Mirasantika: Kenikmatan yang Menagih Masa Depan

Senin 05-10-2026,07:12 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

Karena itu, pesan lagu Rhoma Irama tetap aktual.

Al-Qur'an mengingatkan agar manusia menjauhi khamr karena ia dapat menjadi pintu permusuhan dan menjauhkan manusia dari kesadaran kepada Tuhan.

Hermeneutika mengajak kita melangkah lebih jauh: membaca pesan itu dalam konteks masyarakat kita sendiri.

Dan masyarakat hari ini perlu bertanya:

Apakah kita sedang membangun generasi yang mampu mengendalikan keinginannya, atau justru generasi yang mudah dikendalikan oleh keinginannya?

Sebab masalah terbesar Mirasantika bukan semata-mata terletak pada botol atau zatnya.

Masalah terbesar adalah 'ketika manusia kehilangan kemampuan berkata tidak kepada sesuatu yang perlahan-lahan menghancurkan dirinya sendiri.'

Maka lagu itu seakan masih menyampaikan pesan yang sama kepada zaman:

'Dulu mungkin kita mengira Mirasantika hanyalah nama sebuah lagu. Hari ini kita tahu, ia adalah nama lain dari godaan yang datang dengan wajah kenikmatan, tetapi diam-diam menagih masa depan.'

Dan barangkali, di tengah zaman yang semakin gemar menjual kenikmatan, kita memang membutuhkan keberanian paling sederhana:

'berhenti sebelum terlambat.' Karundang 5826.

 

Kategori :