Cherokee Marlaina
Ilustrasi Marlaina Danielle Smith and Mark Carney.--
Agak mendadak: kita harus mulai lebih mengenal Kanada. Semua negara mulai membicarakan negara itu. Kanada sendiri terus membuat langkah baru: agar tidak bergantung ke Amerika Serikat lagi.
Dua hari lalu semua perdana menteri negara bagian dikumpulkan oleh perdana menteri negara federal: Mark Carney. Temanya: menyamakan sikap dalam menghadapi perang dagang dengan Amerika.
Memperhatikan pertemuan itu fokus saya lebih pada Marlaina Danielle Smith: perdana menteri negara bagian Alberta.
Marlaina adalah ekonom yang jadi wartawan koran. Penulis. Host radio. Kini Marlaina berusia 54 tahun. Wajahnyi seperti tidak 100 persen bule, tapi dia tercatat sebagai keturunan Ukraina.
Bukan itu yang menjadi perhatian saya. Ada yang lain: Alberta-nya itu sendiri. Benarkah Alberta dipakai Amerika untuk memecah belah Kanada.
Setidaknya ada dua kelompok separatis di Alberta. Mereka terus menyuarakan agar Alberta memisahkan diri dari Kanada.
Ada kelompok yang pilih bergabung ke Amerika Serikat. Satunya lagi ingin merdeka sebagai negara sendiri: negara kecil tapi makmur berkelimpahan.
Negara bagian Alberta memang berbatasan dengan negara bagian Montana di Amerika. Sama-sama di lereng timur Rocky Mountain. Montana lebih banyak pertanian-peternakannya. Sedang Alberta kaya dengan hasil minyak mentahnya: 4,5 juta barrel per hari.
Padahal penduduk Alberta hanya 4,5 juta orang. Kota saja yang berpenduduk 280 juta hanya menghasilkan minyak sekitar 700.000 barel per hari.
Kalau minyak Alberta itu dibagi langsung ke penduduknya, satu orang dapat satu juta barel per hari. Bisa untuk mandi dan cuci piring --saking berlebihnya.
Saya sudah beberapa kali menjelajah Montana tapi baru satu kali ke Alberta. Itu pun hanya ke kota terbesarnya: Calgary. Yakni saat heboh pemalsuan emas terkait dengan tambang emas Busang di pedalaman Kaltim.
Dalam rapat itu sikap Marlaina ternyata tegas: akan bersama pemerintah federal mencari jalan keluar akibat kesulitan dihajar tarif oleh Presiden Donald Trump.
Dia juga bilang: akan lebih sabar dalam meyakinkan kepala-kepala daerah lainnya.
Alberta memang sangat kesal atas sikap pemerintah federal. Lebih kesal lagi pada kepala daerah di sebelah baratnya: British Colombia.
Alberta merasa justru punya hubungan lebih lancar dengan Montana daripada dengan BC. Alberta bisa mengalirkan minyak mentahnya lewat pipa ke Montana –lalu ke berbagai negara bagian di Amerika.
Tapi Alberta begitu sulit meyakinkan BC agar bisa membangun pipa besar melewati wilayah BC. Yakni pipa besar menuju pantai barat Kanada. Maksudnya: agar minyak mentah Alberta bisa diekspor ke Asia.
BC selalu beralasan proyek pipa besar itu akan mengancam lingkungan hidup. Terutama ketika proyek itu dibangun menembus pegunungan Rocky Mountain yang begitu indah.
Kini di saat harus menghadapi ''kekejaman'' Amerika, proyek pipa itu menjadi mutlak. Kalau pun tidak bisa ekspor lagi ke Amerika akan dijual ke Asia. Tiongkok dan India akan menjadi pembeli yang lebih besar daripada Amerika.
Perdana menteri Kanada yang sekarang, Mark Carney, berhasil menyatukan mereka. Di Kanada pemerintah federal sangat sulit memerintahkan sesuatu ke negara bagian. Tapi ketika punya musuh bersama Kanada terlihat lebih kompak.
Kanada dan Amerika bisa dibilang mirip: negara bagian ada lebih dulu, negara federal datang belakangan. Karena itu di dua negara tersebut negara bagian lebih kuat dari federal.
Beda kedua negara tersebut hanya satu. Di Amerika, urusan yang tidak disebut dalam konstitusi menjadi urusan pemerintah federal. Di Kanada sebaliknya.
Selama ini Marlaina merasa Alberta terlalu sering kalah dalam forum federal. Karena itu dia punya program menambah penduduk: dari 4,5 juta ke 10 juta. Caranya: memberi insentif bagi orang dari, negara bagian lain yang mau pindah ke Alberta. Syaratnya: mereka harus orang yang pandai.
Bahwa wajah Marlaina tidak 100 persen Eropa, ternyata inilah pengakuannyi: "saya punya darah Cherokee" –suku Indian asli Kanada.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 30 Januari 2026: Gibran Capres
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
GIBRAN DAN TEORI ELASTISITAS POLITIK.. Membaca manuver Ahmad Ali dan PSI ini seperti melihat laboratorium politik yang sedang menguji teori path dependence. Gibran bukan sekadar wakil, melainkan variabel bebas yang menentukan koefisien elektoral. Secara ilmiah, ini soal strategi insentif. Jika PSI hanya menjual status cawapres, daya tawar mereka stagnan dalam kurva yang datar. Namun, memposisikan Gibran sebagai capres adalah upaya menciptakan "shock therapy" pada "pasar pemilih". Pak Dahlan dengan jeli memotret fenomena "naturalisasi" kursi ini mirip bursa transfer pemain bola kelas Eropa. Ada hukum gravitasi politik yang bekerja: massa cenderung tertarik pada figur dengan massa jenis popularitas tinggi. Strategi "membajak" kursi sebenarnya adalah bentuk optimasi sumber daya di tengah keterbatasan struktur. Lucunya, dalam politik kita, loyalitas itu seringkali bersifat elastis, tergantung pada nilai "wani piro" yang disepakati di bawah meja. Pada akhirnya, nasib Gibran di tangan pak Prabowo bisa menjadi studi kasus tentang game theory. Menunda keputusan hingga injury time adalah cara paling rasional untuk menjaga stabilitas sistem. Memang benar, dalam politik yang sangat cair ini, menjaga ketidakpastian seringkali jauh lebih menguntungkan daripada kepastian yang prematur.
Ciga Sama
Saya kira, Prabowo tahu kapan utang budi harus dihentikan sebelum berubah jadi cicilan abadi. Satu periode, barangkali, sudah cukup sebagai tanda terima kasih pada bapaknya. Selebihnya, politik menuntut orang untuk berdiri di atas kakinya sendiri—atau setidaknya berpura-pura demikian. Kekuatan, pelan-pelan, sudah disebar dengan penempatan. Di kursi-kursi yang tampak biasa, tapi menentukan. Seperti menaruh bidak catur sambil berkata: ini sekadar jalan-jalan, padahal tujuannya sudah hafal di kepala. Tanda-tandanya muncul justru di foto ilustrasi yang Abah tampilkan: seolah gestur prabowo ada kalimat tak terdengar, “Sana saja lu.” Dan kebetulan—atau tidak—raut muka Gibran di situ tak sedang nyaman di gituin. Dalam cucoklogi politik, wajah sering lebih jujur daripada kata-kata.
Juve Zhang
Saya dulu satu satu nya Perusuh yg meramal Gibran akan maju pilpres.....semua mengatakan tidak mungkin....bahkan prof Pri pun bersikeras tidak mungkin.....nyata nyata nya Gibran benar benar maju kan.....sebuah ramalan yg tepat bukan artinya saya pendukung Gibran.....peramal kan hanya melihat garis tangan.....JZ peramal Jalanan....kalau sekarang Gibran mau maju gak aneh lagi....
Herry Isnurdono
Info A1 Abah DI masuk ke PSI ? Hari ini Jokowi menghadiri Rakernas PSI di Makassar. Rusdi Masse sudah masuk PSI. Resign dari Nasdem dan DPR RI. Anaknya jadi Ketua DPW Sulsel. Efek Jokowi, banyak anggota parpol Nasdem, Golkar dan PDI P pindah ke PSI. Jadi kalau nanti PSI mencalonkan Gibran jadi Capres di 2029, karena sesuai keputusan MK, setiap parpol boleh dan syah mengajukan capres sendiri. Hari ini Abah DI menulis PSI di CDI karena bersamaan Rakernas PSI di Makassar. Ibarat Public Relations, wajar dan syah mempromosikan PSI. Padahal ada keponakan PS sudah disetujui DPR RI jadi Deputy Gub. BI dan harga saham rontok 8 % dua hari yg lalu, sepertinya Abah DI tidak tertarik menulis di CDI.Atau soal Iran yg memanas mau diserbu USA dan Israel, sepertinya Abah DI tidak tertarik menulisnya di CDI. Jadi benar Abah DI masuk PSI ?
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DISMORNING - 30 JANUARI 2026: HARGA EMAS MELEJIT KE LEVEL TERTINGGI SAMPAI KAPAN RELI INI BERTAHAN? DISMorning pagi ini dibuka dengan penyesalan kolektif. Harga emas terbang, tapi dompet kosong dari logam mulia. Candaan langsung cair ketika psk Dahlan mengaku tak punya emas. Tapi justru istrinya yang sejak muda rajin mencicil 1 gram demi 1 gram. Dari gelang kecil sampai besar. Disambung kisah ibu di Medan yang menabung emas sejak awal 2000-an, nilainya melonjak berkali lipat saat dijual sekarang. Obrolan lalu melebar: emas terasa lebih perkasa dari tanah, bahkan deposito. Tapi harusbtetap hati-hati. Jangan sampai orang memborong saat harga ada di puncak. MASUK ke analisis global. Pak Dahlan menyinggung pudarnya dominasi emas sejak dolar jadi penopang dunia. Lalu muncul dugaan tren balik arah. Negara-negara besar mulai kurangi ketergantungan pada dolar. China beli emas besar-besaran. Perang, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian Amerika ikut dorong harga. Tapi ia berkali-kali menegaskan: bukan ahli emas, jangan pegang omongannya mentah-mentah. Menjelang akhir, topik pindah ke emas digital dan IHSG yang turun. Pak Dahlan tetap kalem. Saham memang naik turun. Ekonomi desa justru kuat karena panen. Pertanyaan pamungkas dari mahasiswa: uang Rp5 juta, beli emas atau buka usaha? Jawabannya khas generasi lama. Pilih usaha. Karena kalau usaha, nasib lebih banyak di tangan sendiri.
mario handoko
selamat pagi bp thamrin, bp agus, sobat yea, bp udin, bp jokosp, bp em ha dan teman2 rusuhwan. "camat di medan habiskan rp 1.2 em kartu kredit untuk judi daring." demikian berita di koran kompas. ternyata semua camat di medan. dbekali fasilitas kartu kredit pemkot, dengan limit 300 juta per bulan. dan, asyiknya. tagihan kartu kredit tsb dibayar oleh badan keuangan dan aset medan. 300 juta sebulan alias 10 juta per hari? tidak perlu bersusah payah menjadi founder disway untuk menikmati dinner steam ikan wang bu liao. cukup melamar jadi camat saja.
yea aina
Ternyata kebanyakan tikus ups... politikus itu juga manusia biasa. Senang kalau dapat hadiah, sekaligus ketakutan berlebihan jika diancam hukuman. Stick and carrot strategy. Tongkat pemukulnya, bisa berupa APH yang dikangkangi dibawah kendali. Hadiah wortel, bisa berbentuk kursi "basah". Penangguk cuan berton-ton. Duit panas. Seorang penguasa atau sebuah partai bisa menang banyak, jika bisa "pegang" ekor APH, pun seakan kepalanya dilepas. Penegakan hukum yang beraroma, saling sandera kepentingan masing-masing. Jangan heran, ada kepala APH pilih jadi petani, kalau organisasi yang dibawahinya harus jadi "bawahan" kementrian. Atau seorang menko yang merangkap ketum partai, masih bisa menjabat menko. Pun telah "dilengserkan" selicin CPO dari kursi ketum. Kudeta membahlulbuta.
Wilwa
Out of topic. Sekjen NATO Mark Rutte, mantan PM Belanda 2010-2024 (14 tahun! Terlama sepanjang sejarah) bilang di depan Parlemen Eropa bahwa Eropa hanya bermimpi bisa bertahan (dari Rusia?) tanpa USA. Karena kalau mau mandiri maka anggaran pertahanan harus dinaikkan minimal 10%. Mahal. Hmmmm. Denmark jelas gak happy dengan narasi Mark Rutte ini yang kayaknya serasi dengan narasi Trump bahwa NATO itu harus menyisihkan lebih banyak budget untuk defense. Seolah ingin mengatakan agar Denmark menyerahkan Greenland sebagai ganti rugi kepada USA yang selama ini membiayai NATO. :)
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
CEK OMBAK ALA PSI.. Analisis Ahmad Ali sebenarnya jurus klasik dalam politik: test the water. Jangan buru-buru dianggap sebagai deklarasi perang. PSI hanya sedang melempar umpan untuk melihat seberapa sensitif saraf Gerindra. Mereka ingin tahu, apakah ancaman "Gibran maju sendiri" itu bikin rekan koalisinya gemetar atau justru makin solid. Urusan Gibran jadi kompetitor Prabowo itu cuma bungkusnya saja. Hasil dari reaksi publik dan internal Gerindra itulah yang akan dikumpulkan sebagai data mahal. Dari situ, strategi besar baru akan disusun. PSI sadar betul posisi tawarnya. Mereka butuh panggung, dan Gibran adalah panggung paling megah saat ini. Ahmad Ali tahu cara memainkan ritme. Sebutan "bahaya kalau dilepas" itu sebenarnya pesan cinta yang sedikit memaksa. Intinya, PSI ingin memastikan posisi mereka tetap aman dalam lingkaran kekuasaan di masa depan. Politik bukan cuma soal siapa lawan siapa, tapi soal siapa yang paling lihai mengatur momentum sebelum peluit dimulai.
djokoLodang
-o-- Hujan Pagi + Selamat pagi, pak Bos! - Hmm, kamu terlambat, Nak! + Aduh, maaf, Pak, tapi Bapak sudah lama maklum ... Rumah saya di lokasi rawan banjir... Saya selalu terlambat kalau hujan deras di pagi hari! ... Dan Bapak selalu bilang, Oke, saya mengerti. - Pagi ini kan tidak hujan? + Benar... tapi semalam saya lihat ramalan cuaca memperkirakan pagi ini akan hujan! --0-
djokoLodang
-o-- + Apa menu makan malamnya, Nimas? - Kakangmas, sesungguhnya aku punya resep rahasia: kari ayam spesial! Dan, khusus hari ini, ada kejutan untukmu, + Wah, luar biasa! Apa kejutannya? - Tadi aku lupa beli ayam! --0-
Wilwa
@Juve. Betul. Putin malah setengah bercanda setengah serius menawarkan Rusia jadi anggota NATO untuk menghilangkan ancaman terhadap Eropa (Barat) dan memperkuat NATO. Putin memang IQ 3 digit. :):):)
Dahlan Batubara
Indonesia mungkin perlu banting setir agar cepat menuju kemajuan. Dari Jawa-sentris menuju Indonesia-sentris. Salah satu poin banting setir itu: sistem memilih presiden. Caranya: Indonesia dibagi menjadi 6 dapil. Dapil Sumatera, dapil Jawa, dapil Kalimantan, dapil Sulawesi, dapil Maluku, dapil Papua. Jadwal pilpers di tiap dapil berbeda. Masing2 capres mengumpul poin di tiap dapil. Poin ditotal. Poin tertinggi yg menang. Mungkin akan muncul presidennya orang Sumatera atau orang Kalimantan. Tak melulu orang Jawa. Esensi leadership orang Jawa tentu beda dgn esensi orang Melayu Sumatera atau Melayu Kalimantan atau Melayu Sulawesi. Malaysia itu mayoritas orang melayu Sumatera (Perak, KL, Negeri Sembilan dll), Bugis Sulawesi (Selangor) dan melayu Kalimantan di Malaysia bagian Borneo. Kaldu leadership di Malaysia dan Indonesia saat ini berbeda (terlepas dari sistem kerajaan vs republik). Selama ini pusat ekonomi, politik dan kebudayaan selalu di Jawa.
Udin Salemo
apapun partainya keluarga L*mpo tetap akan jadi magnet tersendiri. sugooiii...
Lagarenze 1301
Kaesang ke Sulsel. Bapaknya sehari kemudian. Pastinya untuk konsolidasi suara untuk jadi bekal Gibran di Pilpres 2029. Peta politik Sulsel berubah setelah Pemilu 2024. Golkar yang sejak zaman batu sudah berkuasa, ditumbangkan oleh Nasdem. Waktu Pemilu 2024, Ketua DPW Nasdem Sulsel adalah Rusdi Masse. Kini, Rusdi Masse hengkang ke PSI. Kabarnya ia akan masuk DPP menjadi Wakil Ketua Harian. Anaknya, Muammar Gandi Rusdi, jadi Ketua DPW PSI Sulsel. Istrinya, Fatmawati Rusdi, saat ini menjabat Wakil Gubernur Sulsel. Konstelasi di atas menunjukkan ambisi besar PSI untuk merebut dominasi Nasdem, setidaknya menjadi nomor dua setelah Nasdem. Lalu, di mana posisi Golkar? Makin kabur. Musda Golkar tak kunjung digelar, malah terus diundur. Tokoh-tokoh potensial sepertinya akan tergusur. Kabarnya, dampak konflik di elite DPP. Begitulah.
Liáng - βιολί ζήτα
iseng-iseng saja Kita semua tahu..... Tiongkok bisa maju dan berhasil mengentaskan kemiskinan, karena salah satu faktornya adalah diawali dengan kepemimpinan Dèng Xiǎopíng. Dèng Xiǎopíng tidak mau berada di bawah bayang-bayang Máo Zédōng, bayang-bayang masa lalu yang tidak berhasil mensejahterakan rakyatnya. Kita semua pun tahu..... Indonesia tertinggal beberapa langkah dari kemajuan negara-negara yang dulunya setara dengan Indonesia. Sepertinya, sudah waktunya, Indonesia pun mesti terlepas dari bayang-bayang masa lalu. Relakan saja, masa lalu itu menjadi catatan sejarah. Kita hidup di masa kini, untuk menyongsong masa depan yang lebih baik..... Dan..... kita butuh Pemimpin Baru yang tidak terbelenggu oleh bayang-bayang masa lalu..... Berikanlah kesempatan kepada figur-figur baru, dengan pemikiran barunya, terobosan barunya, semangat barunya.....
Juve Zhang
Anda masih bisa ingat Zhen Zhen artis 7 i bintang layar lebar Hongkong.....pujaan jutaan pemuda di zaman Majapahit..... sekarang masih nampak 9 iiii.....wkwkw..... seorang Zhen Zhen bagaimana bisa merawat diri begitu rupanya.... cantik....Kaya Raya dari honor bintang film.....tapi lihat Suaminya alamak 7 eeeee.Jelek rupa Jelek Rejeki Jelek Karakter.....sang suami yg bokek dan jelek Rupa itu sekali waktu hobii nya main judi di kasino dan rugi Rp.50 milyar....oh my ghosh....siapa lagi yg bisa menebus sang suami jika bukan Zhen Zhen sang artis legendaris Hongkong.....selayak nya jadi istri Li Ka Si.....Taipan Hongkong.....anehnya milih yg 7 eeeee......sang suami sudah almarhum....anaknya nya hanya ucapkan mamah ku sudah bebas dari penderitaan karena suami Kacau balau hidupnya..... wkwkw
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 97
Silahkan login untuk berkomentar