Jane Moses

Jane Moses

Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Tidak akan ada Zohran Mamdani kalau tidak ada Robert Moses.

Anda sudah sangat kenal Moses –apalagi Anda: para wali kota, arsitek, dan mahasiswa jurusan perencanaan tata kota.

Meski Moses sudah lama meninggal (tahun 1981), gerakan anti-Moses terus hidup di New York. Berkembang. Zohran, wali kota baru New York, adalah generasi penerus gerakan anti-Moses.

Awalnya Robert Moses bukan siapa-siapa kalau tidak direkrut oleh gubernur negara bagian New York, Al Smith. Ia ibarat Tri Rismaharini, yang ternyata hebat setelah direkrut wali kota Surabaya Bambang D.H. –lalu Bu Risma jadi wali kota yang merombak Surabaya.

Moses merombak New York. Dalam skala lebih besar. Sangat besar. Boleh dikata Moses-lah ''bapak pembangunan kota New York''. Setidaknya ia dapat gelar ''bapak infrastruktur kota New York".

Moses dikenang sampai sekarang. Diabadikan di buku. Di film. Di ingatan orang New York.

Baik dan buruknya. Senang dan bencinya. Hampir sama besarnya.

Moses Yahudi keturunan Jerman yang lahir di New Heaven --hanya dua blok dari kampus Yale University.

Moses awalnya juga kuliah di Yale. Saya lupa, ketika ke Yale tahun lalu tidak mencari rumah asal Moses. Maklum waktu itu Zohran masih belum siapa-siapa.

Moses adalah bulldozer New York. Gusur sana, gusur sini. Kampung-kampung lama pusat persewaan rumah ia gusur. Kawasan itu ia peruntukkan blok-blok pencakar langit. Apartemen-apartemen tinggi. Fungsinya tetap perumahan. Penghuninya tetap penyewa. Tapi penghuni kampung yang lama tidak mampu lagi menyewa di gedung yang baru.

Mereka tergusur.

Jalan-jalan lebar ia bangun di New York. Kampung miskin ia gusur. Jalan itu untuk yang punya mobil. Penghuni lama tidak mampu lewat jalan di bekas rumahnya itu.

Jembatan-jembatan besar ia bangun. Jembatan tinggi. Perlu akses ke jembatan. Perlu tanah luas. Kampung miskin di sekitar jembatan digusur.

Taman-taman luas ia bangun. Kampung miskin digusur. Taman itu untuk orang kaya.

Pertambahan taman di kota New York saja lebih 500 hektare.

Dan itu menimbulkan kebencian yang meluas --di kalangan penduduk miskin.

Gerakan masif anti Moses pun sangat berkembang. Gerakan pertama dipimpin Jane Jacobs. Wanita. Kulit putih. Jane berpendapat kota itu untuk manusia. Moses, kata Jane, beraliran kota itu untuk mobil.

Jane adalah wartawan, penulis, aktivis tata kota. Dia masuk dalam klub arsitektur kota. Bukunya laris: The Death and Life of Great American Cities. Terbit tahun 1961. Ahli tata kota seperti almarhum Prof Johan Silas (ITS) pasti terpengaruh oleh buku ini.

Moses dan Jane sama-sama alumnus Columbia University. Beda tahun. Beda jurusan. Sama-sama juga berumur panjang. Moses meninggal umur 91 tahun. Karena jantung. Jane meninggal umur 89 tahun. Karena stroke.

Setelah Jane meninggal gerakan anti ideologi Moses dipimpin Jumaane Williams. Ia kemarin dilantik sebagai satu dari trio pejabat tinggi New York sekarang: Zohran Mamdani, Jumaane Williams, dan Mark D. Levine (Baca Disway: Tiga Serangkai).

Dulu Moses sangat berkuasa –meskipun tidak pernah menjabat wali kota. Kini si anti-Moses, Zohran, ganti yang jadi wali kota.

Moses mendapat gelar bapak infrastruktur New York, Zohran akan jadi bapak ''membangun tanpa menggusur''. Moses sudah meninggal, Zohran baru memulai bekerja.

Si bapak infrastruktur belakangan dikenang juga sebagai ''bapak rasis lewat kebijakan infrastrukturnya''. Kelihatannya ia pro-pembangunan tapi hasilnya rasis: ras tertentu harus menyingkir ke pinggir; menjadi warga kelas tiga. Mereka inilah pemilih Zohran --umur 34 tahun jadi wali kota.

Saya jadi ingin ke New York lagi: untuk ke kawasan Greenpoint, di Brooklyn. Di situlah pusat perlawanan atas ideologi tata kota gaya Moses.

Kemarin Zohran ke situ. Disambut pelukan-pelukan hangat warga. Laki-perempuan. Umumnya kulit putih. Warga Greenpoint berjumlah sekitar 40.000 orang --mayoritas imigran asal Polandia.


Zohran Mamdani saat datang ke Greenpoint.--Nydailynews

Di sinilah dulu berbagai industri berdiri. Karena itu banyak bangunan bekas pabrik. Banyak keluarga buruh. Dari ini pula Anda bisa melihat pusat kota New York, Manhattan, seperti hutan gedung tinggi, di seberang sungai. Ideologi tata kota Jane berkembang dari sini --menentang ideologi pembangunan kota gaya Moses.

Apa pun, kenyataannya, ideologi tata kota gaya Moses banyak pengikutnya: pun di Jakarta. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 4 Januari 2026: Tiga Serangkai

djokoLodang

-o-- comptroll control apa bahasa Indonesianya? kemarluan... --0-

djokoLodang

-o-- Saat aku masih kecil dulu, orang dewasa selalu bilang aku terlalu muda untuk mengerti. ... hhmmm ... Sekarang aku sudah dewasa, tapi anak-anak muda itu bilang aku sudah terlalu tua untuk mengerti. -o--

Mukidi Teguh

Kalau di sana walikota, advokat rakyat, dan comptroller murni diangkat oleh rakyat. Lalu bekerja untuk rakyat. Kalo disini andai strukturnya seperti itu, cara kerjanya berbeda. Skenarionya kira-kira begini: invisible hand dari pengusaha kelas naga dan kelas paus sudah menentukan siapa calon walkot, advokat dan comptrollernya. Yang sebisanya pro dengan tindak-tanduk usaha mereka. Lalu dengan fulus tak berseri menggerakkan bajer, membayar panitia pemilu, menyogok penguasa dari pucuk hingga akar, lalu membeli suara pemilih. Ketika terpilih, trio ini tentunya seolah-olah bekerja untuk rakyat, tapi sejatinya bekerja untuk kepentingan tuannya: para naga dan paus itu. Bagaimana dengan pemegang otoritas bidang fiqihnya? Gampang, kasih aja tambang batubara kalori paling tinggi.

Mukidi Teguh

Saya yakin, setelah100 hari, Amang Juhran sadar bahwa gaya sosialisnya tidak berjalan sesuai textbook. Kenapa demikian? Banyak confounding factor yang belakang muncul yang sebelumnya tidak terprediksi. Contohnya sudah ada di sini. Ketika itu, punggawa keuangan negri sribu pulau baru saja diganti. Punggawa baru dengan sigap menyuntik dana segar 200 trilyun ke bank-bank milik negara. Ternyata beberapa bulan kemudian, uang itu tidak berefek seperti yang diharapkan. Bukan karena texbooknya yang salah. Tapi karena pegawai bank negri sribu pulau lebih pilih cari selamat.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BPK JANGAN TERLALU SIBUK DENGAN WTP.. Sudah saatnya BPK tidak hanya sibuk membagikan stempel WTP. Karena WTP sering disalahpahami—seolah-olah berarti: 1). program berhasil, 2). uang rakyat bermanfaat, dan 3). kebijakan tepat sasaran. Padahal tidak selalu begitu. WTP hanya bicara kepatuhan laporan keuangan terhadap aturan. Ia tidak otomatis menjawab pertanyaan paling penting: apakah uang negara dipakai secara masuk akal dan berdampak nyata? Banyak program "lulus administrasi", tapi "gagal fungsi". Ke depan, BPK sebaiknya lebih menonjolkan audit kinerja dan audit kebijakan: 1). menilai efektivitas, 2). efisiensi, dan 3). outcome belanja negara. Berani mengatakan, misalnya: 1). program ini legal, tapi boros; 2). sah, tapi salah desain. Itu jauh lebih berguna bagi DPR dan publik daripada sekadar "opini akuntansi". BPK juga perlu memperkuat early warning, bukan hanya laporan setelah uang habis. Dengan laporan yang lebih tajam, ringkas, dan komunikatif ke publik, BPK akan kembali ke khitahnya. Bukan sekadar pemeriksa angka, tapi "penjaga akal sehat keuangan negara. WTP penting. Tapi manfaat bagi rakyat jauh lebih penting.

Ahmad Zuhri

Secara aturan sebenarnya kita sudah baik dan tidak kalah ketat, tapi.. Orang kita kadang memang cukup kreatif 'mengakali' peraturan yg ada, sehingga tercipta lah peluang untuk penyelewengan itu.. Ada yg karena pengen segera balik modal, ego pribadi/gengsi keluarga, kaget dengan jabatan dan kewenangan yg dimiliki, balas budi, dll.. Karakter suku, bangsa dan orang jg sangat berpengaruh.. kl misalnya sistem seperti itu dibawa ke sini blm tentu jg cocok. Kl kita bisa menempatkan orang yg baik dan tepat untuk menduduki jabatan sesuai peraturan kita, yakinlah.. Rumput tetangga tidak selalu kelihatan lebih hijau..

Sugi

Iya sepakat Bah. Kadang orang yang kita judge 'kafir' dalam perilakunya malah justru sangat islami. Yakni sesuai prinsip2 universal dalam Islam yang kita yakini selama ini. Seperti soal integritas, objektivitas, mentalitas, kreativitas, stabilitas, dan solidaritas.

istianatul muflihah

Negara anomali. Dalam survey terkait spiritualitas, Indonesia termasuk ranking papan atas. Paradoksnya, dalam survey korupsi juga sama sama. sayang sekali, jikalau agama sebatas ritual. Tapi spirit dalam melakoni kehidupan belum menjiwai nilai luhur itu.

Setyo Hari Wibowo (Kapiten Sulthon)

Kalau di negara Konoha, 2 pejabat yang mengontrol itu akan bersepakat dengan yang dikontrol untuk saling pura - pura tidak tahu...

Kujang Amburadul

Kita itu suka jd terbiasa "gregetan". Lihat Walikota, Gubernur atau Menteri yg kelihatan sedikit berintegritas, rasanya kepengeen banget menjadikan orang no 1 di Republik ini. Saking selama ini orang2 no 1 itu gak pernah greget. Dan akhirnya kepikiran juga, apa di negara selain KonoHaH juga bisa diterapkan?

Ciga Sama

Tumben kali ini abah tidak bangga di kalimat penutup. Di sini juga ada anak muda seusia itu yang punya (1) hak untuk intervensi melindungi pembelanya. Juga (2) menampung komplain warga melalui lapor mas, bahkan via WA juga. Ya cuma ditampung aja kok. Dan (3) pengontrol penggunaan anggaran, semua kontrak proyek, baru sah kalau keluarganya sudah menyetujui. Tuh disini bisa 1 orang lakukan 3 rangkaian itu. Disana butuh 3 orang lakukan itu. Masih hebat sini kan.

Ibnu Shonnan

Hemmm..seakan dengan tiga sistem itu sebuah pemerintahan akan jalan sangat baik. Saya kok ngak yakin. Masalah pokoknya itu bukan di sistem. Tapi, pelaksananya, pelakunya. Apapun sistemnya yang dipakai. Kalau pelaksana sistem itu belum selesai dengan dirinya, tentu jabatan itu hanya akan dijadikan tumpangan kerakusannya. Apalagi sama Tuhannya saja ngak ada rasa takut. Jabatan adalah untuk mendapat apa dan berapa?

Juve Zhang

Dana pensiun 250 milyar USD tidak besar jika sewa rumah 2500 s.d 3000 USD sebulan....ini malah tekor ...coba anda pensiun misal 5000 dolar sebulan ....mau di apakan duit segitu sewa rumah sebulan 2500 dolar.... Amsiong.....standar New York termahal di dunia mungkin saingan Swiss....jika anda pake 5000 dolar pensiun di Bali anda jadi Raja Duit dikelilingi wanita 5 iiii setiap hari.....wkwkwk

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Indonesia juga negara demokrasi yang segala level pemerintahannya -dari pusat hingga daerah- juga memakai trias politica. Tujuannya jelas: saling mengawasi. Supaya tidak ada kekuasaan yang absolut. Kita sudah tahu trias politica: pembuat dan pengawas aturan (legislatif), pelaksana aturan (eksekutif), serta penegak aturan (yudikatif). Bahkan tak cukup itu, di negara kita juga ada "pilar keempat" yaitu pers, bertugas melaporkan semua pelaksanaan itu ke publik, ke rakyat. Hasilnya? Tak seindah di Kota New York yang benar-benar saling mengawasi. Di Indonesia, semua pilar telah "dikondisikan". Jangankan saling mengawasi, mereka berkomplot untuk bersama-sama mengakali rakyat. Iya, rakyat tetap dapat haknya, tapi prioritasnya setelah keluarga penguasa, setelah keluarga anggota dewan, setelah keluarga penegak hukum, dan setelah keluarga petinggi parpol. Semua pejabat kita itu saat dilantik juga pakai kitab suci. Sama persis. Bahkan ada 6 macam kitab sucinya. Tapi nyatanya mereka tak takut dengan Tuhan-nya sendiri. Negara yang terkenal sangat beriman dan ahli fikih ini ternyata masih jauh dari agamis.

Wilwa

@AbdQohar. Atau yang lebih luas dari LOB(H)A yaitu MOHA alias IGNORANCE alias KETIDAKTAHUAN. Alias, bahasa kasarnya, KEBODOHAN. Disebut MOHA karena tak percaya adanya HUKUM (KARMA). Bahwa korupsi itu pasti ada hukuman kepada yang melakukan. Jadi orang beragama Buddha mungkin tak percaya adanya Tuhan tapi percaya adanya semacam HUKUM atau LAW atau DHARMA. Dapat dikatakan bahwa Dharma adalah “Tuhan”nya orang Buddha walau tak tepat. Karena Dharma itu istilah yang merujuk sesuatu yang bersifat IMPERSONAL sedang Tuhan itu istilah yang merujuk sesuatu yang bersifat PERSONAL. Ini nuansa “non personal” yang sulit dipahami atau diterima oleh orang yang beragama ABRAHAMIC (Yahudi-Kristen-Islam) yang sudah terlanjur percaya pada ADANYA Tuhan “Personal” baik itu Yahweh, Father, Allah, whatever. Jadi tak semua agama mensyaratkan harus percaya adanya Tuhan karena ada yang percaya adanya Dharma dan yang disebut Tuhan itu tak lebih sejenis makhluk yang sama seperti homo sapiens yang mengalami lahir dan mati. Tuhannya orang Yunani/Romawi seperti Jupiter/Zeud pernah lahir (baca: dipercayai mayoritas orang Yunani/Romawi 3000-2000 tahun lali) dan sekarang dapat dikatakan sudah mati (hampir tak ada lagi yang percaya adanya Jupiter/Zeus). Bedanya agama Buddha / Dharmaic dengan agama-agama Abrahamic di situ. Tuhan (atau Deity atau Thei atau Dev atau Diva atau Deva atau whatever) suatu waktu bisa tiada tapi Dharma atau Hukum (Karma, Kebenaran, Kehidupan, Semesta, whatever) itu tetap ada.

Wilwa

@AbdQohar. Tidak selalu syarat orang beragama/beriman harus mengakui adanya Tuhan, contohnya orang beragama Buddha. Gak percaya? Buka saja kitab “suci” nya, tak ada satu pun kata Tuhan di dalamnya. Tapi toh ada juga pejabat beragama Buddha yang korupsi. Jadi yang Anda sebut “setan” gagal total tuh. Orang beragama Buddha tetap tergoda untuk korupsi. Jadi korupsi itu tak tergantung orang percaya Tuhan atau tidak. Korupsi itu, menurut filosofi Buddha, faktor utamanya ada di dalam diri homo sapiens itu sendiri: LOBA alias GREED alias (KE)SERAKAH(AN). Betul atau benar? ☕️

Abd Qohar

Tanpa Iman dianggap agamis ? Fenomena aneh jaman akhir. Orang sering membanggakan kehidupan di negara asing yg ateis dan mengatakan lebih agamis dari indo yg notabene banyak korupsi. Padahal syarat orang beragama harus mengakui adanya Tuhan (iman). Kalau sudah tidak punya Iman, setan sudah berhasil, jadi dia sudah tidak digoda lagi misalnya dg korupsi dan sejenisnya. Wallohu a'lam

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SYARAT MENJADI COMPTROLLER: BUKAN SEKADAR PANDAI HITUNG DAN LOLOS SELEKSI (POLITIK) DPR.. Comptroller bukan jabatan pemula. Baik di perusahaan swasta, BUMN, maupun negara, kursi ini menuntut kepala dingin, logika tajam, dan nyali bicara benar. Secara pendidikan, fondasinya hampir sama: 1). akuntansi, 2). keuangan, 3). ekonomi, atau 4). manajemen. Gelar S2—MBA atau Magister Keuangan—sering jadi nilai tambah. Sertifikasi seperti CPA, CA, CMA, atau CIA bukan hiasan, melainkan bukti disiplin profesional. Di sektor negara, pemahaman keuangan publik dan hukum anggaran wajib hukumnya. Pengalaman jauh lebih menentukan. Idealnya 10–20 tahun di lintasan keuangan: 1) audit, 2). controllership, 3). treasury, 4). perencanaan, hingga 5). operasional bisnis. Pernah merasakan gagal proyek itu penting—karena dari situ lahir kepekaan risiko. Comptroller yang tak pernah salah biasanya cuma pandai tanda tangan. Yang sering dilupakan: 1). karakter. 2). sikap independen, 3). tahan tekanan, dan 4). sanggup berkata “tidak” pada atasan. Di BUMN dan negara, ini ujian sesungguhnya. Singkatnya, comptroller bukan soal ijazah paling tinggi, tapi integritas paling keras. Karena tugas utamanya bukan menyenangkan pimpinan, melainkan "menyelamatkan uang"—dan "akal sehat"—lembaga.

Murid SD Internasional

Tatkala pandemi Covid 19, alat tes swab diujicobakan ke kambing dan pepaya. Hasil test-nya positif Covid semua. Kontan langsung saja Presiden Tanzania Magufuli menyatakan bahwa pandemi Covid ini dibikin-bikin, dan beliau menolak semua omong kosong swab, masker, dan protokol physical distancing.

Taufik Hidayat

Judulnya kali ini asyik. TIga Serangkai. Dan salah satu dari tiga serangkai itu adalah Jumaane Williams yang disebut Kristen berkulit hitam. Nama ini langsung mengingatkan saya akan nama sopir sekaligus pemandu wisata yang menemani kami safari di Tanzania. Dia yang menjadi teman selama beberapa hari sejak dari bandara Kilimanjaro, Arusha , Lake Manyara, Karatu, Ngorongoro. Ketika saya tanya apa makna kataJumaane .. dia jawab artinya hari Selasa dalam bahasa swahili. Saya memang sudah sedikit belajar bahasa swahili sewaktu ke Kenya tapi baru sampai Karibu atau Jambo. Saya langsung cek kapan nih tanggal lahir Jumaane yg dari NYC! Ternyata 11 Mei 1976 dan katanya hari Selasa. Dalam bahas swahiki nama hari dimula Ijuma ; hari Jumat lalu Jumamosi : Sabtu (satu hari setelah juma), Jumapili : minggu (dua hari setelah jumah; Jumatatu : Senin (tiga hari setelah Juma): Jumaane : Selasa (empat hari setelah Juma) ; Jumatano: Rabu (lima hari setelah Juma); yang beda adalah Alhamis: Kamis .. dari Bhs arab. Lucunya sama seperti Bhs Indonesia dari khasun yg artinya lima . He he .. nama hari dengan angka ini juga ada dalam Bhs Persia. Dan menjadi abadi di ibukota Tajikistan Dushanbe yg artinya hari Senin. Dimulai dengan Shanbeh: hari Sabtu , Yeikshanbeh (Minggu), doshanbeh (Senin ) ; Sehsganbe (Selasa); Chohorshanbeh (Rabu) , Panjshanbeh (Kamis) dan Jumah (Jumat) .. Yek, do, Seh, Chohor, Panj adalah 1.2,3,4,5 dalam Bhs Farsi. Seperti ahad isnin salaşa arba khansun dlm basa arab

Kujang Amburadul

Kalau bahasa Karuhun "Thi sole dhatz"

Murid SD Internasional

Bahasa Mandarin-nya "kepleset". Li Chin.

Liáng - βιολί ζήτα

Padanan kata Controller dan Comptroller dalam bahasa Chinese, jelas koq perbedaannya..... ---> Controller - diterjemahkan menjadi 控制器 (Kòngzhì qì). ● (控制器 Kòngzhì qì), bisa merujuk ke Sistem, Perangkat, ataupun Orang. ---> Comptroller - diterjemahkan menjadi 主計長 (Zhǔjì zhǎng). ● (主計長 Zhǔjì zhǎng), sudah pasti merujuk ke Orang, seperti Auditor General, Komisaris Keuangan, atau Direktur Biro Anggaran.

Juve Zhang

Amerika mudah menculik presiden Venezuela Maduro tetapi sulit menguasai Venezuela karena Wakil presiden tidak mau diajak kompromi oleh Amerika alias diajak jadi presiden Boneka...dia wanita tangguh....wah Amerika gak nyangka wanita ini menolak diangkat jadi presiden Boneka....sang wapres bilang presiden ya Maduro....saya wapres.... Amerika harus perang seperti Vietnam kalau mau turun dan kuasai Venezuela....akankah perang besar meletus di Venezuela???? Mungkin saja sesuai pernyataan wapres Rodriguez akan bertahan terhadap kolonialisme dan imperialisme....sebuah pernyataan hebat dari Bu Rodriguez...artinya Vietnam kedua bagi Amerika....

Liáng - βιολί ζήτα

sampé segitunya Paman Sam..... merekayasa berbagai alasan sebagai pembenaran untuk melakukan penyerangan, dan menangkap Presiden Venezuela dan Istrinya..... yang akan diadili di Amerika dengan dakwaan narkoterorisme..... éh..... ujung-ujungnya, lha koq industri minyak Venezuela diambil-alih..... dasar Donald Trump..... aki-aki bedegong !!

Muh Nursalim

Jujur n Adil itu universal. Agama apapun setuju n mendukung. Di sini agama menjadi satu. Motifasi untuk nenegakkan keadilan n kejujuran dpt dibungkus dg menjalankan ajaran agamanya masing2. Sebaliknya mereka yg tdk adil dan pembohong bukan saja melanggar agama tetapi juga menghianati negara. Dalam bhs kitab suci jujur n adil adalah kalimatun sawa'. Titik temu semua ajaran agama.

Em Ha

Hmmmm. Ini ada bau-bau sunatan om Heru. 2 minggu lalu anak kami khitanan. Three Musketer. Anak saya dan 2 sepupunya. Seorang Mantri Sunat merangkap tiga kerjaan. Anastesi, Ahli bedah, Perawat jahit luka. Mantri itu memotong 30% kulit burung. Dua minggu berlalu. Luka itu masih ada. "Iman.... sudah kontrol burung belum hari ini?" Sahut emaknya, mengingatkan. Hari ini mantri itu ada tambahan tugas. Controller. Memastikan luka sembuh, sisa kulit yang dipotong menyatu.

heru santoso

Alkisah...... tiga serangkai penjaga MBG: kepala dapur - ahli gizi - accountant. // Ahli Gizi: “Menu hari ini sudah pas. Protein cukup, sayur segar, kalori aman.” // Accounting: “Anggaran juga rapi. Sesuai APBN. Tidak ada yang nyempil.” // Kepala Dapur (tegak): “Operasional jalan. Dapur ini kecil, tapi saya pimpin seperti wali kota New York.” // Jreng jreng jreng ..(Pemilik Mitra masuk) Mas Harjo: “Kita perlu efisiensi.” // Ahli Gizi: “Efisiensi atau diet paksa?” // Mas Harjo: “Potong saja 30 persen bahan. Anak-anak kan tidak menghitung gram.” // Accountant: “Tapi laporan saya tetap harus lurus.” // Mas Harjo: “Lurus ke atas. Bengkok sedikit ke bawah tidak apa.” // Kepala Dapur: “Tugas saya menjalankan amanat mulia dengan bijak, tapi kenapa tiba-tiba begini ?” // Mas Harjo (berbisik): “Saya juga ditekan. Ada setoran tambahan 20 persen ke yayasan pemilik titik.” // Accountant: "Setoran 700 rupiah per porsi ke yayasan itu gimana?" // Mas Harjo: "sssttt....itu biaya koordinasi umum." // Kepala Dapur (menarik napas): “Konsepnya bagus. Yang bocor bukan sistemnya. Manusianya kurang sering hadir di panggung pengajian akbar.”

Juve Zhang

KDM saya sarankan malu RI 1 2029 beliau 2029 puncak momentum nya....jangan tunggu 2034 bisa jadi puncak momentum sudah lewat....jika beliau tidak dicalonkan Gerindra ambil partai lain karena ambang batas presiden sudah 0%....ini momentum gak datang setiap tahun....saya baca momentum KDM sekarang Ada di Puncak Gunung tinggi.....sangat menjanjikan....pemilih Prabowo Gibran sebagian bisa ikutan KDM ...pemilih Ganjar Anies sebagian akan ke KDM.....modal tabungan Karya dan Nama Harum masih di puncak klasemen walaupun 2029 masih jauh..... Purbaya masih jauh dibelakang ....percaya atau tidak KDM akan But Sejarah Baru ...Kang DM ingat momentum jarang balik lagi kalau sudah di Puncak langsung Loyo turun gunung..... sejarah bangsa ini memang begitu....gak ada nama besar kalau momentum sudah lewat.....kalau Gibran nampak tidak punya kapasitas buat momentum sendiri....karena durian mentah dipetik terlalu awal dikarbit mengejar Tambang Batubara Ormas .....wkwkwk

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 1645

  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Liam Then
    Liam Then
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • pak tani
    pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • pak tani
      pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Em Ha
    Em Ha
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • ikhwan guru sejarah
    ikhwan guru sejarah
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • ikhwan guru sejarah
      ikhwan guru sejarah
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Redaktur Harian Senja
      Redaktur Harian Senja
    • Redaktur Harian Senja
      Redaktur Harian Senja
    • Redaktur Harian Senja
      Redaktur Harian Senja
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
    • Mukidi Teguh
      Mukidi Teguh
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Kurniawan Roziq
    Kurniawan Roziq
  • Sugi
    Sugi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • sinung nugroho
      sinung nugroho
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • rid kc
    rid kc
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • ra tepak pol
      ra tepak pol