Satu keputusan mencoba narkotika mungkin hanya berlangsung beberapa menit.
Tetapi akibatnya dapat berlangsung bertahun-tahun.
Di sinilah “Mirasantika” mengajarkan sebuah filsafat sederhana:
'Jangan menukar masa depan dengan kesenangan yang terlalu murah.'
Dari Lagu Lama ke Cermin Zaman
Maka “Mirasantika” bukan sekadar lagu lama.
Ia adalah cermin.
Dan seperti semua cermin, masalahnya bukan apakah cermin itu masih bagus, tetapi apakah kita masih berani melihat wajah sendiri di dalamnya.
Tiga puluh tahun lebih setelah lagu itu bergaung, problem yang dikritiknya belum selesai.
Bahkan mungkin lebih rumit.
Miras dapat berubah bentuk.
Narkotika dapat berubah jenis.
Cara distribusinya berubah.
Bahasa promosinya berubah.
Teknologi peredarannya berubah.
Tetapi satu hal tidak berubah:
'manusia masih mudah tergoda oleh kenikmatan yang menjanjikan kebahagiaan cepat.'