpa peringatan sebelumnya, tentara pendudukan menghujani stadion dengan bom gas, yang jatuh di lapangan dan di antara tribun, di mana ratusan penggemar, termasuk anak-anak, hadir," kata PFA.

Presiden PFA Jibril al-Rajoub mengatakan,  padahal sebelumnya tidak ada gesekan atau bentrokan dengan pasukan Israel, dan mereka terkejut melihat tabung gas air mata menghujani lapangan.

"Kami percaya bahwa bukti ini dapat menjadi dasar untuk menghadapi kejahatan pendudukan terhadap rakyat kami dan olahraga Palestina oleh para neo-Nazi," katanya kepada TV Palestina saat berada di stadion.

BACA JUGA:Jokowi Beberkan FIFA Tahu Banyak Penolakan Timnas Israel, Dukungan Palestina Tetap Kuat

Sementara gas air mata masih mengepung supoter, suporter pun bergegas ke lapangan untuk mendapatkan udara segar. 

Rajoub melanjutkan, penyerangan Israel dimaksudkan untuk mencelakai nyawa pemain dan penggemar sepak bola.

"Saya pikir mereka adalah neo-Nazi. Menargetkan pemain dan penggemar sepak bola, dan menembakkan gas air mata di lapangan dan stadion, adalah noda di wajah pendudukan (Israel)," kata Rajoub.

Kategori :