Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Senin 05-10-2026,07:12 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

Karena itu, perang melawan narkotika tidak cukup hanya dengan menangkap pengguna di ujung rantai.

Masyarakat juga harus bertanya:

Siapa yang memperoleh keuntungan dari kehancuran manusia?

Pertanyaan ini penting.

Sebab seorang pecandu mungkin memperoleh kesenangan beberapa jam, tetapi ada pihak lain yang memperoleh keuntungan ekonomi dari ketergantungannya.

Di sinilah tragedi itu menjadi lebih ironis.

Seseorang membayar untuk menghancurkan dirinya sendiri.

Sementara orang lain mendapatkan keuntungan dari kehancuran tersebut.

“Tak Akan Kureguk Lagi”

Ada satu pesan penting dalam lagu ini: 'penolakan'.

“Tak akan kureguk lagi.”

“Tak akan kucium lagi.”

Kalimat tersebut adalah simbol kesadaran.

Ia menunjukkan bahwa manusia masih mempunyai kemampuan untuk mengatakan 'tidak'.

Namun dalam kehidupan nyata, mengatakan “tidak” tidak selalu mudah.

Orang yang sudah mengalami ketergantungan tidak cukup hanya diberi ceramah moral. Ia membutuhkan pertolongan, rehabilitasi, lingkungan sosial yang sehat, keluarga yang mendukung, dan sistem yang mampu memulihkan martabatnya.

Karena itu, membaca “Mirasantika” secara hermeneutis juga berarti menghindari sikap menghakimi.

Kategori :