Kutukan Alam
--
Judul buku ini bisa diubah ke banyak istilah: maknanya tetap sama.
Memberantas Korupsi Sembari Korupsi.
"Bisa diubah menjadi Memberantas Kejahatan Sambil Jadi Penjahat. Atau Menegakkan Hukum Sembari Melanggar Hukum," ujar Saut Situmorang, mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saut jadi pembicara pertama bedah buku yang disusun Kosmak –Koalisi Masyarakat Anti Korupsi terbitan Kompas Gramedia itu. Kemarin. Di gedung majalah TEMPO di Palmerah Selatan Jakarta.

Saut Situmorang (berdiri tengah, berjaket) dalam pembicara pertama bedah buku yang disusun Kosmak.--
"Anda ini pejabat KPK terakhir sebelum KPK dilemahkan di zaman Presiden Jokowi," ujar Sugeng Teguh Santoso, moderator acara bedah buku itu.
Sugeng bukan moderator biasa. Ia adalah Ketua Indonesian Police Watch (IPW) yang amat galak. Sugenglah yang melaporkan Febrie Adriansyah soal korupsi mark down di aset Asabri.
Sugeng terus mengejar agar aset senilai Rp 11 triliun yang dilelang dengan harga Rp 1,5 triliun itu diusut. Itu, katanya, tidak hanya korupsi tapi juga ada dugaan unsur pemerasan.
"Kan ada dua saksi utama yang bisa diusut," kata Sugeng. "Saya tidak mau menyebut namanya karena sedang dalam perlindungan saksi. Singkatannya FI dan TK," ujar Sugeng. Semua yang hadir sudah tahu singkatan apa itu: Ferry Ingkirawang alias Boboho dan Tan Kian.
Sugeng punya data dan ingatan yang panjang. Kalau bicara kalimat-kalimatnya runtut dan logis. Bagi yang tidak tahu, bisa saja mengira Sugeng itu seorang anggota pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU): ke mana-mana pakai kopiah hitam. Siang dan malam. Termasuk ketika tampil di TV mau pun di forum diskusi. Dengan baju putih dan sikap sopan santunnya, Sugeng menyerupai benar tampilan orang NU.

--
"Sejak kapan pakai kopiah?" tanya saya saat makan siang lontong cap gomeh yang sangat lezat sebelum acara dimulai.
"Sejak 10 tahun lalu," jawabnya.
"Ada peristiwa apa yang memicu Anda pakai kopiah terus?"
"Waktu itu Ahok sedang jadi sorotan. Ahok diperlakukan tidak setara hanya karena ia minoritas. Karena itu saya mengajukan diri sebagai calon walikota Depok. Dari semua calon hanya saya yang Kristen," katanya.
"Tergabung di gereja apa?"
"GPIB –Gereja Kristen Indonesia Barat," jawab Sugeng.
Sejak pencalonan itu Sugeng memutuskan memakai kopiah hitam setiap hari. "Saya tahu tidak akan terpilih. Tapi saya harus tampil demi keberagaman," katanya.
Sugeng lulusan SMA di Jakarta Utara. Lalu masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Setelah itu Sugeng jadi pengacara.
"Saya dulu pengacara merangkap debt collector," katanya lantas ketawa. "Di lapangan saya sering bentrok dengan teman saya ini," katanya sambil menepuk bahu Petrus Selestinus yang duduk di sebelahnya.
Petrus, salah satu pimpinan Kosmak, jadi pembicara kedua. Sedang koordinator Kosmak, Ronald Loblobly tampil memberi sambutan.
"Saat masih menjadi debt collector saya juga sering berhadapan dengan Hercules. Orang boleh takut pada Hercules. Saya tidak takut. Pun saat Hercules mengerahkan pasukannya. Saya hadapi," ujar Sugeng.
Kosmak, kata Sugeng, harus mengawal penanganan kasus mantan Jampidsus Febrie Ardriansyah sampai ujungnya. Sugeng pun minta pandangan mantan hakim konstitusi Maruarar Siahaan yang jadi pembicara kelima: bagaimana agar tim sembilan yang menangani Febrie Ardriansyah bisa independen.
"Tim sembilan harus bersikap empat prinsip: terbuka, bebas dari tekanan, independen dan fair," ujar Maruarar Siahaan.
Bagaimana dengan pernyataan Febri Diansyah pengacara Febrie Adriansyah bahwa tuduhan melakukan pencucian uang tidak bisa dilakukan sebelum ditemukan kejahatan asalnya?
"Itu tidak benar," ujar Yenti Garnasih ahli hukum pencucian uang yang jadi pembicara keempat. "Orang bisa diadili dengan tuduhan melakukan pencucian uang tanpa terlibat kejahatan asal uang itu," ujar Yenti. "Saya ini bertahun-tahun mendalami hukum pencucian uang di Amerika. Sampai mendapat gelar doktor. Masak ilmu saya dikalahkan oleh kepentingan klien seperti itu," kata Yenti.
Di saat makan siang hanya Yenti yang tidak ambil piring. "Saya puasa Senin Kamis," bisiknyi kepada saya. Kami memang kenal lama: pernah sama-sama ke Ambon jadi pembicara di Universitas Pattimura.
Tampil juga ahli hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta: Chairul Huda. Ia menyoroti praktik tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. Dr Huda juga tidak habis pikir mengapa semua hal dikenakan pasal korupsi dan diadili di Pengadilan Tipikor. "Bahkan tidak bayar bea masuk pun dikenakan pasal korupsi. Padahal ada UU Kepabeanan," ujar Chairul Huda.
Akhirnya pengadilan Tipikor kewalahan. "Saya dan Pak Chairul sering jadi saksi ahli di pengadilan Tipikor. Sidangnya sampai tengah malam," ujar Dr Yenti. "Saya pernah datang ke pengadilan pukul 9 pagi. Kecele. Ternyata sidangnya dimulai pukul 9 malam," kata Yenti.
Rasanya hanya saya tidak ahli hukum di forum bedah buku kemarin. Sebagai orang manajemen, saya sodorkan resep ilmu manajemen untuk sukses. Mestinya termasuk sukses dalam pemberantasan korupsi.
Ilmu manajemen mengenal resep skala prioritas dan target. Tanpa dua resep itu tidak akan sukses. "Sudah waktunya ilmu manajemen turun tangan. Sudah 25 tahun upaya pemberantasan korupsi dilakukan. Tidak ada hasilnya. Korupsi justru kian besar. Bahkan kita seperti kewalahan".
Yang saya maksud dengan ilmu manajemen adalah "perlunya skala prioritas dan target". Misalnya KPK memprioritaskan pemberantasan korupsi di lingkungan pejabat penegak hukum saja. Diberi target waktu, misalnya, lima tahun. Jangan nangani yang lain dulu. Agar bisa fokus.
Setelah sapunya bersih, sapu itulah yang akan membersihkan lantai. "Kalau tidak, 25 tahun ke depan pun kita masih akan muter-muter seperti sekarang".
Tidak hanya para pembicara yang menggebu-gebu. Dari kursi undangan muncul Kahar Al Bahruli dari Samarinda. Kahar membeberkan permainan tambang batu bara di Kaltim dengan serunya. Kahar ungkapkan nama-nama siapa pun yang terlibat di dalamnya. Mulai anggota DPR sampai para artis ibu kota.
Kahar pernah aktif di jaringan advokasi tambang. Ia lahir di Papua, besar di Bone, kuliah di fakultas pendidikan Universitas Mulawarman Samarinda. Sukunya Bugis. Istrinya Bali. Kini Kahar memimpin Aksi Kamisan Kaltim. Tiap Kamis demo di kantor gubernur Kaltim. Ia aktif urus tenggelamnya anak-anak di lubang bekas galian tambang.
Semua korupsi di tambang yang ia beberkan itu sudah ia laporkan ke KPK. "Masak ada tambang kecil dengan cadangan batu bara 300.000 ton bisa memasok PLTU sebesar 1,2 juta ton," ujar Kahar. Maksud Kahar: dari mana lagi kalau bukan dari tambang ilegal.
"Kaya sumberdaya alam ternyata tidak membuat rakyat Indonesia makmur. Kaya sumberdaya alam telah menjadi sumber kutukan," ujar Saut Situmorang.
Anda sudah tahu: Ketua KPK sudah jadi tersangka abadi korupsi. Kemudian, pusat pemberantasan korupsi jadi tersangka korupsi.
Apa namanya kalau bukan kutukan. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 10 Agustus 2026: Jemput Depan
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DARI 3 HARI MENJADI 3 DETIK.. Yang paling menarik dari mBridge bukan soal China ingin menggantikan dolar. Itu bagian geopolitik. Yang lebih mendasar justru soal efisiensi sistem pembayaran. SWIFT pada dasarnya adalah jaringan pesan antarbank. Ia bukan “uang digital” dan bukan pula sistem yang memindahkan uang secara langsung. Transaksi lintas negara membutuhkan banyak lapisan. Ada bank koresponden, proses kliring, settlement, pemeriksaan kepatuhan, dan perbedaan zona waktu. mBridge mencoba memotong sebagian rantai itu melalui teknologi distributed ledger dan mata uang digital bank sentral atau CBDC. Karena itu, transfer antarnegara secara teoritis bisa berlangsung jauh lebih cepat dan biaya lebih rendah. Namun ada satu hal penting. Kecepatan teknologi tidak otomatis membuat sistem menjadi dominan. Untuk menjadi infrastruktur global, diperlukan interoperabilitas, standar hukum, keamanan siber, likuiditas, dan yang paling mahal: kepercayaan. Jadi pertarungannya bukan sekadar SWIFT versus mBridge. Ini pertarungan antara dua model infrastruktur keuangan. Yang satu sudah matang dan dipercaya dunia. Yang lain menawarkan masa depan. Dalam teknologi, yang lebih cepat belum tentu menang. Yang menang biasanya yang paling banyak dipakai.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DOMPET SUDAH DIGITAL, TAPI NEGARA MASIH PAKAI DOMPET TEBAH.. Kita sudah terbiasa bayar kopi tanpa uang tunai. Scan QR. Bunyi “ting”. Selesai. Bahkan kadang belum sempat minum, saldo sudah lebih dulu berkurang. Teknologi memang cepat kalau urusannya mengambil uang kita. Sekarang negara juga ingin punya dompet digital. Bedanya, isinya bukan Rp100 ribu untuk beli kopi. Isinya cadangan devisa dan mata uang digital bank sentral. mBridge menarik karena mencoba membuat transaksi antarnegara sesederhana kita membayar QRIS. Tidak perlu terlalu banyak mampir dari satu bank ke bank lain. Kalau berhasil, pembayaran lintas negara bisa jauh lebih cepat. Tetapi ada masalah klasik. Dompet digital harus punya isi. Dan orang mau memakai dompet itu kalau percaya isinya aman. Begitu juga negara. Mereka tidak akan buru-buru menyimpan cadangan dalam yuan hanya karena transaksinya bisa tiga detik. Kita saja kadang masih curiga ketika saldo e-wallet tiba-tiba berkurang. Negara tentu lebih cerewet. Jadi masa depan pembayaran internasional mungkin memang digital. Tetapi sebelum semua negara “scan dan bayar”, masih ada satu QR code terbesar yang harus dipindai: kepercayaan.
Edi Sampana
Batingkaung = merangkak. Bayi dalam perkembangannya, Untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain: baguling kemudian bakisut kemudian batingkaung he he he
Ima Lawaru
Beberapa hari lalu, saya baru tahu bahwa bayar lewat Qris tidak real time. Uang dikirim sekarang, bisa 3 jam atau 3 hari kemudian baru masuk. Sekarang saya lebih senang pakai Dana. Di samping real time, ongkir antar bank murah sangat.
Ima Lawaru
Qris perlu berjuang lagi agar transaksinya real time. Kalau sudah real time, complain penjual ke pembeli nyaris bisa ditekan. Contohnya saya. Beberapa hari lalu, saya beli saldo pulsa lewat Qris mbanking Sultra. Rekening tujuan BNI. Eh, tiba-tiba esoknya, saya dihubungi penjual bahwa uang yang saya kirim belum masuk. Saya diminta penjual untuk menghadap ke Bank Sultra untuk konfirmasi. Dari pegawai Bank Sultra bilang kalau antarbank, paling cepat biasanya 1 hari. Dan paling lama 3 hari. Dari situ saya baru tahu bahwa Qris juga ternyata masih punya kelemahan.
Jokosp Sp
Puluhan tahun kita sudah dijajah secara ekonomi oleh dolar. Perlahan mulai bisa sedikit mandiri dengan Q-Ris. Tetapi kita tetap masih dijajah dolar, bayangkan kita bertransaksi saat ke laur negeri betapa rupiah tidak ada nilainya (1US$=Rp18.000,-). Isi rekening tiba-tiba terpotong sebegitu banyak dan besarnya. Bukan saja ke dolar. Hampir ke semua mata uang asing nilai rupiah kita betapa hancurnya (tidak bernilainya). Dan bukannya dengan Yuan nanti nasibnya akan sama?. Kita akan dijajah secara ekonomi oleh Tiongkok dengan Yuannya. Yang benar itu kalau nilai tukar rupiah menguat dengan dolar, misal bisa 1US$=Rp 2.000,-. Bukan 1US$=Rp 18.000,- atau 1CNY=Rp 2.684,- saat ini. Kita bukan dijajah oleh negara mereka sebenarnya, tetapi dijajah di negerinya sendiri oleh pejabat dan aparat yang korup. Betapa kaya akan hasil tambang dan hasil bumi negera ini, tetapi negara dan rakyatnya justru boncos dirampok oleh yang diberi amanah untuk mengelolanya. Ambyar.............
Mpok Dipa
Buat saya yg punya usaha dengan salah satu jenis pembayaran by Qris, sekarang² ini masalah nyaris jarang terjadi. Memang setiap bank atau penyedia Qris memiliki waktu² yg berbeda dalam mencairkan dana dari Qris. Ada bank yg akan mencairkan dana dari Qris untuk masuk ke rekening tiap 4 jam sekali, ada juga yg sehari hanya sekali di setiap jam 6 sore. Jadi tidak serta merta seperti orang transfer ke antar rekening, uang auto masuk ke rek lalu bisa di ambil, ada jam² pencairannya. Yang cepat itu proses perpindahan dari tabungan ke Qris nya, hanya 3 detik...seperti whoosh
Ahmad Zuhri
Gara2 kembalian sering di kasih permen atau pembulatan yg tidak semestinya, saya jg mulai pakai Qris skrg.. Kl pakai aplikasi semacam L*nk aja, D*na, G*pay dll setau saya langsung masuk saat itu jg, tapi kl pakai Bank daerah sepertinya mmg perlu waktu beberapa saat/hari.. tapi kl pakai Bank Nasional langsung masuk jg. Pelan tapi pasti harus dikurangi penggunaan dolar, biar tidak semakin pongah orang macam Trump itu.. Gajah kl dikeroyok semut ramai2 pasti akan tumbang jg, dan itu sudah dimulai..
Sugi
Berarti orang ada zaman sekarang, selain harus punya dollar, juga harus siap2 punya yuan. Saya juga punya e-wallet tapi sepertinya kurang optimal. Karena selalu ada biaya administrasinya setiap kali transaksi antar bank. Jadi lebih sering pakai uang fisik. Semoga Indonesia segera menyusul misi uang digitalnya, dengan biaya admin mendekati 0 rupiah alias gratis.
xiaomi fiveplus
masa depan koq dijemput.. koyo rak percoyo takdir.. wkwk nasehat yg seirama dengan ini terlalu sering kami dengar dulu di kampung. nasehat untuk "sabar dan tawakal" jauh lebih populer daripada "ikhtiyar".
Kalender Bagus
Tenang Abah, negara kita punya keahlian yang jarang dimiliki negara lain, nyalip di tikungan. Biarkan orang duluan, yang finish duluan tetap kita.
Milyarder Setia
Ada aplikasi Indonesia yang cukup bagus untuk kirim uang dengan cepat(bukan promosi ya). Namanya flip id. / Flipglobe. Caranya pengirim kirim dulu duitnya ke rekening flip, nanti flip akan meneruskannya ke rekening tujuan. Dengan kurs yang sudah ditentukan di depan. Bisnisnya fee nya cukup masuk akal. Mungkin itu bisa disempurnakan
Jo Neka
Di sini juga ada mcOruptor..M pun bukan money.Tetapi multple.Koruptor serba guna.Menyumbang tempat ibadah.Menyumbang pengusaha.Menyumbang penegak hukum.Tentunya yang pertama menyumbang istri dan anak.Lantas famili.Bagiamana.Setuju bukan.Kemarin saya sempat membaca medsos.Dan bikin sedikit gila dengan Panca Gila..Dan sial..Oh mangsud saya Sila yang pertama adalah.Keuangan yang Maha Kuasa..Dan selanjutnya anda cari sendiri.Memang bikin gila.
heru santoso
Saya pernah beli segelas es mixue. Tit tit....scan QRIS, beres. Ups.....keluar gerai saya kebingungan untuk bayar parkir motor, "maaf pak saya tidak bawa dompet". Pak parkir sambil mlengos, "dasar pelit. Itu barusan beli es kok ngomong ga bawa duit. Memangnya bisa bayar es pake daun?"
Jokosp Sp
Pak DI suka menyelipkan bahasa-bahasa Banjar dalam tulisannya. Kali ini batingkaung (merangkak). Dalam budaya Banjar proses sampai batingkaung melewati beberapa tahapan tradisi perawatan ibu dan anak. Mulai dari persalinan oleh paraji (dukun baranak), perawatan pusar, sampai bayi bergerak di lantai. Dimulai dari batianan/ bahinak: proses ibu melahirkan yang dibantu paraji atau bidan kampung. Manabang tali pusat: memotong tali pusat bayi menggunakan sembat atau alat khusus secara tradisional. Mambasuh awak bayi: memandikan bayi dengan air hangat dan ramuan tradisional. Acara batasmiyah/ basasarat: memberikan ngaran bayi (nama) kepada bayi dengan beacara selamatan dan diiringi do'a. Maandak tambuni: membersihkan ari-ari, lalu diberi garam dan asam dimasukkan ke dalam periuk tanah atau wadah khusus. Mananam tambuni: si abah (ayah) si bayi menanam ari-ari di sekitar halaman rumah, dan biasanya memberikan lampu penerangan selama beberapa hari. Proses sampai batingkaung biasanya diawali bayi dari bisa baguling-guling, membalikkan tubuhnya sendiri dari posisi telentang sampai tengkurap. Jadi batingkaung adalah istilah banjar untuk proses bayi dari mulai bisa bergerak maju menggunakan ke dua tangan dan lututnya di lantai. Tapi bayi laki yang kalau sudah dewasa(ganal) tatap haja batingkaung. Si Galuh Banjar rancak protes bahari, "Kaya apa abahnya niiii..., kadak mau mangalah lawan anaknya?. Anak batingkaung, abahnya juga bantingkaung....minta jatah tarus... Kadak paham jua".
Tiga Pelita Berlian
Semalam ngobrol dgn seorang Bapak2 yg dgn bangga menceritakan anaknya (seorang aparat) yg pekan depan akan wisuda sarjana, melalui kuliah jarak jauh di Universitas Terbuka . Beliau cerita kalau kuliahnya tsb hanya cari gelar, tiap ujian semester banyak dibantu oleh sang menantu, serta banyak modul yg sampai saat ini masih rapi tersimpan di lemari bahkan belum dibuka bungkus/segelnya . Jadi ingat tulisan Abah ttg Universitas yg paling banyak mahasiswa nya itu .. oh ternyata PABRIK SARJANA itu nyata . Seklangkong
Sadewa 19
Kalau gatheringnya bareng Muktamar NU, saya ijin gak bisa ikutan. Karena saya milih harus ke Muktamar NU untuk milih ketua yg baru. Mohon ijin...(ini kalau saya diundang lho ya..wkwkwk)
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Kemarin saya datang ke DIC Farm, markasnya Abah di Gondang, Mojokerto. Iya, lokasinya di Kec. Gondang, bukan Kec. Pacet. Tapi Abah lebih suka menyebutnya Pacet, mungkin karena Pacet lebih populer. Di Mojokerto, Pacet dan Trawas adalah andalan wisata pegunungan. Pacet terkenal dengan kolam air panasnya, Trawas sekarang terkenal banyak cafe dan banyak camping ground. Kemarin adalah perayaan ulang tahun Mamak (menantunya Pak Iskan). Rame sekali. Padshal niat saya rapat untuk gathering Perusuh tapi akhirnya "terpaksa" ikut pesta ulang tahun Mamak. Seperti halnya Abah yang saltum (salah kostum) di ulang tahunnya Ari Sufiati, saya juga saltum di ulang tahunnya Mamak. Saya cuma pakai kaus "business trip"-nya Disway. Harusnya saya pakai batik seperti Abah, hehe... Meski cuma 3 bulan saya tidak ke DIC, ternyata perubahan sudah begitu banyak. Jadi kemarin saya dan Mbak Pipit, serta Cak Prie (via video call) sudah punya gambaran di mana para Perusuh akan tidur. Gathering Perusuh tinggal menunggu "ketok palu" dari bos Disway yaitu Mas Tomy, maka Perusuh akan mengadakan "muktamar" lagi. Semoga gathering kali ini lancar semuanya. Siapa tahu nanti sekalian ada peluncuran Disway Apps? Ya siapa tahu, namanya juga berharap...
Tivibox
Membaca CHDI hari ini, ada perasaan senang dan sedih. Senang, karena sudah ada negara yang mulai dan sedang melawan dominasi Amerikano. Tentu, melawan dalam hal ini maknanya positif. Sedih, bila mengingat negeri sendiri. Dimana masih sibuk berkutat dengan diri sendiri. Belum sempat mikir masa depan.
Achmad Faisol
istilah yang berhubungan dengan masa depan... lazimnya: menunggu masa depan... pak DI: menjemput masa depan... robert k. cooper di buku executive EQ: menciptakan masa depan... steve jobs sering disebut datang dari masa depan karena visinya terbukti bertahun-tahun kemudian... bagi pemalas: madesu (masa depan suram)... bagi yang rajin dan ulet: madecer (masa depan cerah)...
Sadewa 19
Seorang temen cerita, ketika ia melakukan transfer dari IDR ke WON. Ia datang ke customer service dan teller di salah satu bank di daerahnya. Mungkin karena transaksi seperti ini jarang dan tidak biasa, ia harus menunggu. Prosesnya hampir 2 jam. IDR harus dikonversi dulu ke USD, dari USD baru dikonversi lagi ke WON. Belum lg underlying deocument yg harus ia siapkan. Cukup merepotkan. Kolega bisnis nya di Korea pun baru terima dananya 2 hari kemudian. Akhirnya di hari lain, ia meminta ijin rekan bisnisnya di KORSEL, untuk transfer menggunakan BINANCE, salah satu digital currency. Dan berhasil hanya perlu waktu 2 detik. Masa depan itu sudah terjadi. BANK bisa punah, namun KOPDES MERAH PUTIH akan selalu ada. Jaya Jaya Jaya....!!!
Jokosp Sp
Mau perkasa rupiah?. Bisa. Caranya?. Pemimpinnya pidato: Bank Indonesia harus dibuat netral, tidak dalam pengaruh kekuasaan pemimpinnya. Lainnya apa?. Bank Himbara harus dikeluarkan dari Danantara. Bank BUMN harus mandiri, tidak boleh dipakai untuk kepentingan penguasa dengan cara membiayai semua proyek-proyek ambisiusnya tanpa ada kontrol. Jelas sekarang ini tidak sehat, makanya investor pada kabur ke Vietnam dan China.
Muh Nursalim
Di pondok Gontor uang kertas juga ndak laku, apalagi receh. Setiap santri dan stake holder yang ingin belanja hrs punya kartu. Pake kartu itulah semua bisa dibayar. Kantin, koperasi, cafe, penginapan dan lain-lain. Orang tua tinggal ngisi kartu itu dr mana saja. Dengan Virtual account. Aman. Sumbut dengan tage line nya. Pondok Modern.
Wilwa
MENJAGA STABILITAS KEUANGAN REGIONAL. Hmmm. Ini khan bahasa halus menjaga nilai Rupiah bila transaksi mayoritas dalam RMB karena RMB sendiri dijaga agar stabil terhadap USD oleh Bank Sentral Tiongkok. Walau floating tapi khan cuma 4% naik turunnya selama setahun jadi dapat disebut stabil. Semoga saja banyak importir produk Tiongkok menggunakan fasilitas CIPS ini sehingga fluktuasi Rp terhadap USD jangan sampai lebih dari 10% selama setahun seperti belakangan ini dari 15.000/16.000 ke 18.000. Begitu maksudnya.
Wilwa
Oh ya CIPS hanya perlu hitungan detik hingga menit secara REAL TIME untuk transaksi. Jauh lebih cepat dari SWIFT yang perlu waktu 1 hingga 5 hari. CIPS adalah upaya pelan tapi pasti dari Tiongkok/RMB untuk menggeser dominasi USA/USD dalam transaksi ekspor impor di muka bumi ini.
Wilwa
Sebelum resign sebagai Gubernur Bank (Sentral) Indonesia, Perry Warjiyo dan Gubernur Bank Sentral Tiongkok (People Bank of China) sudah sepakat menunjuk Bank Mandiri sebagai peserta langsung (direct participant) dalam CIPS (Cross-border Interbank Payment System) yang menggunakan RMB 人民币 alias Yuan 元 untuk transaksi ekspor impor. Simak artikel bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2812426.aspx. BANK INDONESIA DAN PEOPLE’S BANK OF CHINA BERSINERGI MENJAGA STABILITAS KEUANGAN REGIONAL. 11 Juni 2026. CIPS adalah pesaing berat SWIFT nya USA. CIPS memiliki direct participant di 114 negara dan jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun.
Tivibox
Ketika kita membayar parkir, kita scan barcode, pembayaran kita langsung masuk ke PD Parkir. Jejak transaksinya jelas. Tak ada yang masuk ke kantong penjaga parkir secara gelap. Ketika kita membayar pajak kendaraan, scan barcode, pembayaran langsung masuk ke rek. pemda. Tak ada ke kantong calo. Jumlahnya sesuai dengan data di STNK. Ketika mau bersedekah, scan barcode. Uang amal kita langsung diterima panitia. Tanpa masuk ke kotak yang bisa diambil orang tak bertanggung jawab. Dalam hal lain yang lebih besar itu harus diterapkan. Sampai penggunaan uang fisik tidak dominan lagi. Kalau pembayaran digital dominan, peluang menutup celah korupsi menjadi lebih mudah.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DOMPET BELUM PENSIUN.. Anda sudah punya e-wallet: dompet elektronik. Apakah di saku atau tas Anda masih ada dompet lama? ### Saya masih penasaran dengan pertanyaan itu. Ternyata jawabannya tidak sesederhana: punya e-wallet berarti meninggalkan dompet. Survei Snapcart, Mei 2025, terhadap 4.991 responden menunjukkan 1) Sebanyak 44% orang Indonesia masih menggunakan "kombinasi" cash dan cashless. 2) Sebanyak 38% bahkan masih memilih uang tunai. 3) Yang benar-benar cashless hanya 14%. ### Yang menarik justru soal umur. 1) Pada kelompok usia 60 tahun ke atas, 43% masih memilih cash. Ini masuk akal. Generasi ini tumbuh ketika uang berarti lembaran yang bisa diraba, dihitung, dan diselipkan di dompet. 2) Sementara generasi muda jauh lebih akrab dengan e-wallet, QRIS, dan pembayaran lewat HP. Uang bagi mereka semakin sering berbentuk angka di layar. Tetapi generasi muda pun belum tentu membuang dompet fisiknya. Jadi sekarang ada dua dompet. Dompet digital untuk kehidupan modern. Dompet lama untuk berjaga-jaga. Mungkin dompet fisik memang tidak hilang. Ia hanya mengalami penurunan jabatan. Dulu direktur keuangan. Sekarang komisaris. Masih diperlukan, tetapi tidak lagi setiap hari turun tangan.
Murid SD Inpres
but i'd prefer gold bar 74 kilo, grandpa.....that's the new trend nowadayszz.....and d official public govt's places are d most safer place to deposit your cash thank bank, ahsiappp!
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TENTANG DOMPET FISIK DAN DIGITAL, HASIL SURVEY TERBARU.. Anda sudah punya e-wallet: dompet elektronik. Apakah di saku atau tas Anda masih ada dompet lama? Saya coba cari jawabannya dari hasil survei terbaru. 1) Survei Jakpat, April 2026, terhadap 1.945 responden Gen Z, Milenial, dan Gen X, menunjukkan sekitar 60% menggunakan e-wallet karena mudah dan praktis. 2) Bahkan sekitar 50% Gen Z menyimpan uang di e-wallet. 3) Sementara itu, survei Ipsos Indonesia Digital Wallet 2026 menunjukkan e-wallet sudah dipakai untuk berbagai kebutuhan: 86% untuk belanja online, 77% makanan dan minuman, 69% pembayaran rutin, dan 68% transfer ke rekening bank. ### Tetapi antar generasi ternyata berbeda sikap. 1) Gen Z paling digital. HP sudah seperti dompet utama. 2) Milenial berada di tengah. Dompet digital semakin dominan, tetapi dompet fisik belum benar-benar ditinggalkan. 3) Gen X dan generasi lebih tua cenderung lebih pragmatis. Uang tunai masih dianggap penting sebagai cadangan. Jadi, dompet fisik belum mati.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Teruntuk Pak Leong dan Pak Mul: Lungsuran sepatu itu tidak melihat strata ekonomi. Lungsuran sepatu itu tentang penghormatan kepada guru. Hehe sok serius tulisannya. Kalau di pondok pesantren, menghabiskan makanan dan minuman sisa guru bisa jadi rebutan. Meski sekarang tentu harus lebih hati-hati akan penularan hepatitis. Mungkin saja Abah dulu juga suka menghabiskan makanan gurunya, makanya terkena hepatitis. Tapi karena cipratan barokahnya jauh lebih besar, barokahnya bisa mengobati hepatitisnya meski harus ganti hati. Saya rasa, Abah itu pemakaian sepatu (kets)-nya kan sangat tinggi. Tiap hari pakai sepatu. Ibarat Kyai yang tiap hari pakai sarung, adalah pantas jika sang kyai melungsurkan 2 sarung ke santrinya setiap tahun. Begitu juga Abah. Misal setiap gathering Abah melungsurkan 2 pasang sepatu, ditambah 1 pasang sepatu lungsuran Mas Azrul, tentunya sangat wajar. Untuk Mas Azrul cukup 1 saja karena yang ukuran kakinya sebesar beliau pasti juga sedikit. Kalau disuruh nemilih dibelikan Abah sepatu baru sama dilungsuri Abah sepatu bekasnya, jelas saya pilih sepatu bekasnya.
Lukman Nugroho
Kemarin menulis tentang 20 tahun. Setelahnya menulis hal baru pasca 20 tahun. Ada kemajuan, meski tidak banyak. Rs Fatmawati sebagai contohnya. Yang MAJU lagi adalah soal genteng tahan banting dan sepatu karetnya BRIN. Uuuupppssss...
Juve Zhang
Makan makanan yg ada virus Hepatitis itu kalau anda makan nya sekali dua kali ....maka tubuh anda sanggup mematikan virus Hepatitis itu....tapi karyawan kantor tempat kantor saya dulu setiap hari tiga kali makan masakan juru masak yg badannya punya virus Hepatitis akibatnya banyak karyawan sehat pun tertular virus Hepatitis....jadi ada 27 000 espppge tentu beberapa juru masak nya ada yg pembawa virus Hepatitis di badannya dia sendiri sehat tapi pembawa virus Hepatitis nah jika anda setiap hari makan virus Hepatitis dalam jangka lama pasti badan anda pun akan kalah oleh virus Hepatitis....jadi anda setelah baca cerita JZ bisa simpulkan sendiri...bukan ajakan menolak program EmbGe anda sudah IQ 3 Digit kalau sudah baca Disway setiap hari tahu pertahanan terbaik bagi badan anak atau cucu anda.
Liáng - βιολί ζήτα
mBridge. mBridge itu dikembangkan secara bersama-sama oleh beberapa negara koq..... Bukan Tiongkok sendirian !! Pertama kali digagas dan dirintis oleh Bank for International Settlements (BIS) - BIS Innovation Hub (Hong Kong) sekaligus yang memimpin tim kerja sama awal mBridge. mBridge merupakan lanjutan dari pengembanganan proyek riset "Project Inthanon-LionRock" yang merupakan proyek riset Otoritas Moneter Hong Kong. Kemudian Tiongkok (Mainland), Thailand, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, bergabung dalam pengembangannya..... selanjutnya beberapa negara lainnya menyusul bergabung dalam pengembangan mBridge tersebut. mBridge dalam bahasa Chinese-nya : 多邊央行數位貨幣橋 (Duōbiān yāngháng shùwèi huòbì qiáo) ---> Multiple Central Bank Digital Currency Bridge Biasa disingkat menjadi :貨幣橋 (Huòbì qiáo) mBridge. * Anda dapat dengan mudah mendapatkan informasi lengkap mengenai mBridge pada portal-portal berita berbahasa Chinese.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Liam.. KEKAGUMAN SAYA AMA TIONGKOK.. Kekaguman saya ama kemajuan dan inovasi Tiongkok itu hampir mencakup segala bidang. 1) Mulai dari yang sifatnya TEKNIS. Kereta cepat. Mobil listrik. Baterai. Panel surya. Turbin angin. Drone. Robot industri. Robot humanoid. Kecerdasan buatan. 5G. Semikonduktor. E-commerce. Pembayaran digital. Logistik dan delivery. Pelabuhan otomatis. Kapal listrik. Satelit. Eksplorasi ruang angkasa. Bahkan konstruksi gedung dan infrastrukturnya. Yang mengagumkan bukan hanya produknya. Tetapi kecepatannya mengubah teknologi menjadi produk massal. 2) Sampai bidang NON TEKNIS pun sama. Manajemen kota. Transportasi publik. Pariwisata. Pendidikan. Kuliner. Perdagangan. Ekonomi digital. Cara memasarkan produk ke seluruh dunia. 3) Dan jangan lupakan juga bidang SENI. Film. Musik. Animasi. Seni bela diri. Xianxia. Wuxia. Sampai Dracin. ### DRACIN bahkan sudah merambah Indonesia dan Asia Tenggara. Mikrodrama China memang sedang tumbuh pesat, dengan format pendek, cerita cepat, dan cliffhanger yang membuat penonton susah berhenti. Dan bahkan DRAKOR Sekarang tersingkir oleh DRACIN. Ceriteranya monotoon sih. CEO menyamar. Orang miskin ternyata CEO. Dll. He he. Tapi banyak yang suka lho. Termasuk ada Menteri RI yang katanya penggemar Dracin.
yea aina
Kompetisi memperebutkan sepatu "lungsuran" mantan sesuatu semakin sengit. Semangit. Saking ketatnya persaingan, muncul ide "nyleneh" Bli @UN: pakai jasa tukang gendam. Yang lebih wow, skema bayar TG dengan pay later kwkwkw. Bukan hanya perusuh spesialis lungsuran saja yang hobi pakai pay later. Selevel negara Anda, untuk bisa gaya-gayaan punya whuoshhh juga sama. Terbaru BPI D, selaku super holding BUMN "menyerah" untuk restrukturisasi pay later whuoshhh. Dipindahkan kembali ke kantong: SMV kemenkeu. Special Mission Vehicle. Detail informasi tentang SMV ini belum jelas. Satu kejelasannya: utang whuoshhh ditanggung APBN secara tidak langsung. Jalan berputar-putar dan mbulet.
mario handoko
selamat siang bp thamrin, bp agus, bp mul, bp everyday, bp em ha, bp haji jokosp dan teman2 rusuhwan. agar mbridge bisa sesukses swift. dibutuhkan "trust". kepercayaan, bahwa dana yang ditransaksikan. akan diteruskan ke penerima yg sah. dengan sistem politik single party. dan tidak adanya pembatasan masa jabatan pleciden negara founder mbridge. apakah mayoritas user swift bisa percaya dengan mbridge?
Rashad Alvarado
Utk kawan2 yg sudah sering ikut mohon mengalah.wkwk. Masih banyak perusuh yg blm pernah ikut gathering
Rashad Alvarado
I2C (Indigenous Indonesian Car) adalah proyek mobil listrik nasional yang dikembangkan oleh PT Teknologi Militer Indonesia (PT TMI) bekerja sama dengan rumah desain asal Italia, Italdesign. Diperkenalkan pertama kali pada ajang GIIAS 2025, mobil ini mengusung desain futuristik bernuansa lokal seperti lambang Garuda
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 149
Silahkan login untuk berkomentar