Jelang Ramadan 1447 H Pasokan Daging Sapi Tak Stabil dan Harga Naik? Ini Cerita Peternak Langsung dari Kandang

Senin 02-02-2026,05:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi Disway
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Dari total delapan pedagang daging sapi yang biasanya beroperasi di Pasar Gondangdia, kini hanya tersisa sekitar tiga lapak yang masih buka.

“Biasanya penuh, ada delapan lapak. Sekarang paling cuma dua atau tiga yang buka,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, seluruh pedagang daging sapi di pasar tersebut sempat melakukan aksi mogok berjualan selama tiga hari, tepatnya pada 22–24 Januari 2026. 

BACA JUGA:Ketika Gamers Memohon, Free Fire dan Roblox Jangan Dijadikan Kambing Hitam Pemicu Kekerasan

BACA JUGA:Game Online, Racun Jejak Digital, dan Ledakan SMAN 72: Sinyal Bahaya dari Dunia Maya

Aksi itu merupakan bentuk protes terhadap lonjakan harga daging sapi yang awalnya berada di kisaran Rp90 ribu per kilogram, lalu melonjak tajam hingga Rp130 ribu per kilogram.

Namun, harapan agar harga kembali turun usai mogok berjualan justru berbalik arah. 

Harga daging sapi kembali naik sekitar Rp20 ribu per kilogram dan kini berada di rentang Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

“Waktu demo itu harganya Rp130 ribu. Sekarang malah naik lagi, jadi Rp140 ribu sampai Rp150 ribu,” kata Imron.

Ironisnya, Imron menyebut ketersediaan stok daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Cawang sebenarnya masih tergolong normal. 

Ia pun mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya harga yang terjadi secara tiba-tiba.

BACA JUGA: Budaya Menyalahkan Korban, dan Bahaya untuk Korban Kekerasan

BACA JUGA: Tren Kasus ABH: Kenakalan Remaja atau Korban Bullying?

Meski begitu, Imron menduga ada praktik permainan harga di tingkat perantara atau makelar, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, periode yang sering terjadi peningkatan harga kebutuhan pokok.

“Biasanya memang ada saja permainannya kalau sudah mau puasa atau Lebaran,” tuturnya.

Lonjakan harga yang sudah terjadi sejak akhir 2025 berdampak langsung pada omzet pedagang. Minimnya pembeli membuat pendapatan mereka merosot tajam. 

Kategori :