Khusus penanganan banjir rob yang kerap terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, Gubernur Pramono menyebutkan, hal itu bukan sekadar bencana musiman, melainkan persoalan struktural yang semakin serius di era perubahan iklim.
Pembangunan tanggul di pesisir Jakarta sepanjang 1,4 kilometer dengan tinggi dinding 2,5 meter diharapkan mampu menahan air rob.
"Mudah-mudahan pembangunan ini selesai hingga Desember 2025,” ujarnya.
Pembangunan tanggul kemudian kembali dilanjutkan pada tahun 2026 sepanjang satu kilometer.
BACA JUGA:DPRD Usul Pemprov DKI Terbitkan Kartu Janda Jakarta: Janda Lebih Menggoda
BACA JUGA:Rano Terbitkan 267 Perizinan Koperasi Kelurahan Merah Putih: Jakarta Sudah Siap!
Pemprov DKI dan pemerintah pusat tengah mengembangkan kawasan pesisir terpadu menggunakan skema National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Rencana jangka panjang ini untuk menghadapi penurunan permukaan tanah, kenaikan muka air laut, serta risiko bencana di pesisir Jakarta.
Menanggapi keseriusan Pemprov DKI dalam mengendalikan banjir di Jakarta, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah meminta warga, terutama yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung, turut terlibat memberi dukungan.
"Alhamdulillah penlok sudah turun. Kita semua tahu, dulu lebar trase Kali Ciliwung mencapai puluhan meter, sekarang semakin menyempit," katanya.
Menurutnya, normalisasi Kali Ciliwung sudah menjadi keharusan dalam menekan potensi banjir, khususnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
BACA JUGA:Kuasa Hukum Roy Suryo Ajukan Gelar Perkara Khusus, Minta Ijazah Jokowi Disita untuk Uji Forensik
Hal itu harus berjalan berkesinambungan. Selain pengerukan pendangkalan sungai, perlu juga membangun tanggul dan penguatan titik-titik cekungan agar aliran air dari hulu ke hilir menjadi maksimal.