Bahrain dan Yordania Tangguhkan Hubungan Ekonomi Dengan Israel, Tarik Duta Besar dari Tel Aviv

Kamis 02-11-2023,21:23 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID- Bahrain telah menarik duta besarnya untuk Israel dan menangguhkan hubungan ekonomi dengan Tel Aviv, parlemen negara Teluk itu mengumumkan pada hari Kamis, 2 November 2023.

Utusan Israel juga telah meninggalkan Bahrain, kata parlemen dalam sebuah pernyataan.

Parlemen Bahrain menambahkan bahwa keputusannya untuk memanggil kembali utusannya dan menangguhkan hubungan ekonomi didasarkan pada sikap solid dan historis kerajaan yang mendukung perjuangan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina.



BACA JUGA:Demi Tugas, 3 Relawan Indonesia Pilih Bertahan di Gaza, WNI Lainya Mulai Dievakuasi

BACA JUGA:Pengeboman Israel 25 Hari di Jalur Gaza Tewaskan 3.500 Anak, UNICEF : 400 Anak Terbunuh Setiap Hari

Parlemen Bahrain juga mengecam operasi dan eskalasi militer Israel yang terus berlanjut di tengah kurangnya penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Bahrain juga menyerukan lebih banyak keputusan dan tindakan untuk melindungi kehidupan warga sipil di Gaza dan di seluruh wilayah Palestina.



Bahrain menjalin hubungan dengan Israel berdasarkan Perjanjian Abraham tahun 2020 yang ditengahi AS.



Dalam langkah serupa, Yordania pada hari Rabu kemarin juga mengumumkan telah menarik duta besarnya dari Israel dan mengatakan kepada duta besar Israel untuk menjauh sebagai protes atas pemboman Israel di Gaza.

Ini menandai negara Abraham Accord atau Perjanjian Abraham pertama yang 'menghentikan' hubungan dengan Israel. Perjanjian Abraham adalah perjanjian bilateral mengenai normalisasi Arab-Israel yang ditandatangani antara Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain pada 15 September 2020.

BACA JUGA:Direktur HAM PBB Sebut Pembataian Etnis Arab di Gaza Sedang Berlangsung, Craig Mokhiber: PBB Tak Berdaya

BACA JUGA:Tiga Pekan Diculik, Israel Klaim Influencer Shani Louk Tewas Saat Jadi Tawanan Hamas

Perkembangan terakhir terjadi hanya sehari setelah Yordania mengambil tindakan serupa terhadap Israel. Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi “segera” memanggil duta besarnya untuk Israel atas “bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya” di Gaza.

Amman menambahkan bahwa pihaknya hanya akan mengirim kembali utusannya jika Israel menghentikan serangan gencarnya dan meminta Tel Aviv untuk menarik duta besarnya untuk Amman.

Israel telah mengevakuasi kedutaan besarnya di Yordania serta negara-negara lain yang memiliki hubungan dekat, termasuk Bahrain dan Maroko. Sejauh ini Maroko dan Uni Emirat Arab belum melakukan langkah serupa.

Kategori :