Jelang Lebaran 2026, Momentum Obral 'Limbah' Thrifting: Untung atau Rugi?

Senin 02-03-2026,07:13 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Dimas Chandra Permana

“Ya habis macam mana, kita kan udah terlanjur dibeli juga, daripada nggak jadi modal kan saripada dikarungin-dikarungin doang. Ya rugi, ya tetap rugi sih,” ungkapnya.

Ucok bilang, langkah tersebut dilakukannya untuk me-restock atau mengganti barang yang baru. Apalagi tren 'beli baju lebaran' sudah semakin dekat.

“Kebiasaan daripada tidak berganti barang Apalagi mau suasana lebaran kan, Mau suasana lebaran gini kan Yang sedangkan itu sehari-hari aja dia udah gak laku Apalagi itu lebaran,” tuturnya.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Stok Kosong di Pasar Senen, Pedagang Thrifting Tuntut Janji Pemerintah

Pria yang sudah 1 tahun berjualan di Pasar Senen itu mengungkapkan, membali karung balpres yang berisi pakaian bekas sudah tidak memungkinkan.

Pasalnya, harga beli 1 karung balpres itu sudah cukup mahal. Harganya bisa Rp 3-4 juta/karung. Belum lagi banyak barang yang boncos.

“Bal-balan udah agak susah sih karena bal-balan itu udah pada naik, naiknya nggak tanggung lagi bisa sampai Rp 3 juta, 4 juta,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ucok sekarang lebih memilih untuk membeli barang baru daripada harus membayar jutaan rupiah yang isinya belum tentu bagus.

"Iya, makanya kita banyak ngambil barang baru sekarang. Kalau bal-balan kan rejeki-rejekian (untung-untungan), kalau lagi bagus, ya rejekinya, ya bagus kalau lagi nggak, ya nggak," lanjutnya.

Terkait pendapatannya menjelang Lebaran 2026, Ucok sudah tidak banyak berkata-kata. Ibaratnya: "laku ya syukur, gak laku ya cari cara agar barang tetap terjual".

BACA JUGA: Ganti Thrifting dengan Produk Lokal: Menteri Maman Pastikan Pedagang Tetap Untung

Dari katanya, Ucok terlihat frustasi. Ia bilang, terkadang satu hari saja dagangannya tidak bisa melakukan hal yang sama sekali. Sangat merosot dibandingkan tahun lalu.

Wah tahun ini merosot betul, tahun ini memang belum kelihatan (hasilnya). Kadang-kadang nggak ngelarisan kita, ucapnya.

Senada dengan Ucok, pedagang lainnya: Afrizal, juga terpukul dengan tren thrifting di tahun ini. Lapaknya seringkali tidak ada yang dikunjungi. Alias ​​sepi.

"Sepi banget tahun ini. Nggak kaya tahun lalu," kata Afrizal--yang lapaknya bersebelahan dengan Ucok.

Terkait produk yang tidak laku atau berkualitas jelek, kata Afrizal, dirinya juga menerapkan hal yang sama dengan Ucok. Sistem Yakni obral.

Kategori :