Jelang Lebaran 2026, Momentum Obral 'Limbah' Thrifting: Untung atau Rugi?

Senin 02-03-2026,07:13 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Dimas Chandra Permana

Di terlihat lokasi puluhan karung balpres pakaian bekas menumpuk di depan lobi Pasar Senen Blok III.

Menjelang Magrib, aktivitas bongkar muat barang bekas impor oleh para porter terlihat sangat sibuk.

Mungkin tidak mengetahui secara pasti siapa pihak importir yang memasok barang-barang bekas tersebut.

Hapsah mengambil pakaian bekas impor tersebut di depan lobi Pasar Senen Blok III dalam bentuk karung balpres.

Harga per balpresnya bervariasi dikisaran Rp6-8 juta, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Selama ini Hapsah mengaku tidak pernah kecewa dengan kualitas barang yang dia ambil dari pemasok langganannya.

Kalaupun omzetnya seret, itu murni dari sepinya pembeli, bukan karena rendahnya kualitas barang.

“Makanya kalau nggak kenal jangan ini (ambil), saya nggak berani,” ujarnya.

Hapsah mengaku, selama dua tahun dirinya berjualan pakaian bekas di kawasan Pasar Senen, belum pernah mengalami kerugian.

“Ya, ada lah dikit-dikit (keuntungan), nggak boncos-boncos banget gitu,” tegasnya.

Hapsah menuturkan, saat ini di lapaknya tidak melulu menjual pakaian bekas. Untuk menarik pelanggan Hapsah juga menjual pakaian baru dengan harga di bawah pasaran.

Hapsah berharap, menjelang Idul Fitri tahun ini, omzet usahanya secara perlahan dapat mengalami kenaikan.

"Semoga aja seminggu mau lebaran banyak lah yang beli," pungkas Ibu dua anak tersebut.

Hal serupa dirasakan pedagang thrifting lainnya, Nurdin (56). Kata dia, jika berkaca dari bulan puasa tahun lalu, omzetnya mengalami penurunan lebih dari 60 persen.

Pada pekan pertama bulan puasa tahun lalu, ucap Nurdin, pengunjung sudah banyak berseliweran di area thrifting.

Namun bulan puasa tahun ini terasa sangat berbeda. Sudah hampir dua jam dirinya menggelar dagangannya, belum ada satupun pengunjung yang datang ke lapaknya.

Kategori :