Jelang Lebaran 2026, Momentum Obral 'Limbah' Thrifting: Untung atau Rugi?

Senin 02-03-2026,07:13 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Dimas Chandra Permana

“Sepi banget mas, ini belum layanin satupun,” kata Nurdin.

Jika kondisinya terus begini, Nurdin berencana membanting harga seperti yang pernah dia lakukan sebelumnya.

Agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar, Nurdin pernah menjual seluruh barang dagangannya dengan harga Rp5 ribu per potong.

Paling gak kan bisa balik modal, untuk belanja lagi, tutupnya.

Thrifting Tak Bisa Dilihat Hitam atau Putih

Praktik ini dinilai memiliki dua sisi yang berbeda, membawa dampak positif bagi lingkungan dan konsumen, namun juga berpotensi mengancam industri tekstil dalam negeri.

Pakar Ekonomi, Suardi Bakri mengatakan barang thrifting pada dasarnya merupakan fenomena yang tidak bisa dilihat secara hitam-putih.

“Sebenarnya khusus thrifting itu sebagai fenomena yang memiliki dampak positif dan negatif,” ujarnya kepada Disway.id .

Di sisi positifnya, thrifting dinilai mampu membantu mengurangi limbah tekstil yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan.

Selain itu, tren ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi berkelanjutan, terutama dalam penggunaan pakaian agar tidak mubazir.

Tak hanya itu, thrifting juga membuka peluang bagi masyarakat menengah ke bawah untuk mendapatkan pakaian layak dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

“Thrifting bisa membantu mengurangi limbah tekstil, meningkatkan kesadaran konsumsi berkelanjutan, dan memberikan peluang bagi masyarakat menengah ke bawah untuk memperoleh pakaian layak dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Menggerus Produk Lokal Potensial

Namun demikian, Suardi mengingatkan adanya sejumlah dampak negatif yang perlu menjadi perhatian serius. Salah satunya adalah potensi ancaman terhadap industri tekstil lokal. 

Menurutnya, ketika masyarakat lebih memilih membeli pakaian bekas dibandingkan produk impor dalam negeri, maka daya saing industri lokal bisa terdampak.

Selain itu, ia juga menyoroti risiko kesehatan dari pakaian bekas yang tidak terjamin kebersihannya. 

Pakaian yang tidak melalui proses sterilisasi berpotensi membawa bakteri atau virus.

“Perilaku thrifting ini dapat mengancam industri tekstil lokal. Juga bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit jika kebersihannya tidak terjaga,” ucapnya.

Kategori :