Anomali Iran
Potret aksi demonstrasi di Iran yang sempat beredar di media sosial sebelum adanya pembatasan akses internet.--
Saya mati kutu: tujuh kenalan saya yang tinggal di Iran sulit dihubungi. Kiriman WA saya tidak terjawab: centang satu. Berarti benar: internet di sana sedang diblokade oleh pemerintahnya.
"Jangankan internet. Starlink-nya Elon Musk saja berhasil diblokade," ujar Dr Muhsin Labib, tokoh nomor satu syiah di Indonesia.
Elon memang mengumumkan: untuk warga Iran bisa menggunakan Starlink. Semua warga Iran tidak usah bingung. Tidak dapat internet bisa langsung ke satelit. Pakai Starlink. Gratis.
Langkah Starlink seperti itulah yang memperjelas adanya campur tangan Amerika di Iran. Agar rakyat Iran berontak. Dan itu sudah terjadi. Demo besar-besaran meledak di Teheran. Juga di kota-kota besar lainnya.
Foto-foto yang dilansir media Barat menunjukkan besarnya demonstrasi itu. Bahkan seorang warga Iran di Jakarta –seperti Anda baca di medsos– memastikan yang terjadi bukan lagi demo. Itu sudah revolusi. Kalau saja internet tidak diblokade bisa jadi demo itu memang bisa meningkat: jadi revolusi.
Tapi pemerintah Iran ambil langkah keras. Seperti Tiongkok di Hong Kong. Setelah Iran tanpa internet kita tidak tahu lagi apa yang terjadi di sana.
Kemampuan Iran memblokade Starlink menandakan all out –yang pemerintah dalam menangani gerakan itu.
Yang jelas tidak ada kabar bahwa Iran sudah runtuh.
Memang setelah Amerika berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro negara-negara di seluruh dunia seperti tidak ada artinya. Dunia hanya bisa kagum dengan skenario penangkapan itu. Sampai tidak satu pun senjata anti serangan udara militer Venezuela punya waktu untuk meluncur ke udara. Semua sudah dibius oleh Amerika –pakai teknologi laser dan artificial intelligence.
Sampai-sampai tidak satu pun negara sekutu Venezuela sempat memberikan pembelaan. Rusia dan Tiongkok seperti dibuat tidak berkutik. Seperti dibuat terpana –dalam bahasa Jawa bisa digambarkan dengan istilah ketenggengen.
Pun ketika kapal-kapal tanker raksasa Rusia ditangkap di sekitar Venezuela. Rusia tidak bisa apa-apa. Demikian juga kapal-kapal tanker raksasa Tiongkok.
Lalu apalah artinya Iran: apalagi setelah nuklirnya dilumpuhkan Amerika dalam satu serangan senyap tengah malam. Presiden Donald Trump sendiri yang mengatakan Iran pun akan di-Venezuela-kan.
"Iran bukan Venezuela," ujar Dr Muhsin Labib. "Harusnya, dua tahun diblokade Iran sudah selesai. Nyatanya sudah puluhan tahun diisolasi masih bisa melawan," tambahnya.
Saat saya hubungi kemarin sore, Muhsin sedang long weekend di Pandaan, Jatim. Rumahnya memang di Pandaan. Di Jakarta ia mengajar. Dulu ia mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Kini Muhsin hanya mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Sadra. Mengajar Filsafat.
Dr Muhsin Labib memang seorang doktor ilmu filsafat. S-3 nya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Disertasinya membahas soal pemikiran filsafat Muhammad Taqi Misbah Yazdi.
Anda sudah tahu siapa Misbah Yazdi: pemikir syiah modern. Baru meninggal tahun 2021. Ia ahli fikih, filsafat, dan seorang ayatullah. Dalam hal keilmuan ia penerus tokoh filsafat di sana: Mulla Sadra (Meninggal tahun 1600-an di Basra).
Sadra salah satu pemikir terbesar Islam pada zamanmya. Ia ahli tafsir Quran dan filsafat. Kitab filsafatnya menjadi kajian di seluruh dunia: Hikmah al-Muta‘aliyah. Sadra menggabungkan filsafat rasional dengan mistisisme dan ajaran Islam.
Nama besar Sadra dipakai untuk memberi nama PTIF Sadra di Jakarta. Itulah perguruan tinggi yang dibiayai pemerintah Iran. Di mana-mana. Di banyak negara. Saya pernah berkunjung yang di Inggris. Tidak jauh dari Oxford University.
Muhsin sendiri orang Jember. Ia keturunan Arab yang sudah tercampur dengan Madura. Apalagi istrinya –yang lahir di Pasuruan.
Muhsin menempuh SMA di pondok YAPI Bangil. Dekat Pasuruan. Pondok itu dikenal sebagai pondok syiah. Dari YAPI, Muhsin ke Iran. Kuliah di Qom, ''Makkahnya syiah. Di sana ia sampai memperoleh gelar master filsafat.
"Anda ketua syiah Indonesia?"
"Tidak ada istilah itu di syiah di Indonesia," jawabnya.
"Apa posisi Anda di syiah?"
"Saya tokoh saja," katanya.
"Tokoh nomor 1?"
"Hahaha ... tidak tahu. Mungkin saya paling terkenal karena aktif di medsos. Juga karena sering menulis artikel," jawabnya.
"Kapan terakhir ke Iran?"
"Setelah Covid. Tahun 2023".
"Kapan ke Iran lagi?"
"Pertengahan bulan depan. Kalau jadi," katanya.
"Tidak takut keadaan yang sedang panas?"
"Pertengahan Februari mungkin sudah reda".
"Bukan justru lebih panas?"
"Amerika tidak akan menyerang Iran".
"Kok begitu yakin?"
"Sekutu-sekutu Amerika sendiri kan sudah minta jangan menyerang Iran. Misalnya Arab Saudi, Qatar, sampai Oman".
Maksudnya: mereka khawatir serangan ke Iran akan membuat timur tengah dalam keadaan perang. Negara-negara itu akan terimbas langsung.
"Bukankah ekonomi Iran memburuk dan mata uangnya hancur?"
"Hancur itu kan kalau pakai dolar. Di sana tidak pakai dolar," ujar Muhsin.
"Tiga bulan lalu saya ke Lebanon. Hisbullah sudah sangat lemah di sana".
"Dukungan untuk Iran yang terbesar sekarang ini justru datang dari Iraq," jawabnya. "Membahas Iran tidak bisa pakai ukuran hegemoni global. Dalam politik internasional Iran itu anomali," katanya.
"Kalau Anda ke Iran lagi saya boleh ikut?"
"Terbalik," jawabnya. "Pak Dahlan yang ke Iran dan saya yang ikut". (*)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 16 Januari 2026: Asta Cashtry
Edi Sampana
Kritik saya pada program MBG. Karena uangnya tidak ada, program MBG mengambil dana dari sektor lain (transfer ke daerah berkurang, dana pendidikan berkurang). MBG perlu didukung tapi karena pendapatan negara terbatas (kurang) harusnya yang mendapat MBG adalah penduduk yang sangat prioritas: 1. ibu hamil dan balita keluarga pra sejahtera atau desil 1-5 (kategori Kemensos). Dulu ada program ini di Kemenkes yaitu PMT (pemberian makanan tambahan) 2. semua balita yang terbukti stunting (walaupun dari keluarga mampu). Sekarang sedang berjalan, sporadik, didanai pemerintah daerah. 3. anak usia sekolah dari keluarga desil 1-5 diberi uang MBG saja. Jadi tidak perlu memberi MBG pada sekolah elit yang sudah menyelenggaran program makan siang
Echa Yeni
Kalau berubat ke dokter 5i spt Bu Cashtry ini_sperti_dah sembuh 25%, bgitu dokternya senyum jdi smbuh 50%, konsulnya yg ramah n memberi harapan peluang smbuh jadi 75%. Sisanya tingggal b/t_ergantung khasiat&efektifitas obat. *Pengalaman pribadi sakit cantengen hingga harus cabut kuku dan dibius lokal smpe 3x masih sangat sakit se x. Tpi bikos budokternya 5i jadi enjoyy azza. Alhamdulillah masih hidup smpai saiki. Salamm Salimm
sigit
Superman VS superteam, tulisan CHDI hari ini , seperti superman, mengupload lebih luas satu orang saja, Saya senang analisa abah DI, bagaimana team enam jika benar benar menjadi superteam yang bisa memajkan Indonesai, Upss. lupa "wartawan" tidak boleh menganalisa lebihi jauh... hanya boleh menggali lebih dalam (benarkah??)...
Juve Zhang
Jerman tentara nya ke Greenland untuk menangkal kehadiran Rusia dan Tiongkok....ini bahasa Diplomasi alias bahasa pura pura sebenarnya menangkal Amerika.....wkwkw.... itulah bahsa diplomatik selalu pake kambing hitam..... Prancis juga kirim tentaranya ke Greenland sama tujuan menangkal Amerika....tentu saja ini asyikkk ditonton....wkwkwk
Akun Gi
rare earth bukan barang mentahnya yg sulit di cari, tapi cara memprosesnya sangat kompleks dan berbahaya untuk lingkungan. industri dan riset amerika tertinggal di bidang ini, karena dahulu di manja oleh dolar. tinggal cetak uang dapat rare earth. Begitu china sadar bidang ini sangat strategis bingunglah amerika mencari alternatif.
Wilwa
@Juve. Wáng Yì 王毅 Menlu Tiongkok yang punya koneksi dengan almarhum PM Zhōu Ēn Lái 周恩来 melalui ayah mertuanya yang pernah menjadi sekretaris Zhou 周 Berkah/Grace 恩 Datang / Come 来. Wang 王 Tegas/Staunch 毅 fasih berbahasa Inggris dan Jepang. Ini memudahkannya berkomunikasi dengan bule-bule. Wang Yi juga mudah berkomunikasi dengan diplomat dari Afrika, Asia, Amerika Latin asal mereka fasih English. Namun ketika konferensi pers, Wang Yi menggunakan Mandarin demi menjaga wibawa Tiongkok. Wang Yi sesuai namanya nampak tegas dalam berbicara. Sangat berwibawa. Wang Yi dengan tegas selalu mengecam semua tindakan agresif Amerika ataupun Israel. Saya jarang melihatnya tersenyum di televisi. Pembawaannya selalu serius. Yang menarik adalah Wang Yi pernah bilang ke diplomat Jepang dan Korsel bahwa mereka harus ingat “akar” mereka (baca: leluhur mereka yang menurut Wang Yi leluhur mereka adalah berasal dari Tiongkok): tak peduli Anda mewarnai rambut Anda menjadi pirang atau memancungkan hidung Anda, Anda tak kan pernah menjadi orang bule Eropa/Amerika. Skakmat untuk pemerintahJepang dan Korsel yang bersekutu dengan Bule/Barat.
Dahlan Batubara
Suku Melayu di Sumut bertutur dalam bahasa Melayu. Yang fonem-nya berubah dari satu wilayah dgn wilayah lain. Contoh kata "pergi": Pergi, pegi, pei. Porgi, pogi, poi. Pargi, pagi, pai. Kalau di kawasan Labuhan, kata "besar" jadi "bosakh" (huruf akhir 'r' berubah jadi 'kh')
Dahlan Batubara
Suku Nias di pulau bagian barat Sumut memang beda dgn suku2 lain di Sumut daratan. Orang Nias lebih mirip dgn suku Mentawai di pulau bagian barat Sumbar. Sama bermata sipit, kuning langsat, wajah oval (mirip ke Tingkok atau Vietnam). Perempuan Nias woww: 5 i. Bahkan banyak yg 7 i. Orang Nias menyebut diri mereka sebagai Ono Niha. Ono= anak; Niha=manusia. Tano Niha (tanah manusia). Suku Nias termasuk dalam daftar 7 suku di Sumut. Suku Melayu, Karo, Pakpak, Simalungun, Mandailing, Toba (Batak), Nias. Melayu berada di pesisir timur mula dari Langkat, Medan, Tebing, Tanjung Balai hingga Labuhan Batu; sebagian Sibolga (pesisir barat). Toba (batak), Simalungun, Karo berada di kawasan pedalaman Sumut. Mandailing dan sebagian Pakpak berada di bagian pesisir barat.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DR CASHTRY, SJS, DAN REALITA YANG SERING KITA LEWATI.. Yang membuat Dr dr Cashtry Meher menarik bukan hanya ilmunya. Tapi pilihannya. Ia hanya praktik lima hari sebulan. Bukan karena malas. Justru karena sisanya dipakai untuk riset, pengabdian, dan turun ke lapangan. Ke daerah stunting. Ke lokasi bencana. Ke kasus-kasus yang tidak populer. Termasuk SJS. Stevens-Johnson Syndrome bukan penyakit ramai. Tapi berbahaya. Reaksi imun akut. Biasanya karena salah obat. Kulit melepuh. Mulut luka. Mata bisa rusak. Pada tahap berat berubah jadi TEN. Kulit seperti terbakar. Bisa fatal. Di Indonesia, SJS jarang dibicarakan. Angkanya kecil. Sekitar satu sampai enam kasus per satu juta orang per tahun. Tapi itu justru masalahnya. Karena jarang, banyak yang tidak paham. Pasien mengira alergi biasa. Bahkan dokter pun sering terlambat mengenali. Akibatnya fatal. Salah obat diteruskan. Kondisi memburuk. Padahal waktu adalah kunci. Di titik inilah Cashtry berdiri. Bukan sekadar memberi resep. Tapi membunyikan alarm. Bahwa tidak semua ruam itu sepele. Dan tidak semua obat cocok untuk semua orang.
Gregorius Indiarto
Ganteng dengan 5e dan cantik dengan 5i. Yang diceritakan panjang x lebar = luas yo pasti yang 5i bahkan dijadikan judul. Sudah banyak yang tahu Anda, kalau bercerita tentang yang banyak i pasti lancar, seolah-olah tidak kehabisan ide. Anda kok ketemu yang 5i, mesti helehh..
Sogia Manom
dr Chastry Maher bener bener iiiii nya ada 5 , masih jeli Abah
Thamrin Dahlan YPTD
Awak tak hendak membahas penyakit kulit secara detail DR Cashtry. Namun izinkan menyampaikan Testimoni pribadi perihal stress berat ketika belajar komputer di tahun 1983. Belajar keras namun tidak bisa bisa memahami bahasa Cobol Komputer di awal komputer masuk ke Indonesia. Penderitaan hampir semaput membuat awak gatal gatal kulit seluruh badan. Lansung saja konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit.di Rumah Sakit Polri. " Anda berhenti dulu belajar komputer, istirahat panjang, kurangi rokok daan kopi. Jangan maksa diri" Tidak dikasih obat cuma vitamin. Anjuran senior Kolonel DR Sumardi (Alm) awak turuti taati. Sempurna dalam wakktu sepekan gatal gatal di kulit serta merta hilang. Kesimpulan ternyata pekerjaan berat membuat stress luar biasa. Sehingga menggangu pikiran akan berakibat pada gannguan kesehatan ditandai penyakit kulit kemudian sulit tidur serta mimpi seram. . Salamsalaman.
yea aina
Kesehatan itu hadiah dari Tuhan. Bukan pemberian negara. Setiap warga negara berhak atas kesehatan. Kewajiban pengelola negara untuk menjamin kesehatan warganya. Dengan kebijakan yang pro kesehatan, khususnya pencegahan sebelum sakit. Apalagi untuk penyakit yang disebabkan makanan yang dikonsumsi. Maunya makanan sebagai obat, ups... malah lebih banyak yang sakit, obat jadi makanan. Sepanjang hayat, makan obat sehari tiga kali. Kebijakan swasembada pangan untuk menjaga ketersediaan dan harga pangan terjangkau. Saking berambisi hasilkan panen melimpah, lebih sering ditempuh dengan jalan pintas. Petanian yang pakai pupuk kimia dan pestisida. Peternakan yang pakai hormon pertumbuhan dan antibiotik. Bahkan juga melibatkan rekayasa genetika. Semua berpotensi dampak kesehatan konsumennya. Ada kandungan zat yang membahayakan kesehatan.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
STRES AKUNTAN ITU SERING TIDAK TERASA.. Saya ini akuntan. Waktu masih aktif di jajaran akunting, jujur saja: saya tidak merasa stres. Hidup terasa normal. Kerja jalan. Target kejar. Closing ya closing. Tapi dokter berkata lain: “Bapak stres.” Bukan stres yang teriak-teriak. Stres bawah sadar. Tandanya unik. Setiap mendekati tanggal closing—bulanan, triwulanan, apalagi tahunan—telapak tangan saya gatal luar biasa. Sampai refleks nguncek-uncek sendiri. Bukan karena alergi debu, bukan pula karena sabun. Tapi karena angka-angka yang harus “beres dan balance”. Itu rupanya stres profesi. Tidak dirasakan pikiran, tapi dicatat rapi oleh tubuh. Seperti memo jurnal -- tidak kelihatan, tapi masuk buku besar. Obatnya? Bukan motivasi, bukan seminar. Cukup obat anti alergi. Sejak itu saya belajar: stres tidak selalu bikin kepala pusing. Kadang cuma bikin telapak tangan gatal—tepat saat laporan keuangan minta ditutup.
Lagarenze 1301
Sayang sekali foto kedua dimuat apa adanya. Gelap. Tidak diedit dulu. Padahal, setiap ponsel bisa mengedit foto. Tak perlu Sotosop. Pak Dis tentu tidak punya waktu untuk mengedit foto. Atau memang tidak paham. Maka, seharusnya editor yang menerima tulisan CHD berinisiatif memperbaikinya. Dengan cara sederhana, foto itu bisa jadi bagus. Caranya, foto jelek tadi saya screenshot dan tersimpan di Galery. Foto yang di Galery tadi saya edit. Klik tanda pensil di bawah. Lalu pilih foto hasil editan otomatis. Atau tambah brightness. Suka-suka kita, mana yang menurut mata terbaik. Foto itu pun jadi bagus. Bukan foto jelek yang tidak layak muat lagi. Sesederhana itu. Oh, ya, saya mengeditnya pakai HP android. Pemberian seseorang.
Mukidi Teguh
Dari sudut pandang medis, kalimat berikut ini sangat aneh: "Yang merasa seperti terkena flu langsung minum obat penurun demam. Padahal ada obat penurun demam yang mengandung allopurinol. Biasanya obat ini diminum oleh orang yang menderita asam urat." Keanehannya dimana: 1. Rasanya tidak ada obat penurun demam mengandung Allopurinol. Obat demam biasanya mengandung Parasetamol. 2. Allopurinol bekerja mengeluarkan asam urat yang berlebihan lewat air kencing, jadi tidak ada hubungannya dengan demam. Saran perbaikan: "Yang merasa seperti terkena radang sendi, langsung minum obat asam urat. Padahal ada obat asam urat yang mengandung Allopurinol."
alasroban
Meski satu meja dengan tokoh-tokoh Asta Cita saya tidak sempat ngobrol soal itu. Wajar,... Namanya juga pria dewasa. Begitu ketemu wanita 5i. Jadi lupa meneruskan Asta Cita yg sudah jadi pembuka. Malah fokus ke 5i nya. Wkwkwkwk :<
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Pak Dahlan selalu tahu posisi foto harus di sebelah siapa...
Taufik Hidayat
Waduh. Membaca dan melihat foto di artikel kali ini membuat saya kagum denga abah yang bisa foto berdampingan dengan perempuan 5i seperti Dr Cashtry Meher. Sekilas koq mirip dengan perempuan 5i lainnya yaitu gubernur Maluku Utara Sherly Tjianda Laos. Mungkin keduanya mirip karena ada mengalir darah Tionghoa . Tapi saya penisilin, apakah Dr Castry Meher ini punya nam lengkap dengan marga Pulungan dan suaminya marga Nasution? Waduh acara di Hotel Rotz Carlton di Pacific Place membuat saya takut. Hotelnya mewah sekali sehingga kadang mau masuk pun saya sudah takut sekali. Tapi mungkin banyak yang lupa kalau Pacific Place ini dibangun di tempat yang dulu sempat mangkrak. Dulu mau dibangun Hotel Conrad. Sudah jadi sekitar beberpa puluh meter kerangka beton bahan bawah akhirnya dibongkar lagi. Yang menarik juga penjelasan abah soal ayahnya yang pengusaha tambah yang kaya. Ini mengingatkan saya ketika jalan jalan ke Menteng, ke kantor IAI, saya melihat banyak antrian di sebuah rumah besar mewah di seberang IAI ini. Tak lama ada petugas yang membagi bagikan uang . He he . Ternyata rumah ini ketika saya tanya satpam adalah milik salah satu pengusaha terkaya yang asalnya juga pengusaha tambang. Anda sudah tahu siapa! tapi kalau cerita tentang Afghanistan, saya jadi ingat pernah ketemu seorang pengungsi Afghan di TMII, saat itu dikenalkan oleh Agustinus Wibowo si penulis Selimut debu. Uniknya pengungsi ini sudah tinggal belasan taun di Indonesia .
Wilwa
@Taufik. Cipta dan Cita juga dari bahasa Sansekerta. Cipta = Create (English). Dan punya makna yang belum bergeser baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa. Yang AGAK bergeser maknanya adalah Cita. Makna utama Citta adalah PIKIRAN. Tapi bisa juga dalam perkembangan selanjutnya menjadi angan-angan atau khayalan atau keinginan alias “cita-cita”. Dan karena dalam filosofi Hindu Buddha tertentu, Citta/pikiran/akal tak terpisahkan dengan hati/rasa maka akhirnya kita mengenal istilah “cita-rasa” dalam bahasa Indonesia. Yang kemudian merujuk pada indra pengecap/ taste sense.
Taufik Hidayat
Saya baru tahu singkatan BNKP setelah membaca artikel ini , pertama yag saya ingat adalah BNPB, Atau koq jadi HKBP. Mungkin karena kebanyakan akronim jadi suka bingung. Suku Nias memang penampilannya putih dan sering dikira etnis Tionghoa. Orang Nias yang pertama saya kenal memiliki marga Zebua. Kakak kelas waktu SMA dan dia suka marah kalau dipanggil engkoh atau koko .. he he . LAlu ada juga motivator bernama Eloy Zalukhu yang terkenal dengan teocentris apa gitu.
Ahmed Nurjubaedi
Nawa Cita, lalu Asta Cita. Tapi jangan sampai 'njekethek' Mengheningkan Cipta...
Lagarenze 1301
Sayang sekali foto kedua dimuat apa adanya. Gelap. Tidak diedit dulu. Padahal, setiap ponsel bisa mengedit foto. Tak perlu Sotosop. Pak Dis tentu tidak punya waktu untuk mengedit foto. Atau memang tidak paham. Maka, seharusnya editor yang menerima tulisan CHD berinisiatif memperbaikinya. Dengan cara sederhana, foto itu bisa jadi bagus. Caranya, foto jelek tadi saya screenshot dan tersimpan di Galery. Foto yang di Galery tadi saya edit. Klik tanda pensil di bawah. Lalu pilih foto hasil editan otomatis. Atau tambah brightness. Suka-suka kita, mana yang menurut mata terbaik. Foto itu pun jadi bagus. Bukan foto jelek yang tidak layak muat lagi. Sesederhana itu. Oh, ya, saya mengeditnya pakai HP android. Pemberian seseorang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 91
Silahkan login untuk berkomentar