PISA BBM
Ilustrasi tentang skor PISA.--
Satu toko pakaian menjual baju seragam SD Rp1.000.000 untuk 30 siswa di satu kelas. Toko memberi potongan harga 15 persen, tapi mengenakan pajak 11 persen. Berapa yang harus dibayar oleh pembeli?
Anda pasti bisa menjawabnya dengan mudah. Tapi siswa kelas tiga SD belum tentu bisa. Siswa SD kita tidak dibiasakan diberi pertanyaan seperti itu. Pertanyaan yang selalu diberikan adalah 10 x 30 = berapa.
Pertanyaan pertama diperlukan berpikir. Pertanyaan kedua diperlukan menghafal.
Cara mengajar memang sudah harus berubah. Gurulah yang menjadi pusat perubahan itu.
Untuk perubahan itu umumnya menunggu gaji naik. Padahal, tanpa menunggu, bagi yang mampu berubah akan dapat tawaran gaji lebih tinggi di sekolah-sekolah unggulan.
Pemerintah sudah berusaha meningkatkan mutu guru: lewat sertifikasi. Yang sudah punya sertifikat dapat tunjangan: berarti pendapatannya naik. Itulah yang sering disebut ''tunjangan sertifikasi''.
Protokol untuk mendapatkan ''sertifikat guru bermutu'' tidak seberat ijazah salawat Dala'il: harus puasa tiga tahun.
Untuk mendapat ''ijazah guru bermutu'' itu juga ada protokolnya: ikut pelatihan guru. Tidak harus tatap muka. Bisa lewat online. Ada penjual jasa ''pelatihan untuk sertifikasi'' yang diakui pemerintah. Setelah cukup belajar guru bisa ikut ujian sertifikasi. Ada jadwalnya. Setahun dua atau tiga kali.
Sepengetahuan saya, sampai tahun lalu sudah sekitar 70 persen guru kita yang bersertifikat. Rasanya ''tinggal'' satu juta orang guru lagi yang belum bersertifikat. Pemerintah terus berusaha mempercepatnya.
Persoalannya, di dalam praktik, belum banyak perubahan: 3 x 3 masih = 9. Itu yang membuat skor PISA (Programme for International Student Assessment) di Indonesia masih sangat rendah. Di negara seperti Jepang capaian skor PISA-nya sudah 6. Sedang skor PISA kita masih 1. Bahkan di bawah itu: masih 0,8.
Anda sudah tahu apa itu skor PISA. Yakni skor yang ditetapkan oleh negara-negara OECD. Kalau negara-negara lain ingin semaju negara OECD capaian skornya harus mendekati yang ditetapkannya. Mereka menyebutnya skor PISA.
Dalam skor PISA yang dihitung ada tiga: kemampuan membaca, matematika, dan sains. Jelaslah bahwa skor kita sangat rendah. Kita begitu banyak punya sekolah keagamaan –yang kalau dibenturkan ke skor PISA pasti jeblok.
Minggu kemarin, saya mendiskusikan skor PISA ini dengan para guru di lingkungan pesantren kami di Takeran, Magetan: Pesantren Sabilil Muttaqin. Kebetulan hari kemarin ulang tahun ke-83 –sedikit lebih tua dari Republik.
Secara kelakar saya mengatakan "kalau kita juga harus mengejar skor PISA maka 50 persen dari guru di 120 madrasah kita harus dipecat". Tidak ada yang tertawa. Ini memang persoalan serius.
Itu sama dengan diskusi pengusaha tanpa riba bulan lalu: berutang menambah beban, tidak berutang tidak berkembang.
Tapi setidaknya harus ada target nasional: siswa kelas tiga SD/Ibtidaiah sudah harus bisa membaca. Bukan hanya bisa mengeja. Harus dibedakan antara membaca dan mengeja. Bisa membaca berarti memahami apa yang dibaca.
Kemampuan membaca ternyata menjadi tolok ukur pertama di skor PISA.
Lalu saya bertanya ke ustad Puji Santoso, direktur madrasah taraf internasional kami: Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqin di Magetan. Di Indonesia ada berapa sekolah unggulan yang mutu minimalnya seperti IIS.
"Mungkin ada 1.000 sekolah," kata Puji.
Umumnya swasta. Dulu sekolah bermutu didominasi sekolah Katolik-Kristen. "Sekarang banyak sekali sekolah Islam yang mutunya sangat baik," katanya. Sudah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah Katolik. Lalu banyak lagi sekolah swasta non-agama.
Kalau hanya 1.000 sekolah tersebut yang dinilai, maka skor PISA Indonesia bisa 6 juga.
Berarti kalau Indonesia ingin meningkatkan skor PISA perhatikan dulu 1000 sekolah dengan skor terbawah. Fokuskan anggaran dan perbaikan mutu guru untuk 1.000 yang terbawah dulu.
Tapi rasanya kita belum bisa memikirkan itu. Antrean BBM saja masih sulit diatasi. (Dahlan Iskan)
View this post on Instagram
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 13 September 2026: Kabawa Hente
Leong Putu
Semoga semua pertanyaan istri macam : Papa ada dimana? Sudah sampai mana? Sama siapa? Selalu bisa saya beri jawabannya. _/\_
Juve Zhang
@[email protected] lotek yg memilih pinjam uang ke Bank keliling saya kira sangat betul karena nominal yg dia pinjam sangat kecil....gak ada bank yg mau kasih pinjaman 1 atau 2 juta ....jadi pilihan mereka sangat masuk akal....ada fenomena menarik lainnya sekarang semarak menjamur berdiri nya gadai hp....ini modus mirip bank keliling dari nominal pinjaman skala kecil bedanya harus ada hp yg dijadikan agunan....skala pinjaman gadai ini mirip bank keliling kelas ecek ecek yg bank gak akan proses....jadi rupanya semua sudah ada bagian nya ....skala ecek ecek minjam ke Bank keliling atau gadai hp....skala lebih dari itu ambil KUR nah skala jumbo ambil bank raksasa....jelas skala gadai dan bank keliling paling bnyak peminatnya.....di mana mana berdiri kedai Gadai....entah lama lama apalagi yg digadaikan??? mungkin ijazah SMA Atau Ijazah S1 laku digadaikan 100 juta mungkin bisa Cair..... apalagi ijazah SMA Seseorang sudah tembus 5 milyar Rupiah.....wkwk
Johannes Kitono
SOP Laut. Bukan hanya main pingpong yang pakai SOP. Kalau mau berjaya dan kasih Telur Omega Tiga.Kalau hobby dan berprofesi di Laut. Harus ikuti SOP. Setiap kali melaut apalagi saat berombak tinggi. Jangan lupa pakai life jajet atau pelampung. Ditengah laut tidak boleh sembarang ngomong kalau tidak mau diundang Giam Lo Ong. Sang Penguasa Laut. Kalau sampai terjadi kapal mau tenggelam diterjang gelombang. Jangan panik buang saja muatan kargo yang memberatkan. Toh bakal hilang juga kalau kapalnya sudah tenggelam. Pegang baik baik pelampung dan buka celana panjang yang memberatkan. Tidak usah banyak bergerak apalagi berenang. Jangan buang tenaga. Pasrah saja tunggu pertolongan yang datang. Bagi diver jangan coba coba bagi pisau.Kilauan metal akan undang datangnya ikan hiu. Jangan sampai sudah tenggelam masih harus diserang lagi Hiu. Pak Lurah yang selalu berkeliling mencari mangsa. Turut empati sama Evi. Semoga suami cs selamat dan terdampar di pulau. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Jokosp Sp
Pengalaman di tambang mungkin bisa jadi referensi dalam investigasi kecelakaan. Ini berpedoman pada Kepmen ESDM Np1872 K/30/DJB/2018. Ini untuk menemukan akar penyebab kecelakaan agar tidak terjadi kejadian serupa kembali. 1.Tanggap Darurat & Respon Awal. Pertolongan Medis prioritas utama menolong korban. Menghentikan Operasional semua aktivitas untuk mencegah kejadian susulan. 2.Pengamanan Tempat Kejadian Perkara. Isolasi Area pasang garis safety line agar steril dari pihak yang tidak berkepentingan. Pelestarian Barang Bukti, dilarang memindahkan posisi alat sebelum team investigasi datang (memberikan ijin). 3.Pelaporan Awal & Pembentukan Tim. Notifikasi Otoritas, segera laporkan kepada manjemen, KTT, Inspektur Tambang sesuai regulasi. Penetapan Tim Investigasi, KTT menunjuk tim investigasi yang punya kompetensi investigasi K3. 4.Pengumpulan Data & Bukti Metode 4P1E: Posisi-mengambilfoto, sketsa, merekam video alat, korban dan geografis. People-mewawancarai saksi langsung, operator dan pengawas. Part-memeriksa kelaikan komponen mesin, catatan P2H, black boX, CCTV dll. Paper-meninjau SOP, JSA, giliran kerja shift, izin kerja dll. Environment-memeriksa aspek suaca, kondisi jalan dll, 5.Analisa Akar Penyebab (Root Cause Analysis), data yang terkumpul dianalisa dengan metode 5Whys (bertanya sampai 5 kali) atau Fishbone Diagram. Metode ini untuk memisahkan: a.penyebab langsung (tindakan tidak aman) tidak pakai apd dll. b.Penyebab dasar/ Sistem - kurangnya pelatihan, kelemahan.-->
Jokosp Sp
b.Penyebab Dasar/ Sistem-kurangnya pelatihan ke operator, kelemahan manajemen, atau prosedur pengawasan lapangan yang longgar. 5.Penyusunan Laporan & Rekomendasi Perbaikan. Penyusunan Laporan - Merumuskan tindakan korektif konkret (seperti merevisi SOP, menambah pelatihan bagi operator, atau memperbaiki fasilitas keselamatan pekerja). Laporan Resmi - membuat laporan akhir komprehensif berisi kronologi, temuan analisis, bukti dokumentasi, dan target eksekusi perbaikan. 7.Tindak Lanjut & Sosialisasi. Eksekusi Perbaikan - manajemen wajib memantau dari rekomendasi perbaikan yang disepakati. Safety Sharing - menyebar luaskan pelajaran berharga ( lessons leamed) dari insiden tersebut kepada seluruh pekerja saat Safety Talk demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. Proses seperti di tambang ini sepertinya bisa dilakukan di Perusahaan Pers, atau malah mungkin sudah ada?. Cuma Abah DI yang bisa menjelaskannya karena beliaunya yang "Punya" perusahaannya dan jadi "Pelaku" sebagai wartawannya. Sama saya kira, bukankah seorang wartawan ketika mencari sumber berita caranya juga melakukan investigasi ke sumber berita?.
Juve Zhang
Sambil makan lotek pinggir jalan...saya ngobrol sama ibu pembuat lotek yg baru kedatangan bank keliling ambil cicilannya....Bu apakah bank keliling baik buat pedagang kecil seperti ibu....oh sangat bagus mereka datang mengantarkan uang dan datang mengambil cicilan....kita gak ribet kesana kemari....uang datang sendiri dan tagihan pun datang sendiri....coba minjam ke koperasi atau bank ribet bolak balik ongkos ojeg ....waktu terbuang.... antrian di bank kapan saya bisa jualan lotek????...ibu ini ternyata otaknya 3 Digit level Suhu dalam menilai efisiensi melebihi Raja Gareng dari kerajaan Singosari....siapa yg mau ribet ribet ke bank yg jauh apalagi nabung duit yg tak ada duitnya....nabung duit itu jika rakyat sudah makmur seperti rakyat Tiongkok yg tabungannya sudah 416000 triliun....kalau ibu lotek cuan sehari 50 ribu dipake makan juga habis kata ibu lotek....memang ibu ini jenius 3 Digit dalam hal mencari pendanaan buat usahanya...gak usah agunan...gak usah ribet ke bank gak usah repot bayar cicilan...mereka datang sendiri....emang otak ibu lotek ini beda sama yg mau bagi rekening bank 200 juta penduduk dan diberi saldo awal 50 ribu....pantas kerajaan Singosari miskin abadi...coba ibu lotek ini sekolah di Harpad university Rawa Bebek yakin jadi Profesor top....itu obrolan santai rakyat kecil...
Jokosp Sp
Menarik @Om Juve. Ke toko kami sering kok mereka datang. Yang perusahaan Finance kebetulan rukonya ada di samping persis, sama satunya lagi ada di seberang jalan. Yang bank keliling tidak jauh mereka punya kantor tidak resmi (rumah sekaligus kantor) di jalan beda RT. Mereka datang kalau beli kebutuhan ATK. Seringlah kami ngobrol tentang pengenaan bunga. Bank keliling bisa 10 - 40% dan model cicilannya bisa harian/ mingguan/ bulanan (flexible). Kalau Perusahaan Finance bunga bisa 12 - 24% saat ini, tergantung perusahaannya. Cicilannya bisa diangsur per bulan. Saya baca spanduk besarnya yang terpasang di depan rukonya "Pembiayaan Mudah Bikin Betah" #Selalu ada jalan. Hasil pengajuan 8 menit setelah survey. :) :) :).............
DeniK
Ibu lotek itu mungkin masih kurang dalam ilmu matematika . Beliau tidak menghitung bunga pinjaman nya . Itulah keahlian bank emok / bank keliling . Di tagih harian seakan uang receh padahal mencekik leher .
Lagarenze 1301
Apa yang sedang terjadi di Sulsel? Saya pas ada di Makassar seminggu terakhir. Kota ini sedang tidak baik-baik saja. Tak hanya BBM yang membuat warga harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkannya. Gas melon 3 kg begitu juga. Di medsos ramai berseliweran video ratusan orang berebut melon. Kebanyakan emak-emak. Itu bukan hoaks. Ada di depan mata. Di setiap pangkalan. Pada saat yang sama, warga menjerit karena air PDAM tak ngalir. Yang bermukim di Tamalanrea dapat kiriman air cokelat dan bau. Sumber air baku sudah kering. Pekan lalu, warga juga harus mengurut dada. PLN bikin kebijakan padam bergilir. Alasannya sedang pemeliharaan rutin. Warga menghibur diri dengan mengatakan padam bergilir sudah selesai, kini jadi nyala bergilir. Meme di medsos pun bikin senyum kecut. BBM habis, sabar habis, yang ada sisa Coto Makassar. SPBU, katanya, jadi tempat rekreasi baru. Antre BBM sambil bawa tikar, kopi, dan kue. Kopi sudah tandas, antrean belum juga bergerak. Ramai juga yang menawarkan diri jadi joki BBM. Mobil bayar Rp 50.000, motor bayar Rp 25.000. Cukup duduk manis di rumah, tunggu mobil datang full tangki. Pemprov Sulsel yang gagal meyakinkan rakyat dengan omongan manis stok cukup, hanya panic buying, membuat dua kebijakan baru. Pertama, siswa TK sampai SMA sepekan ke depan belajar daring. Kedua, sistem ganjil genap diberlakukan di SPBU. Apa artinya? Pemerintah juga sedang panik.
Lagarenze 1301
Apa yang sedang terjadi di Sulsel? Saya pas ada di Makassar seminggu terakhir. Kota ini sedang tidak baik-baik saja. Tak hanya BBM yang membuat warga harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkannya. Gas melon 3 kg begitu juga. Di medsos ramai berseliweran video ratusan orang berebut melon. Kebanyakan emak-emak. Itu bukan hoaks. Ada di depan mata. Di setiap pangkalan. Pada saat yang sama, warga menjerit karena air PDAM tak ngalir. Yang bermukim di Tamalanrea dapat kiriman air cokelat dan bau. Sumber air baku sudah kering. Pekan lalu, warga juga harus mengurut dada. PLN bikin kebijakan padam bergilir. Alasannya sedang pemeliharaan rutin. Warga menghibur diri dengan mengatakan padam bergilir sudah selesai, kini jadi nyala bergilir. Meme di medsos pun bikin senyum kecut. BBM habis, sabar habis, yang ada sisa Coto Makassar. SPBU, katanya, jadi tempat rekreasi baru. Antre BBM sambil bawa tikar, kopi, dan kue. Kopi sudah tandas, antrean belum juga bergerak. Ramai juga yang menawarkan diri jadi joki BBM. Mobil bayar Rp 50.000, motor bayar Rp 25.000. Cukup duduk manis di rumah, tunggu mobil datang full tangki. Pemprov Sulsel yang gagal meyakinkan rakyat dengan omongan manis stok cukup, hanya panic buying, membuat dua kebijakan baru. Pertama, siswa TK sampai SMA sepekan ke depan belajar daring. Kedua, sistem ganjil genap diberlakukan di SPBU. Apa artinya? Pemerintah juga sedang panik.
Edi Sampana
Abah. Sebagai akibat meningkatknya subsidi energi karena kenaikan harga BBM dunia, apakah pemerintah pusat sekarang mencoba berbagai upaya agar defisit >3%. Yaitu: tidak segera membayar dana restutisi pajak ke pengusaha (dalam negeri dan asing) dan perorangan, tidak membayar DBH ke daerah, mencoba menarik deviden BUMN sebesar 120 T ke Danantara (padahal bertentangan dgn UU BUMN). Soal restitusi ini sdh dimuat di media Jepang ? Sebagai protes soal restitusi ini, China menunda impor sarang burung walet. Mestinya pemerintah mengurangi belanja saja: hapus MBG, KDMP skala kecil saja. Jangan menambah beban kelas menengah (yg saat ini sudah mulai makan uang tabungan) dan pengusaha cash flow. Saya perhatikan, dimana-mana usaha warung kecil bertumbuh bagai jamur di musim hujan. Orang-orang untuk menyambung hidup (karena PHK dll), mendirikan warung di jalan atau di muka rumah untuk jual makanan dll, tapi karena yang jualan terlalu banyak sebentar saja tutup atau omsetnya sangat sedikit. Prihatin dengan semakin banyaknya orang yang menganggur. Bukti pemerintah tidak bisa memberikan pekerjaan tetap pada rakyatnya. Karena industri banyak yang tutup (dan melakukan PHK) kafena derasnya barang impor murah. Barang impor murah karena aparat bea cukai disuap ? Beberapa bulan ini mulai banyak rokok murah beredar di kampung-kampung, karena pengusaha mengakali cukai rokok ?
Juve Zhang
Semua 5 wartawan dan 3 crew kapal tanpa asuransi....ini menyedihkan bagi yg ditinggalkan harapan tulang punggung keluarga hilang.... asuransi pelindung semuanya....minimal asuransinya seharusnya 5 em agar keluarga bisa melanjutkan kehidupan secara layak....sinyal hilang mendadak mungkin kapal kena muntahan abu vulkanik panas meleleh semuanya.... pelajaran penting ini bencana bahaya bukan obyek wisata.... perusahaan yg kirim wartawan hanya ingin dapat penonton jumlah bnyak dengan tanpa mempertimbangkan bahaya....sangat fatal perusahaan yg kirim wartawan kesana...anda baca saja mereka tak berperikemanusiaan....jangan baca berita mereka....baca Disway saja lebih manusiawi....
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
200 JUTA REKENING, RP11 TRILIUN: BUAT APA, BUAT SIAPA? Dua ratus juta rekening. Angkanya luar biasa besar. Saldo awal Rp50.000 per rekening saja berarti Rp10 triliun. Ditambah biaya administrasi, sistem, verifikasi, dan tetek bengeknya. Bisa mendekati Rp11 triliun. Pertanyaannya: apa yang sebenarnya ingin dicapai? Sebab rekening bukan kesejahteraan. Rekening hanya alat. Tempat uang masuk, keluar, dan berpindah. Membuka rekening tidak otomatis menambah pendapatan rakyat. Tidak otomatis membuat harga kebutuhan turun. Tidak otomatis membuat dapur lebih mengepul. Kalau Rp11 triliun dibelanjakan, manfaatnya harus lebih besar daripada sekadar bertambahnya angka rekening. Apalagi banyak rakyat sudah memiliki rekening. Membukakan rekening baru untuk mereka hanya menambah rekening. Bukan menambah kesejahteraan. Kalau tujuannya inklusi keuangan, bukankah lebih masuk akal menyasar 46,5 juta orang yang benar-benar unbanked? Kalau tujuannya perlindungan sosial, berikan kepada yang memang membutuhkan. Jangan sampai negara sibuk menghitung rekening, sementara rakyat menghitung kebutuhan. Dan kalau manfaat politiknya lebih besar daripada manfaat ekonominya, kita wajar bertanya: Jangan-jangan ini bukan cuma soal rekening. ### Tapi juga soal Pilpres 2029?
Maman Lagi
Cirambay maca CHD poè ieu. Semoga diberi kekuatan lahir dan batin ceu Evi. Aamiin.
Nimas Mumtazah
Ayah masih di mana? Jujur, saya nangis bah
heru pujihastono
Bab El Mendeb, yg diincar houthy Yaman, sebuah selat. Artinya : secara bahasa gerbang air mata. Karena ombak laut merah tak jarang tanda isyarat perpisahan selamanya bagi yg menyeberangi selat itu. Tapi ini pantai Carita, tempat berlibur bersenang senang. Status beliau suami Evi menurut madzhab syafii: Mafqud. : hilang. Menunggu info SD dua tahun dan ada saksi2. Hak- haknya masih dipenuhi dan biasa pengadilan agama menunggu dua tahun.
Wilwa
@Heru. Mendeb, Mandeb, Mandab = Grief = Duka, Kesedihan, Kenestapaan, Kesengsaraan. Source: Strait of Bab al-Mandab. Sedangkan “Bab” berasal dari bahasa Akkadia (leluhur bahasa Yahudi, Arab, Aram, dll bahasa Semitic/Samawi) yang artinya Gate atau Gerbang. Jadi Bab al-Mandab artinya Gerbang Duka. Out of topic. Bab-il (Arab) = Bab-el (Aram, Syriac) = Bav-el (Hebrew) = Bab-ilim (Akkadian) = Bab-ylon (Ancient Greek/ Yunani Kuno) = Gate of God. God dalam bahasa Akaddia adalah “il”. Yang kemudian menjadi “il”(lah) dan “al”(lah) dalam bahasa Arab atau “el”(oh-im) dalam bahasa Yahudi/Ibrani/ Hebrew. Yang semuanya itu berarti “God” dalam English atau “Tuhan” dalam bahasa Indonesia. Secara bahasa, ada link antara agama/kepercayaan Babilonia kuno dengan agama Yahudi-Kristen-Islam. Dapat dikatakan bahwa Yahudi-Kristen-Islam merupakan evolusi bahkan mutasi dari agama/kepercayaan yang berkembang di kota Babil/Babel di tepi Sungai Al-Furat / Efrat / Euphrates, di negara Irak saat ini. Babil kini adalah nama sebuah provinsi di Irak. Babil = Gerbang Tuhan/Dewa = Gate of God. Bab al Mandab = Gate of Grief = Gerbang Duka / Derita. Kalau Selat /Strait itu ditutup Houthi maka seluruh dunia menderita. Karena pasokan minyak bumi dan gas dunia terhambat.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
LAUT TIDAK PUNYA ALAMAT PENGANTARAN.. Dalam ilmu kelautan, orang hilang di laut bukan berarti hilang di satu titik. Ia bisa berpindah jauh dalam hitungan jam. Ada arus permukaan, angin, gelombang, pasang-surut, bahkan bentuk pantai yang ikut menentukan arah hanyut. Karena itu pertanyaan Evi, “Bisi kabawa ka Lampung hente?” sebenarnya sangat ilmiah. Bukan sekadar kecemasan seorang istri. Jika long boat kehilangan kendali, posisi terakhir belum tentu menjadi posisi akhirnya. Yang menarik, justru foto terakhir Heriyanto bisa menjadi petunjuk penting. Metadata foto, waktu pengambilan, arah kamera, kondisi gelombang, hingga karakter semburan Anak Krakatau dapat membantu memperkirakan lokasi terakhir. Dari titik terakhir itu, pencarian semestinya bukan sekadar “menyisir laut”. Harus dibuat model kemungkinan hanyut. Kecepatan dan arah angin. Arus laut. Gelombang. Semua dimasukkan. Laut memang luas. Tetapi ilmu pengetahuan membuat luas itu bisa dipersempit menjadi probabilitas. Semoga kalkulasi ilmiah segera bertemu kenyataan. Dan kenyataan itu bernama: HERIYANTO DAN SEMBILAN PENUMPANGNYA MASIH SELAMAT..
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 112
Silahkan login untuk berkomentar