Karena itu, pesan lagu Rhoma Irama tetap aktual.
Al-Qur'an mengingatkan agar manusia menjauhi khamr karena ia dapat menjadi pintu permusuhan dan menjauhkan manusia dari kesadaran kepada Tuhan.
Hermeneutika mengajak kita melangkah lebih jauh: membaca pesan itu dalam konteks masyarakat kita sendiri.
Dan masyarakat hari ini perlu bertanya:
Apakah kita sedang membangun generasi yang mampu mengendalikan keinginannya, atau justru generasi yang mudah dikendalikan oleh keinginannya?
Sebab masalah terbesar Mirasantika bukan semata-mata terletak pada botol atau zatnya.
Masalah terbesar adalah 'ketika manusia kehilangan kemampuan berkata tidak kepada sesuatu yang perlahan-lahan menghancurkan dirinya sendiri.'
Maka lagu itu seakan masih menyampaikan pesan yang sama kepada zaman:
'Dulu mungkin kita mengira Mirasantika hanyalah nama sebuah lagu. Hari ini kita tahu, ia adalah nama lain dari godaan yang datang dengan wajah kenikmatan, tetapi diam-diam menagih masa depan.'
Dan barangkali, di tengah zaman yang semakin gemar menjual kenikmatan, kita memang membutuhkan keberanian paling sederhana:
'berhenti sebelum terlambat.' Karundang 5826.