Jelang Lebaran 2026, Momentum Obral 'Limbah' Thrifting: Untung atau Rugi?

Senin 02-03-2026,07:13 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Dimas Chandra Permana

Cara tersebut sudah paling mungkin dilakukan, daripada harus membuang barang tersebut menjadi sampah.

BACA JUGA: Menteri UMKM Maman Siapkan Solusi Untuk Akhiri Polemik Thrifting

"Sama sih, kita obral juga. Dijual se-murah murahnya," ujar Uda Rizal, sapaan karibnya.

Afrizal berharap, di tahun ini perekonomian kembali normal. Dan pedagang pakaiannya bekas sepertinya bisa mencukupi kembali kebutuhan sehari-hari.

"Ya kalau bisa ya distabilkan lah ekonomi ya'kan. Karena rakyat-rakyat kecil ini mungkin dia butuh buat sehari-hari, apalagi kita bisa berada di luar. Kadang-kadang ini banyak yang kosong, tidak mampu Itu sewanya," harapnya.

Rojali-rojali Belanja barang bekas

Tidak seperti sebelumnya, bulan puasa kali ini untuk menjual satu karung balpres pakaian bekas saja, diakui sangat berat.

Pantauan di lokasi pada Jumat, 27 Februari 2026, terlihat para pedagang pakaian bekas di halaman samping Pasar Senen Blok III, mulai membuka lapaknya pukul 19.00 WIB.

Ada lebih dari sepuluh lapak yang berdiri semi permanen di sana. Terlihat tidak banyak pengunjung yang datang untuk berbelanja pakaian.

Beberapa pengunjung terlihat hanya menilik pakaian yang dipajang di gantungan braket lalu pergi tanpa membeli.

Merosotnya omzet penjualan pakaian bekas di Pasar Senen ini dirasakan oleh salah satu pedagang thrifting, Hapsah (45).

"Ini aja udah dari puasa pertama kayak gini (barang masih banyak)" keluh Hapsah yang sudah dua tahun berjualan pakaian thrifting.

Pakaian bekas yang dijual Hapsah kebanyakan baju dan celana berbahan jins dengan kisaran harga mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Harga yang dipatok tentunya bukan harga pas. Pelanggan masih bisa menawar harga yang tertera di stand hanger.

Jika beruntung, pelanggan bisa mendapatkan pakaian dengan kualitas baik dari merk ternama.

“Kalau jins-jins yang bagus ya Rp100 lebih, 100 ribu. Bisa (nego) lah,” ujar wanita asal Suamtera Barat tersebut.

Barang Impor China Mendominasi

Kata Hapsah, kebanyakan pakaian bekas yang dia jual diimpor dari China. Barang-barang itu dikirim langsung oleh importir ke Pasar Senen Blok III.

Kategori :