JAKARTA, DISWAY.ID— Kementerian Haji dan Umrah RI telah menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 10–30 Januari 2026.
Pelatihan tersebut menekankan pentingnya ketahanan fisik petugas demi menekan angka jamaah meninggal dunia, pelayanan prima dan memastikan tidak ada lagi jamaah haji Indonesia yang hilang di Tanah Suci.
Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), Hariqo Wibawa Satria, dalam wawancara bersama PRO3 RRI, dikutip Minggu (31/1).
BACA JUGA:Gratis! Safari Wukuf Khusus 2026, Layanan Eksklusif Lansia Tetap Raih Haji Mabrur
Ia menegaskan bahwa aspek fisik menjadi syarat mutlak bagi petugas haji. “Targetnya nanti bisa menekan jumlah jamaah yang meninggal dunia dan tidak ada lagi jamaah haji yang hilang di tanah suci,” ujarnya.
Hariqo mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, ahli pendidikan, dan instruktur fisik dalam pelatihan selama 20 hari.
Para peserta diwajibkan berjalan kaki di area asrama tanpa kendaraan, dengan rata-rata jarak tempuh mencapai 160 km atau sekitar 200 ribu langkah.
Selain itu, terdapat kegiatan fun walk sejauh 5 km hingga 10 km untuk melatih ketahanan.
Menariknya, meski pelatihan bersifat semi-militer, Hariqo menekankan bahwa instruktur TNI-Polri tidak menggunakan kata-kata kasar. “Tidak ada cacimaki, justru kalimat yang baik dan menyentuh hati peserta,” katanya.
BACA JUGA:Menhaj Sebut Indeks Performa Petugas Haji 2026 Capai 90 Persen
Peserta juga dibiasakan bangun pukul 04.00, shalat berjamaah, hingga lari pagi 2–3 km untuk menjaga kesehatan.
Selain aspek fisik, Diklat ini juga menyinggung visi pemerintahan Presiden Prabowo terkait dampak ekonomi haji.
Materi itu menjadi salah satu bahasan dalam kelas yang diikuti peserta, di samping materi teknis seperti perhajian, fiqih petugas hingga bahasa Arab.
Menteri Haji dan Umrah, Dr. Muhammad Irfan Yusuf, bersama Wakil Menteri Dr. Daniel Anzar, disebutnya mendorong keterlibatan UMKM serta rencana pembangunan “Kampung Haji” di Mekah.
Indonesia bahkan disebut sebagai negara pertama yang memiliki lahan di Kota Suci.