BACA JUGA:Satgas Impor Tak Akan Razia Pusat Perbelanjaan, Kemendag Minta Pedagang Jualan Seperti Biasa
Ditambah lagi, biaya parkir yang terus naik turut membuat masyarakat enggan berkunjung ke mal.
"Pemerintah daerah jangan serakah. Pajak tinggi, parkir mahal, akhirnya masyarakat kapok datang ke mal," ucap Trubus.
Trubus menilai, solusi utama agar mal kembali ramai adalah penurunan pajak dan retribusi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang membuka toko di pusat perbelanjaan.
Ia juga mendorong pemerintah agar memberikan subsidi pajak seperti yang diterapkan pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
"Kalau pajaknya diturunkan atau bahkan dihapus sementara, pelaku usaha bisa bernapas. Pengelola mal juga sebaiknya menurunkan harga sewa kios. Misalnya, dari Rp100 juta per tahun jadi Rp60–70 juta dulu, supaya tenan bertahan," jelasnya.
BACA JUGA:Polisi Buru Pelaku Pencurian 3 Ban Mobil di Parkiran Pusat Perbelanjaan Cempaka Mas
Selain itu, menurutnya, parkir gratis atau potongan tarif parkir bisa menjadi strategi efektif untuk menarik kembali pengunjung.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik lainnya, Agus Pambagio, menilai bahwa melemahnya kondisi ekonomi nasional juga menjadi faktor utama sepinya mal.
"Menjelang akhir tahun, ekonomi sedang tidak menentu. Orang jadi berhemat, enggan belanja, dan memilih simpan uang tunai," kata Agus kepada disway.id pada Minggu, 2 November 2025
Agus juga menyoroti maraknya platform belanja online yang membuat masyarakat semakin malas datang ke mal.
Dengan harga yang lebih murah dan kemudahan pengantaran, konsumen kini lebih memilih bertransaksi secara daring.
"Sekarang orang beli apa pun bisa online, harganya bisa 50–70 persen lebih murah. Ke mal cuma buat jalan-jalan, olahraga, atau makan di food court," papar dia.
Jurus Mal Kembali Bergairah
Agar mal kembali bergairah, Agus menegaskan perlunya dorongan nyata dari pemerintah untuk memulihkan ekonomi masyarakat.
"Kuncinya daya beli. Kalau masyarakat punya uang, mereka pasti belanja. Jadi, pemerintah harus fokus meningkatkan pendapatan warga dan mencegah PHK massal," terang Agus.