Pabrik Baterai EV Dibangun, Siapa Diuntungkan?

Jumat 11-07-2025,07:14 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Khomsurijal W

Untuk mendukung mobilitas kendaraan listrik yang semakin tinggi, PLN juga telah membangun 463 unit SPKLU DC Fast Charging dengan daya 22–50 kiloWatt dan 367 unit SPKLU DC Ultra Fast Charging dengan daya lebih dari 50 kiloWatt. 

"Saat ini daya 200 kW menjadi standar tertinggi. Karena dinilai paling optimal berdasarkan kapasitas pengisian mayoritas EV, kestabilan jaringan, serta efisiensi biaya," jelas Gregorius.

 

Siapa yang Diuntungkan dari Mobil Listrik?

Revolusi kendaraan listrik di Indonesia membawa keuntungan bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga konsumen.

1. Pemerintah Indonesia:

Peningkatan Investasi & Ekonomi: Proyek pabrik baterai di Karawang, misalnya, diperkirakan akan menyerap nilai tambah ekonomi hingga USD 48 miliar (setara Rp 481,55 triliun), menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan industri manufaktur.

Peningkatan TKDN: Kehadiran pabrik baterai lokal menjadi kunci untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik hingga target 60% di tahun 2027. Bahkan optimistis menuju 100%. Ini memperkuat kemandirian industri otomotif nasional.

Pencapaian Target Net Zero Emission: Penggunaan kendaraan listrik adalah salah satu pilar utama dalam mencapai target emisi nol bersih (NZE) Indonesia. Targetnya mengurangi polusi udara dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Diversifikasi Energi: Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih.

2. Produsen Otomotif (APM):

Produsen Baterai: Perusahaan seperti konsorsium Antam-IBC-CBL (yang menggarap pabrik di Karawang) akan jadi pemain kunci dalam rantai pasok EV, memperoleh keuntungan dari permintaan baterai yang tinggi.

Produsen Mobil Listrik Lokal: Merek seperti Wuling dan Hyundai (yang telah merakit EV secara lokal) akan diuntungkan dengan pasokan baterai yang lebih murah dan insentif pajak yang lebih besar berkat TKDN tinggi.

APM Jepang: Meskipun dominan di hybrid, pabrikan seperti Toyota menunjukkan komitmen serius dengan rencana perakitan baterai lokal. Mereka akan diuntungkan karena dapat memperkuat portofolio elektrifikasi multi-pathwa, menawarkan pilihan HEV dan BEV sesuai kebutuhan pasar.

Chery Indonesia: Sebagai APM yang agresif di segmen EV, Chery menyatakan kesiapan penuh untuk mengikuti target TKDN pemerintah. Dengan rencana peningkatan kapasitas produksi dan ekspansi ekspor, Chery melihat peluang besar di Indonesia.

3. Konsumen Indonesia:

Pilihan Kendaraan Lebih Beragam: Konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan model mobil listrik, termasuk opsi yang semakin terjangkau.

Kategori :