Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) berpamitan kepada pengurus wilayah NU Jawa Timur, Selasa, 8 September 2026.--

Jadi presiden itu secukupnya. Jadi warga negara itu selamanya.

Kalimat itu saya comot dari Muktamar Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, bulan lalu: jadi pengurus itu secukupnya, jadi Nahdliyin itu selamanya.

Dengan kredo itu NU berhasil meredam kekecewaan akar rumput yang merasa jago mereka tidak terpilih jadi rais aam maupun ketua umum. Tapi itu juga menyadarkan bahwa jadi warga NU lebih penting dibanding jadi pengurus –pengurus pusat sekali pun.

Kekecewaan akar rumput itu tecermin dari berbagai ceramah dan meme yang diunggah di medsos. Ada ceramah di kampung yang mendapat dukungan tepuk tangan meriah: "Dari muktamar ini kita tahu yang di atas atas sana bagi-bagi uang, sedang kita, warga NU yang di bawah, urunan kumpul uang untuk NU".

Bagi saya apakah Muktamar ke-35 kemarin itu berhasil atau tidak baru bisa diketahui tiga-lima bulan ke depan: apakah Pengurus Besar NU yang baru bisa menangani masalah besar NU yang begitu banyak. Bahkan apakah PBNU tahu masalah besar apa saja yang dihadapi.

Dari diskusi dengan banyak anak muda NU terlihat setidaknya ada empat agenda besar ke depan. Empat-empatnya andalan NU: Islam Nusantara, gerakan madaniah, perekonomian akar rumput, dan kualitas pendidikan.

Sudah empat tahun soal Islam Nusantara seperti jarang jadi topik bahasan. Indonesia memerlukan NU justru karena NU mengembangkan Islam yang membumi di Nusantara. Bukan Islam yang identik dengan ''Arabisasi''.

Apalagi soal gerakan madaniah. Praktis sejak tidak ada lagi Gus Dur, NU seperti kehilangan tokoh yang terus menyuarakan nilai-nilai demokrasi, keadilan, penegakan hukum, dan pembelaan terhadap lapisan yang tertindas.

NU terlihat seperti dibawa ke pusat kekuasaan. Memang masih ada tokoh seperti AS Hikam dan Mahfud MD, tapi keduanya seperti tidak masuk arus utama di NU. Mungkin karena kedua tokoh tersebut lebih berwajah intelektual tanpa embel-embel Gus atau Kiai.

Pun di bidang ekonomi akar rumput. Pemikiran mendasarnya belum muncul. Yang ada baru sebatas terbentuknya asosiasi pengusaha Nahdliyin. Pernah ada bank perkreditan rakyat milik NU. Tapi akhirnya tidak berkembang –sejak Edward Soeryadjaya mengambil alih kembali kepemimpinan di situ.

Lalu muncul gagasan besar Gus Yahya, ketua umum PBNU periode lalu, lewat penguasaan tambang batu bara. Dari sini direncanakan lapisan bawah NU bisa mengakhiri kebiasaan mengajukan proposal minta dana. NU akan punya uang sangat besar dari tambang batu bara.

Kita belum tahu apakah rencana perbaikan ekonomi Nahdliyin lewat tambang batu bara itu akan diteruskan. Rasanya ketua umum PBNU yang baru, Gus Kikin, akan banyak ditanya soal ini.

Bisa jadi soal tambang batu bara akan lebih banyak menyita kesibukan pengurus baru. Kalau usaha batu bara itu berhasil, tidak mustahil NU akan menjadi organisasi keagamaan yang punya sumber dana besar secara terus-menerus.

Tentu tidak boleh terjadi: perhatian besar ke batu bara mengabaikan program besar lainnya. Salah satu caranya adalah: bagi-bagi tugas dan tanggung jawab. Misalnya, serahkan soal pengembangan Islam Nusantara ke ''ahlinya'': KH Said Aqil Siroj. Berikan wewenang dan otoritas penuh pada beliau untuk menjadi penanggung jawab bidang itu.

Demikian juga soal gerakan demokrasi, keadilan dan tegaknya hukum: serahkan ke Gus Rozin dari Pati. Berikan keleluasaan kepada Gus Rozin untuk menjadi pembawa bendera NU di bidang itu. NU, lewat Gus Dur, boleh dibilang pelopor di gerakan demokrasi, persamaan hak, penegakan keadilan, dan pembela masyarakat tertindas. NU diharapkan harus tetap menjadi pembawa bendera di bidang ini. Ketua umum bisa menyerahkan bendera ini ke Gus Rozin yang di muktamar kemarin juga muncul sebagai salah satu calon ketua umum.

Tentu jangan lupa: NU memiliki teknokrat hebat di bidang pendidikan. Yakni Prof Dr Mohammad Nuh. Beliau pernah menjadi menteri pendidikan yang sukses. Beliaulah yang memimpin Muktamar di Lampung dan di Tambakberas.

Pak Nuh mampu mengatur pendidikan Indonesia --harusnya mampu memajukan pendidikan di lingkungan NU. Apalagi Pak Nuh termasuk teknokrat yang percaya bahwa cara pengentasan kemiskinan terbaik adalah lewat pendidikan.

Tentu bukan sembarang pendidikan. Yakni pendidikan yang bisa membawa kemajuan. NU menghadapi persoalan besar di bidang pendidikan: jumlah santri terus-menerus mengalami penurunan. Lembaga-lembaga pendidikan NU tidak bisa tenang-tenang terus.

Menjadi pengurus itu memang secukupnya. Tapi waktu mereka tidak akan cukup untuk mengurus begitu banyak agenda.

Menjadi presiden juga secukupnya: lalu bagaimana bisa cukup waktu, pikiran dan tenaga untuk mengurus semuanya.

Lebih enak jadi warga negara selamanya.(Dahlan Iskan)

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 8 September 2026: Serius Nonsense

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KOPERASI BUKAN SEKADAR KOPERASI.. Ada satu yang menarik dari CHDI hari ini. Keberhasilan koperasi di Belanda, Swedia, atau Singapura tidak otomatis berarti negara itu memakai sistem ekonomi koperasi. Koperasi bisa sangat sukses di dalam sistem kapitalisme. Ini penting. Sebab sering terjadi kekeliruan antara koperasi sebagai institusi ekonomi dan koperasi sebagai sistem ekonomi nasional. Koperasi adalah mekanisme kepemilikan dan pengambilan keputusan. Anggota sekaligus pemilik. Keuntungan bukan satu-satunya tujuan. Ada manfaat ekonomi bersama. Tetapi membangun ribuan koperasi tidak otomatis mengubah struktur ekonomi sebuah negara. Ukuran keberhasilan juga tidak cukup dari jumlah koperasi. Yang lebih penting adalah survival rate, produktivitas, modal, tata kelola, kualitas SDM, dan kemampuan beradaptasi terhadap pasar. Karena itu KDMP seharusnya diperlakukan sebagai eksperimen kebijakan. Harus ada indikator keberhasilan yang jelas. Ada baseline. Ada evaluasi. Ada pembanding. Ada batas waktu. Kalau berhasil, diperluas. Kalau gagal, diperbaiki. Kalau memang tidak layak, dihentikan. Jangan sampai kita mengukur keberhasilan koperasi dari banyaknya koperasi yang berdiri. Itu seperti mengukur kesehatan hutan dari jumlah pohon yang ditanam. ### Padahal yang penting: Berapa yang hidup.

bagus yudiarto

Muktamar yang dirancang serius untuk mengeksekusi mandat pasal 33 UUD 1945, justru berujung jadi ajang seleksi relawan pemangkas pentil si bawor. Konsep ekonomi kerakyatan yang megah kalah pamor dengan dengan strategi pruning demi lahir bawor montok. Beli ketan di pinggir jalan Pulangnya mampir ke kota Blitar Wahai si bawor durian andalan Pentilnya rontok bikin hati bergetar

Lukman Nugroho

Kemarin kita membahas abu vulkanik. Sekarang kita bahas pentil. Tapi pentil durian. Bukan pentil yang itu. Ada kejadian alam yang sering kita dengar, namanya puting beliung. Pernah suatu kali mendengar berita berbahasa jawa. Ternyata puting beliung itu, jika di jawakan menjadi pentil muter. Duh betapa sakitnya. Atau malah betapa enaknya. Alam selalu mengajarkan dua sisi pada kita.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PENTIL, KOPERASI, DAN PERUSUH.. Saya paling suka bagian pentil durian. Ternyata problem ekonomi nasional bisa dijelaskan oleh pohon durian. Bunganya ratusan. Pentilnya ratusan. Tetapi yang menjadi durian matang hanya beberapa. Mirip program pemerintah. Rencananya banyak. Targetnya banyak. Spanduknya juga banyak. Yang benar-benar menjadi hasil kadang lebih sedikit. Maka perlu pruning. Masalahnya, Pak Dahlan tidak tega merontokkan pentil. Ini manusiawi. Tetapi pemerintah biasanya tidak punya masalah seperti itu. Yang dirontokkan bukan pentil. Kadang programnya langsung. Di sinilah perusuh Disway menjadi menarik. Mereka bukan sekadar perusuh. Mereka seperti tim seleksi alam. Ada yang mengusulkan koperasi. Ada yang mengkritik KDMP. Ada yang memikirkan single data. Ada pula yang memikirkan kegelisahan ekonomi. Dan semuanya serius. Untungnya tidak ada yang mengusulkan membentuk koperasi pentil durian. Secara ilmiah, prinsipnya sederhana: sumber daya terbatas harus dialokasikan kepada yang paling berpotensi menghasilkan. Dalam ekonomi disebut efisiensi. Dalam dunia durian disebut pruning. Dalam rapat disebut: “Agenda berikutnya apa?”

Lukman Nugroho

Mari kita ributkan kembali. Yang benar dalam penulisannya itu pentil atau penthil. Meski beda dalam penulisan. Tapi secara bentuk. Secara umum mirip antara pentil dan penthil. Masih ada satu lagi, yang agak kurang mirip. Pentil ban.

Mbah Mars

Jadi gini Bah. Orang "tidak punya" itu sering dinomorsekiankan. Orang berpunya duduk di kursi depan. Yg tdk berpunya di paling belakang. Saat naik bis apalagi pesawat juga begitu. Di rumah sakit yg tak berpunya di kelas 3. Yg berpunya di kelas 1 atau VIP. Saat ada yg berpidato yg disebut duluan biasanya jg yg berpunya. Nah, di desil ini sekali-kali yg tdk berpunya dinomor satukan. Dia harus menjadi prioritas negara. Yg paling harus diperhatikan. Yg paling harus ditolong. Lalu apa hubungannya dg pentil durian ? Pentil durian jg berdesil Bah. Desil 1 kalau mengacu aturan perdesilan pemerintah maka hrs siap dikorbankan demi hidup suburnya desil 8 sd 10. Ini hukum alam. Misal terjadi perang pasti yg harus maju perang dulu adl desil 1. Desil 1 musti siap dikorbankan.

Anonim Xyz

Satu bulan terakhir ini saya baru membuka 50% dari semua transaksi yang pernah saya lakukan antara pertengahan tahun 2021 sampai tahun 2025. Faktanya, semua transaksi yang pernah saya lakukan di ambil dengan kesadaran eksekusi tingkat rendah, namun di dasari dengan kesadaran "ide transaksi" yang sangat tinggi. Hasil dari transaksi itu 18% winrate, 1622 order, value transaksi tembus 435 juta, total loss 1 juta 500 rupiah atau loss 50% dari total modal. Kesalahan terbesar saya di "Market" antara 2021-2025 yaitu: kegagalan memetakan lingkungan perdagangan, atau masih dalam proses memetakan lingkungan perdagangan (karena mata saya di tutup saat bertransaksi oleh pihak regulasi), yang berdampak pada "pengulangan kesalahan" di saat melakukan eksekusi. Kesalahan terbesar lainnya: mendengarkan ceramah dari influencer2 keuangan, terutama lokal (sekarang kalau mereka muncul di beranda medsos langsung saya blokir). "Ringkasnya. Ok, saya bodoh dan itu dulu." Lalu ada kopdes dan MBG?. Ini saya tidak mau tahu. Apakah ide transaksinya memang busuk dari awal, serba salah dan di paksakan? Atau teknik eksekusinya yang bermasalah: bodo amat? Mereka yang di bayar bahkan dengan bayar sangat tidak masuk akal? Knp saya harus repot-repot ikut mikir.

ikhwan guru sejarah

Mestinya, setelah puluhan tahun. Koperasi tidak terbukti bisa berkembang dan mensejahterakan. Mending cari alternatif lain. Model apa saja. Yang sesuai kondisi sosial dan zaman. Gak perlu memaksakan sesuatu yang tidak mungkin tercapai tujuannya. Intinya kan sejahtera. Mosok hanya satu cara saja.

Captain Bejo

wow sampek nampang dua kali, terimakasih pak Boy dan abah. kemarin "mrotoli" pentil durian kurang banyak Bah, karena unsur keselamatan , tangga kurang tinggi dan suhu panas mulai menyerbu ... selanjutnya itu perlu di kurangi lagi, pruning buah tahap kedua.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

10% PENDUDUK INDONESIA "DESIL 1": MENGUASAI 60% KEKAYAAN "6 DESIL" PENDUDUK INDONESIA.. "Cara pandang seperti itu lebih asosiatif: Satu persen penduduk menguasai kekayaan berdesil-desil". Begitu tulis pak Dahlan di CHDI hari ini. ### SAYA coba cari datanya. Ternyata ada angka yang sangat pas. World Inequality Report 2026, berbasis World Inequality Database, menggunakan data Indonesia 2024. Hasilnya menarik. 1) Desil 1 penduduk kita, yaitu 10% penduduk terkaya orang kita menguasai 59,4% kekayaan Indonesia. Atau hampir 60%. 2) Sementara 1% orang terkaya kita menguasai 19,9%. Atau hampir 20% dari kekayaan Indonesia. 3) Sebaliknya, 50% penduduk terbawah hanya menguasai 2,5% kekayaan Indonesia. ### JADI benar-benar terasa makna "berdesil-desil". Satu desil teratas menguasai kekayaan hampir enam desil penduduk lainnya. Sementara separuh (50%) penduduk Indonesia harus berbagi kekayaan yang hanya 2,5%. Yang menarik, ketimpangan kekayaan lebih tajam daripada pendapatan. Karena 10% teratas menerima 46,2% pendapatan nasional. Tetapi menguasai 59,4% kekayaan. Angka kadang lebih tajam daripada kalimat. ### (((Ini Riil Kasta)))

Jokosp Sp

Pruning adalah saat proses setelah satu tahun pohon ditanam untuk pengurangan cabang yang tidak produktif dan batang yang berdekatan maupun yang menumpuk dalam pohon. Dilakukan setahun bisa 2 kali. Sementara pruning buah memang sangat penting: Untuk seleksi buah yang terbaik dipilih yang grade A. Pemilihan buah terbaik dalam batang sangat diperlukan karena harus memperhitungkan ketahanan dan besarnya batang kuat menyangga buah (harus berapa biji). Pilih buah yang di batang saja, jangan yang di ujung batang dekat daun hasilnya tipis daging buahnya dan ini mempengaruhi kesehatan daun. Buah yang menggerombol cukup diambil 1 biji yang terbaik dan buang yang tidak akan berkembang atau yang bentuknya tidak sempurna. Seleksi buah ini bisa dilakukan ketika buah sudah berbentuk sebola ping pong. Jumlah buah harus diperhitungkan menyesuaikan kekuatan pohon dan batang. Buah yang berlebihan akan menyebabkan pohon stress sampai mati dan batang mengering. Jadi ketika pohon umur 3 tahun awal memang wajar kalau jadinya cuma 3 biji, dan tahun ke 4 umurnya bisa dibuahkan sampai ke 15 biji. Baru tahun ke 5 umur pohonnya bisa ditingkatkan lagi. Sekali lagi harus dilihat kesehatan dan besar pohonnya. Pemeliharaan lain ketika buah sudah berbentuk ceri adalah penyemprotan insek dan fungi, dan bisa ditambahkan gandasil buah plus perekat untuk menjamin buah tidak boleren, ulat yang hidup dalam buah dari telor lalat buah yang menetas. Wah panjang bingit ini kayak pemberian klas training...wani piro?.

Jokosp Sp

Rerata bisa berbuah dari hasil sambung pucuk (okulasi) lewat sisip maupun top working untuk jenis-jenis durian unggulan (Montong, Bawor, Cumasi, Super Tembaga, Duri Hitam, Musang King dll) adalah 3 - 5 tahun. Jadi kalau punya Abah 3 tahun awal sudah berbuah itu disebut pohon belajar berbuah (berbuah awal). Kalau dari jenis Bawor Banyumas dan Montong Sulawesi memang dari bunga dan berbuah bisa dikatakan genjah (selalu berbunga dan berbuah lebat). Tetapi ini dengan perawatan standard (pemupukan bagus mengikuti SOP, perawatan seperti penyemprotan insek dan fungi daun dan batang rutin per 2 minggu), ditambah kuntji bertanam pohon durian unggulan adalah "ketersediaan air" untuk penyiraman saat musim kemarau. Penyiraman per 2-3 hari sekali dengan cukup sangat mempengaruhi perkembangan pohon durian. Jadi jangan coba-coba berkebun durian kalau tidak ada ketersediaan air yang cukup. Akan sulit berkembang normal. Pengendalian hama seperti kutu kebul, hawar daun, kangker batang, penggerek btg sangatlah penting. Pemupukan yang mengandung unsur hara makro (O, C, H, N, P, K, Mg, Ca dan S), juga mikro (Cl, Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Si) sangat penting untuk mendapatkan rasa yang manis, pahit, legit, crimi dll. Mendapatkan biji yang kecil dan daging buah yang tebal adalah tantangan petani. Proses pemupukan sendiri beda antara saat vegetatif dengan saat generatif. Fegetatif diperlukan N tinggi, sebaliknya saat generatif diperlukan K dan P tinggi agar rasa buah manis dan warna yang menarik. -->.

Anonim Xyz

Kemarin, saat awal saya muncul mengisi komentar di sini pada tahun 2026 di bulan September, anak krakatau ikut merespon dengan erupsi? Apakah komentar saya penyebab utamanya? Belum tentu. Harusnya saya tidak pernah mengadakan ritual pemanggilan bencana alam, kalau mayoritas dari kalian mungkin pernah, bahkan sering?. (08/09/2026). Komentar ini merupakan komentar terakhir, karena saya juga memasukkan membaca berita dan menulis "kecuali jurnal pribadi" sebagai bagian dari kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan. Berita, terutama berita positif sering kali cuma jadi alat untuk menyesatkan investor ritel: menghasilkan noise (gangguan) dan yang paling penting menghilangkan setup (pembaca), selain cuma jadi alat "arogansi" untuk memetakan musuh oleh segelintir orang. "Jadi itu hama (kebiasaan buruk) yang harus saya hilangkan (hindari)."

Muh Nursalim

Pak Prabowo itu getem-getem. Persis seperti saat pidato. Maunya cepat cepat dan cepat. Cepat sejahtera rakyatnya, cepat bangkit negaranya, cepat jadi adi daya seperti China. Padahal mental rakyatnya sudah dihancurkan presiden sebelumnya. Mental pecundang n maling. Maka ide besar untuk segera mensejahterakan rakyatnya dimaling anak buahnya sendiri. Dana besar digelontorkan agar untuk kemakmuran rakyatnya sebagian dimakan tikus-tikusnya sendiri. Tapi tetap lebih baik. darpada dana ratusan T untuk bangun IKN. Yang menikmamti hanya segelintir orang. Kalau MBG n KDMP jutaan yang lain dapat kebaikan. Bagus lah. Kapan lagi punya kesempatan menjarah seperti ini.

Kujang Amburadul

CHDI jadwal tayang adalah pukul 04.00 pagi. Fleksibel, bisa cepat, boleh lambat. Suka2 penerbit laah... Memang seringnya terlambat. Lalu perusuh "pura-pura" ngeluh. Padahal pukul 04.00 mungkin banyak yg baru bangun, itupun denger yg ngaji/tahrim di speaker masjid (saya misalnya). Yah mesti siap-siap dulu buat subuhan. Sebetulnya gak apalah telat, seperempat atau setengah jam bisa buat benerin typo yg pastinya ada. Tapi terus terang saja "feel"nya akan hilang, sebab justru typo itu yg bikin komen semakin ramai, sekaligus membuat pembaca akan bolak-balik baca untuk memahami paragraf yg ada. Disinilah pemburu Pertamax beraksi. Bisa dipastikan mereka tak akan membaca dulu, tapi rebutan klik tombol komen. Tabik.

Nusantara Hijau

Yang lebih perlu dipruning adalah para para wakil daripada mentri beserta Mentrinya yang kebanyakan itu. Kemudian yang perlu dipangkas adalah para para wakil partai yang ternyata bukan wakil rakyat. Ganti dengan utusan daerah,utusan profesi. Dan terutama utusan kerajaan kerajaan ,suku suku yang telah lebih dulu eksis sebelum ada NKRI.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KOPERASI KUAT, BUKAN "NEGARA KOPERASI".. “Jarang yang kritis bahwa sebesar dan sesukses mereka tetap saja belum sampai bisa membuat sistem ekonomi di sana menjadi sistem koperasi. Sistem ekonomi negaranya tetap saja kapitalis.” Demikian tulis Pak Dahlan di CHDI hari ini. ### Poinnya benar. Koperasi kuat tidak otomatis membuat sebuah negara menjadi negara koperasi. Belanda, Swedia, Swiss, Selandia Baru, hingga Spanyol punya koperasi yang sangat besar. Tetapi ekonomi nasionalnya tetap ekonomi pasar. 1) Ada perusahaan swasta. 2) Ada perusahaan publik. 3) Ada koperasi. 4) Ada pasar modal. 5) Ada perbankan. Koperasi hidup "berdampingan" dengan kapitalisme. Bahkan Kuba pun "bukan" negara koperasi. Di sana koperasi diakui. Tetapi perusahaan negara tetap menjadi pemain utama. Jadi, hampir tidak ada negara modern yang seluruh sistem ekonominya berbasis koperasi. Ini justru pelajaran penting untuk Indonesia. Jangan bertanya: “Mengapa Indonesia tidak menjadi negara koperasi?” Pertanyaan yang lebih tajam: “Mengapa koperasi Indonesia belum mampu sekuat koperasi di negara-negara tersebut?” Padahal ruangnya tersedia. ### Mungkin masalahnya bukan pada koperasinya. Tetapi pada cara kita mengelolanya.

Tivibox

Untuk kali kedua dalam minggu ini CHDI telat terbit. Hari minggu, tentang masalah desil yang menghebohkan itu. Hari ini juga, tapi Abah DI klarifikasi mengapa menulis desilnya seperti itu, dan mengapa redaksi mengoreksinya. Termasuk perusuh juga di-mention, apa ikut mempengaruhi redaktur/editor sampai merubah pemaparan desil itu. Tapi saya yakin, pagi tadi redaktur/editor baik-baik saja. Tidak dimarahi sama yang empunya disway gara-gara merubah desil. Malah dioleh-olehi sate kambing muda Cempe Lemu made in Tegal.

Aviv Setiawan

Pruning durian dan koperasi. KDMP ditumbuhkan seperti pentil dulu kan bah? Nanti ditunggu rontok sendiri dan atau paksa dipruning. Kita tidak berharap semua "pentil" KDMP itu jadi buah.

Aviv Setiawan

Mungkin salah satu contoh KUD yang eksis dan sukses ada di Pugeran Gondang. KUD Tani Bahagia

gubernur kota

Sekilas tulisan di kaos seperti DISNEY, lumayan nih sponsor. Eh pas dilihat lagi, oh itu tulisan DISWAY.

Johannes Kitono

Over Pruning. Depan rumah ada pohon mangga Manalagi. Buahnya tidak besar tapi enak menggoda. Saat berbunga abang tukang buah mau beli ijon.Bayar 200 ribu asal dapat semua buahnya. Setelah dapat ilmu saat Seminar Perusuh di DIC Farm. Mulailah Manalagi itu di pruning oleh tukang kebun. Daunnya dipangkas cepak crew cut tentara. Tentu dengan harapan bakal tumbuh daun baru yang lebat. Berbunga saat kemarau dan berbuah lebat. Kini sudah lewat 1,5 tahun setelah Pruning. Ternyata Over Pruning. Pohon masih tegak tanpa tumbuh daun muda. Seperti korban disambar guntur saat hujan badai. Now Manalagi Bima tinggal kenangan saja. Untung disampingnya masih ada Matoa yang berbuah sepanjang tahun. Now, sedang panen Matoa. Manteman silahkan mampir ke Bima, kompetisi dengan Tupai dan Musang. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Johannes Kitono

Anak Berbakti. Pagi ini pakai jaket batik Anna Avantie ke Mall TA.Dengan harapan bisa tepis debu Silica Anak Krakatau yang sedang murka.Konon Danantara pilih kasih. Hanya injeksi Garuda dan lupa Krakatau Steel. Ada ada saja. Saat berjalan ke Hub Tares ada pemandangan yang langka. Seorang anak muda mendorong kursi roda ibunya yang sudah ubanan. Sambil ajak bicara dan keduanya tertawa renyah.Tentu saja bahagia.Suatu pemandangan yang langka di era semuanya dinilai dengan rupiah. Beta jalan melewati dan acungkan jempol. Hebat anak muda ! Anda ini seorang anak yang berbakti. Tidak semua anak punya kesempatan berbakti pada mamanya. Setiap lansia tentu akan merasa bahagia. Sesudah uzur masih bisa ditemani jalan jalan oleh anak cucunya. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

dm ikan

Mungkin perlu pendataan secara masif dan terstruktur terkait jumlah pentil durian dalam satu kelompok tandan di dahan, sehingga bisa ditarik kesimpulan pada desil mana dengan jumlah pentil ideal yang mempunyai survival rate tertinggi sampai menjadi buah. Kisaran jumlah ideal tersebut dapat menjadi dasar perontokan paksa pentil-pentil apabila jumlahnya melebihi threshold ideal. (Komentar NonSense).

Runner

Dari ratusan pentil durian. Entah ratusan otu berapa. Hanya tiga butir yang jadi durian layak dimakan. Diintervensi oleh manusia, yang belum tentu ahlinya.. Dipilih, dirontokkan pentil yang diduga tidak bagus. Berharap yang jadi durian layak makan tiga puluh butir Katakankah jumlah pentil durian 200. Tanpa campur tangan dan dengan campur tangan manusia. Potensi durian bagus 3/200 sd 30/200 atau 1,5% sd 15 % KMP kalau sudah ada disemua desa sekitar 80000. Namun KMP kan perlakuan tidak sama dengan pentil durian. Mosok yang potensi sukses cuman 1200 sd 12000.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 37

  • DeniK
    DeniK
  • heru santoso
    heru santoso
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • bagus yudiarto
    bagus yudiarto
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • alasroban
    alasroban
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
    • ALI FAUZI
      ALI FAUZI
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • alasroban
      alasroban
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • siti asiyah
    siti asiyah
    • alasroban
      alasroban
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • siti asiyah
      siti asiyah
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Yugi Porkdelicious
    Yugi Porkdelicious
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Sugi
    Sugi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Tivibox
    Tivibox
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Maman Lagi
      Maman Lagi