Dalam konsep berjualan, kecil kemungkinan seorang pedagang membuang barang dagangannya. Kecuali kalau memang barangnya sudah benar-benar tidak layak dipakai.
Apalagi menjelang momentum lebaran tahun 2026 ini. Kendati terpantau sejak awal Ramadhan ini para pedagang pakaian bekas alias thrifting mengeluhkan sepi pembeli.
Seperti di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang begitu dikenal sebagai pusatnya barang-barang bekas yang diperjualbelikan kembali ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Omzet para penjual tidak sehedon biasanya.
BACA JUGA: Waduh, Pedagang Keluhkan Stok Thrifting Menipis Jelang Ramadhan
Hal ini mempengaruhi stok barang yang kian melimpah setiap harinya. Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, semakin banyak barang loakan yang masuk ke Indonesia. Khususnya dari China.
Pedagang thrifting di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, memiliki cara tersendiri jika mendapatkan barang "boncos" atau kualitasnya yang kurang bagus.
Limbah Thrifting yang Diobral
Para pedagang biasanya mensiasati penjualan barang dengan cara diobral. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi produksi limbah pakaian.
Hal itulah yang dilakukan Ucok, salah seorang pedagang thrifting di emperan Jalan Gunung Sahari. Tepatnya bertahan di depan pintu masuk Pasar Senen Blok III.
Ucok mengatakan, dirinya sempat menjual celana levis dengan harga murah saat sebelum memasuki bulan Ramadhan kemarin.
Celana-celana jeans itu memang sengaja diobral dengan harga murah--untuk mengurangi produk jual yang sudah menumpuk lama. Atau tidak laku.
BACA JUGA: Larangan Thrifting Bikin Rugi, Pedagang Pasar Senen Minta Dibolehin Impor, Janji Siap Bayar Pajak!
"Diobral (barang boncos). Kita gapernah langsung buang, biar gak jadi limbah pakaian juga," kata Ucok kepada Disway.id, Jumat, 27 Februari 2026.
“Bahkan kita kemarin waktu mau masuk puasa celana obral kali 5 ribu sampai 1.400 potong saya kemarin obral,” sambung Ucok.
Ucok sudah tidak lagi memikirkan untung rugi dari produknya yang tidak laku atau barang "boncos". Ia hanya memutar otak, 'yang penting dapur rumah terus ngebul'.
Sejak awal Ramadhan, pedagang pakaian Thrifting mengeluhkan sepi pembeli.-Cahyono/Disway.id-