Ultah Kedua

Ultah Kedua

--

Apa saja prestasi terbesar dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang jatuh pada hari ini?

Lihat saja infografis yang beredar di medsos sejak kemarin. Memang tidak ada identitasnya: siapa yang membuat dan mengedarkannya. Tapi kelihatannya terkait dengan tim Bakom Istana.

Ada delapan prestasi yang dipaparkan di infografis itu. Prestasi di urutan pertama adalah produksi beras. Tahun lalu mencapai 34,7 juta ton. Dari tahun sebelumnya saja naik hampir 15 persen.

Presiden memang selalu membanggakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Rasanya ketua alumnus Universitas Hasanuddin itu memang tergolong sedikit menteri yang berprestasi. Angka produksi itu jauh lebih tinggi dibanding di zaman Presiden Soeharto sekali pun.

Amran akan diuji oleh El Nino. Apakah di kala cuaca abnormal produksi beras masih bisa setinggi itu. Sudah tiga tahun terakhir musim hujan sangat panjang. Sampai-sampai ada istilah ''kemarau basah''. Petani bisa tanam padi tiga kali setahun. Itu sama dengan penambahan musim tanam 30 persen sendiri.

Prestasi kedua adalah keberhasilan menerapkan B-40. Yakni mencampur minyak solar dengan biodiesel yang berasal dari minyak sawit. Itu bisa menghemat keuangan negara sampai Rp130 triliun/tahun. Ini prestasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga salah seorang menteri yang sakti.

Prestasi nomor tiga dan empat di bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam dua tahun pemerintah telah merehabilitasi 51.000 sekolah lebih. Di infografis itu tidak memasukkan keberhasilan membangun Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Menurut saya sekolah khusus untuk anak orang termiskin itu prestasi besar. Sekolah Rakyat juga termasuk program yang orisinal. Mungkin karena Sekolah Rakyat tidak di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maka tidak terbaca di laporan unjuk prestasi kementerian itu.

Sedang di bidang kesehatan prestasinya adalah cek kesehatan gratis yang menjangkau 106 juta orang. Juga soal BPJS yang disuntik dana baru Rp 20 triliun.

Urutan prestasi nomor 5 adalah di bidang hilirisasi: berhasil mengundang investasi sebesar Rp225 triliun. Diikuti prestasi nomor tujuh di bidang kebanggaan Anda: Koperasi Desa Merah Putih. Yakni sudah berhasil mengoperasikan 10.000 KDMP dari rencana 80.000 KDMP.

Prestasi nomor enam adalah di program pengadaan tiga juta rumah rakyat: sudah terbangun 320.000 rumah. Tinggal sedikit lagi tuntas: tinggal 2.680.000 rumah.

Sedang prestasi urutan delapan adalah simbol terkuat ideologi pemerintahan saat ini: sosialisme. Yakni keberhasilan menyita 6,2 juta hektare kebun sawit milik swasta yang aslinya adalah hutan milik negara. Enam juta hektare bukan angka main-main. Sebagian besar sudah berwujud kebun kelapa sawit. Meski begitu hebatnya keberhasilan ini justru hanya ditempatkan sebagai prestasi nomor delapan.

Tentu Anda bisa menambah sendiri prestasi dua tahun pemerintah Presiden Prabowo. Yang saya tunggu sebenarnya daftar delapan kegagalan yang dibuat pemerintah bayangan.

Layakkah keberhasilan itu dirayakan? Terserah Anda. Yang jelas di Jember, Jatim, ada yang menandai dua tahun pemerintahan Prabowo dengan bakti sosial. Sehari penuh. dua tokoh keliling kabupaten. Mereka menyerahkan bantuan sosial. Khususnya ke rumah-rumah orang tua dan miskin. Temanya: dua tahun pemerintahan Prabowo.

Dua tokoh itu Anda sudah kenal: Kawendra Lukistian dan Gus Fawaid. Yang pertama anggota DPR dari Dapil Jember-Lumajang. Yang kedua: bupati Jember.

Nama Kawendra kemarin jadi bisik-bisik keras di seantero warga Nahdlatul Ulama: siapa Kawendra. Kok tiba-tiba menjadi pengurus besar (pimpinan pusat) Nahdlatul Ulama. Yakni sebagai salah satu bendahara PBNU.

Ada yang bilang itu titipan Istana. Ada yang bilang ia pantas dapat posisi itu.

Umurnya baru 38 tahun. Baru kali ini jadi anggota DPR –di komisi VI yang antara lain membawahkan BUMN.

Kawendra awalnya aktif di tim pemenangan Jokowi-Ahok di Pilgub Jakarta. Lalu jadi tim pemenangan Capres Jokowi. Tapi ketika Jokowi menggandeng Jusuf Kalla, Kawendra memisahkan diri. Ia pindah menjadi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Lalu aktif di Gerindra. Sampai sekarang.

Yang tidak banyak orang tahu: Kawendra adalah pencipta lagu yang produktif. Puluhan penyanyi terkemuka pernah menyanyikan lagu ciptaannya. Sebut ngawur saja salah satu nama penyanyi: hampir pasti pernah menyanyikan ciptaan Kawendra.

Dea Mirella, Dina Mariana, Fahira Malaysia, Ayu Soraya, Ellena (Bexxa), Chintami, Selena Maria, Bugi Satrio, Icha Suny, EG Reyna (penyanyi Meksiko), Ita Purnamasari. Juga Edo Kondologit, Afghan, Endang S. Taurina, Ismi Azis, Iis Sugiarto.

Belum lagi yang pakai jingle lagunya: Prabowo, Sandiaga Uno, Mooryati Sudibyo, Yenni Wahid. Begitulah publikasi yang resmi beredar. Saya menghubungi beberapa nama itu, sayangnya selalu tidak mau dikutip kata-kata mereka.

Pokoknya nama Kawendra akan jadi bintang baru dalam kancah perpolitikan Indonesia. Tidak akan kalah bersinar dari tokoh seperti Rafi Ahmad dan Kepala BGN Sudaryanto. Apalagi kalau Presiden Prabowo dianggap sukses sebagai presiden hebat. Bintang politik mereka pasti kian cemerlang.

Karwenda sendiri alumnus Universitas Pancasila dengan S-2 di Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Kiprahnya lebih banyak di penciptaan lagu sebelum jadi aktivis.

Dua tahun pemerintahan Prabowo bagi orang seperti Karwenda memang penting. Bagi Anda terserah Anda.

Dua tahun terakhir banyak yang terdengar menjerit, tapi banyak juga yang bersorak. Lebih banyak lagi yang mengamati dengan waswas.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 18 Oktober 2026: Kawin Stunting

Eksan Susanto

bukannya Tomira itu Indomaret atau Alfamart yg berganti kostum saja, Bah ? konsep branding akal-akal an untuk UMKM, nyatanya mungkin hanya secuil persen saja yang terpajang di etalase product UMKM nya. kebiasaan Abah DI selalu melebih-lebihkan keberhasilan 'program' nyeleneh narsumnya... selebihnya Anda Sudah Tahu.

kukak_papam

Alhamdulillah setelah mencari2 akhirnya bisa ketemu Disway di sini. Meski belum bisa duduk bersama perusuh, karena midik nyubi, ga pa2 ya jadi pengacau dulu. Barrakalloh pak Dakelan

yea aina

Tujuan program sama: lawan stunting. Beda cara dan besaran anggaran APBN untuk pelaksanaan program. Tembak jitu stunting-nya Pak dokter HW, efektif dan hemat APBN. Sebaliknya program Makan Bercampur Was-was (BMW), sia-sia dan pemborosan APBN. Tapi tetap saja dijalankan. Nekat. Bahkan anggaran APBN-nya dinaikkan. Lebih besar daripada realisasi anggaran APBN 2026. Mumpung tahun terakhir, sebelum putusan MK wajib dijalankan: dilarang pakai anggaran pendidikan (kewajiban 20% APBN). Rasanya berbagai keluh kesah warga, terkait MBW dengan segala akibatnya: Diabaikan. Tragedi keracunan dianggap sepele. Salah satu penyebab penurunan daya beli, ups.... malah dibanggakan sebagai prestasi: inflasi terkendali. Mengelak bukan akibat mahalnya harga kebutuhan pokok. Pun masih dibanggakan bisa membuka sejuta lapangan kerja baru. Artinya masih ada hutang kampanye 18 juta loker baru, padahal hanya tersisa 3 tahun berkuasa. Apalagi yang berjanji lagi sibuk mencari ijazah yang belum ditemukan MK. Sungguh sulit.

Jokosp Sp

Preman harus dilawan preman. Dulu saya ada ilmunya: Ketemu preman level 3 harus yang melawan preman level 2. Ketemu preman level 2 harus dilawan dengan preman level 1. Kalau ketemu level 1 pakai preman level berapa?. Hanya ada dua cara: Pertama, lewat istrinya. Semua lelaki, segalak preman apapun akan kalah di rumah sama istrinya. Ke dua, kebetulan kalau di Banua jenis preman apapun tunduk dengan Tuan Guru. Mereka takut kualat. Makanya, dekatlah dengan Tuan Guru. Sayang Jakarta tidak mengenal yang ke dua. Adanya cuma nurut siapa boss yang lagi berkuasa. Kalau bener sih ndak apa-apa, ini sudah pada keblinger. Ambyar.....

Bahtiar HS

Bu @Fransiska, Abah suka menggunakan kalimat "sepelemparan tombak". Lalu dilanjut: "...yang melempar Hulk". Mungkin sama dengan ini: ukuran Lingkar Lengan Atas wanita yang rawan melahirkan bayi stunting adalah kurang dari 35 cm. Mestinya ada lanjutannya: ".. Lengannya Hulki, istrinya Hulk." Cuman lupa menulis, sebab terburu2 dikejar tenggat :))

Fransiska Jappy

Waktu membaca angka 35cm, saya langsung melirik lengan saya, tidak sampai 35cm. Saya cari meteran dan ukur lengan saya, hanya 24cm. Saya tersinggung disebut kurang gizi.. hehe.. Langsung search Google, ternyata benar, kategori normal/Gizi Cukup itu jika LiLA (Lingkar Lengan Atas) >=23,5cm. Bukan 35cm seperti yang dutulis Abah. Entah Abah dapat ukuran lengan perempuan di negara mana.

David Kurniawan

hebat bener PDI bisa ketemu pemimpin daerah yang hebat hebat, sehingga bisa menjaga kuato suara di level grassroot. Siapakah ornag dibalaik talent scout-nya? selain PDI-P semua sekelas Talent Scoutnya Persebaya- milih sering mbleset . Ups ampun pak komisaris

Juve Zhang

Yg menarik krisis bursa saham Jakarta sekarang sudah tak pandang bulu....bank swasta BUMN pun raksasa seperti Telkom dan banyak raksasa lain tumbang oleh krisis kepercayaan krisis ketakutan semua mau jual sahamnya dulu amankan uang modal....ini yg diluar kemampuan siapapun pak Jusuf Hamka konon menyiapkan 5 Triliun Rp tak akan mampu menyerok semua saham yg mau dijual .... artinya ini skandal masif ....diluar akal sehat toh yg Raksasa itu banyak perusahaan sehat bagus tapi pikiran inpestor sudah tak tenang sudah yakin sekali bursa saham Jakarta akan masuk kandang sapi eh kandang stand alone market....ini menghantui pikiran yg megang duit ratusan milyar puluhan milyar bahkan yg Triliun semua gak enak tidur gak enak makan .... hipertensi kambuh lagi.... lambung kumat lagi....inilah krisis kepercayaan terburuk yg mungkin ada di zaman yg seharusnya tidak darurat...... pikiran untuk segera jual sahamnya sudah masuk sumsum tulang belakang....sudah harus keluar dulu ...setiap hari di iris tipis diatas talenan kayu hinoki.... menyakitkan jatuhnya harga saham setiap hari....buy back oleh pemilik tak akan banyak bantu karena jumlah saham beredar yg di jual beli SN sudah level jumbo....yg jelas ingat kata kata presiden Korea Selatan saham ambruk inpestor jangan bunuh diri.....wkwk

Bahtiar HS

Teori itu ia temukan mungkin karena ia seorang dokter --yang terbiasa melihat penyakit dari akar persoalan. Saat mendiagnosis pasien, seorang dokter tidak pernah bisa tertipu oleh simpton. ### Sebentar, Bah. Pada bbrp case yg kita temui, bukannya seringnya dokter kasih obat penurun panas jika pasien panas, penurun gula darah kala guldarnya tinggi, penurun tekanan darah jika tensi tinggi, pencegah diare jika pasien ke belakang tak henti2, penurun kolesterol jika kolesterol tinggi, dll. Semua itu rasanya simtom, bukan akar masalah. Obat thdp simtom, bukan obat tembak jitu shg pasien sembuh dan tak kambuh lagi. CMIIW. Faktanya mayoritas Obat Laris adalah Pengendali Gejala / Manajemen Kronis (~70% - 80%). Sebagian besar obat-obatan yang paling sering diresepkan di dunia (seperti obat hipertensi, kolesterol, diabetes tipe 2, asma, dan asam lambung) dikategorikan sebagai terapi paliatif atau manajemen gejala jangka panjang. Obat bekerja dengan memanipulasi mekanisme biokimia tubuh agar gejalanya terkendali. Kelompok obat yg masuk dlm kategori mengobati akar masalah adl obat yg ditujukan untuk penyakit akut akibat patogen luar atau kerusakan spesifik yang bisa diperbaiki. Antikanker, antivirus, antifungi, antiparasit dll. Obat ini membunuh virus/bakteri. Kalau virus itu mati, penyakit sembuh. Obat yg ini hanya ~20-30% saja. Tapi Abah tdk hrs sependpt dg saya. Jadi, santai aja.

Lukman Nugroho

Saya yakin, banyak dari perusuh yang sudah keluar negeri. Di banyak negera dan di banyak benua. Dan tolong, berkenan untuk berbagi. Seperti apa hubungan antara rakyat dan pemerintah di negara-negara itu. Atau saya minta dengan sangat dan hormat. Pak bos bisa menulis secara khusus, seperti apa hubungan antara rakyat dan pemerintah di Amerika, di Eropa dan di Tiongkok. Saya sangat tidak setuju, stempel tentang w and i sebagai warga pemalas. Baik malas bertindak maupun berfikir. Adakah penduduk dibelahan bumi lain, yang dijam 2 atau 3 dinihari masih membuka warung pecel dan penyetan. Adakah di negara lain, yang di jam yang sama sudah mulai mengirim sayuran dari desa ke pasar. Rasanya hanya ada di sini. Itu baru sebagian kecil. Untuk menggambarkan, betapa w and i itu ras terkuat di bumi ini.

Jokosp Sp

"Turut berduka cita atas wafatnya portofolio kita semua. Semoga rebound di kehidupan entah kapan tanggalnya". "Lagi fase sleep mode, mohon jangan dibangunkan dulu sampai warnanya hijau". "Rest In Peace IHSG. Capek merah terus. Istirahat yang tenang". "Detak jantung investor: mengikuti grafik candlestick yang terjun bebas". Kalimat-kalimat ini memenuhi layar med sos beberapa hari ini. Seperti tidak teratasinya tiga ulan ini "Asap kebakaran dari lahan dan hutan di Kalimantan", padahal pejabat menteri barunya sudah ditunjuk presiden. "Oh....itu lagi rapat di Jakarta. Lagi ngatur strategi apa yang mau dilakukan". "Bingung, dana untuk mengatasi kebakaran terlanjur habis. Habis karena sebagiannya dikorupsi pejabatnya".

Lukman Nugroho

Saya menerima amanah baru ditempat kerja. Dan saya sudah bertekad, akan benar-benar dan hanya fokus dengan pekerjaan baru itu. Saya ingat siapa itu. Sewaktu jadi direktur utama PLN, dalam buku dua tangis dan ribuan tawa. Dia benar-benar hanya akan pergi, berfikir dan bertindak yang ada urusannya dengan PLN. Selain itu no way. Dan itu benar-benar dia buktikan. Posisi sebagai pembina dibeberapa organisasi dia lupakan sementara waktu. Bahkan, urusan keluarga dan keluarga besarpun dia ikut abaikan. Dan saya percaya dengan apa yang dia tulis dalam buku itu. Kini saya ingin mencoba meniru rumus itu. Hanya benar-benar akan berfikir, bertindak dan melakukan sesuatu yang berkaitan langsung dengan amanah baru itu. Tapi tetap saja. Saya selalu membuka dan membaca disway. Dan itu salah satu "gangguan" yang saya nikmati.

djokoLodang

-o-- Doni, 35 tahun, sering diejek teman-temannya karena dikenal malas bergerak hingga terlihat tidak punya energi. Seminggu yang lalu Doni mulai giat berolahraga. Hari ini ia merasa puas sekali. Ia bilang sekarang memiliki energi dua kali lipat. "Dua kali lipat?" tanya teman-temannya. "Ya. Kata dokter, energi saya setara energi pria yang usianya dua kali lipat dari usia saya. ..." --0-

Jokosp Sp

Selesai sholat subuh, Pak Ustad ada memberi waktu untuk diskusi selama lima menit. Dibatasi hanya satu pertanyaan. Dan siapa yang paling cepat dan paling siap, dengan pertanyaan yang paling bermutu punya kesempatan yang dijawab. Jamaah fokusnya malah ke persyaratan itu, lupa kalau waktu lima menit itu sisa tinggal satu menit. Di sebelah tempat duduk saya, di shaf depan satu jamaah unjuk jari. Pertanyaannya itu saya jadi ingat @Utup Ngoel. La gimana tidak, coba perhatikan: "Pak Ustad masuk di golongan mana, pendukung poligami atau tidak?'. Jamaah lainpun pada tertawa. Dengan tersenyum dan tenangnya beliau menjawab: "Begini......, mudahnya saya menjabarkan: Poligami itu diibaratkan seperti pintu darurat pesawat terbang. Ditutup paten tidak boleh dibuka dengan sembarangan. Tetapi bisa dibuka saat kondisi darurat. Darurat artinya ada norma "bisa adil" atau "istri menghendaki". Sementara manusia biasa pada umunnya tidak bisa adil, karena dia bukan seorang nabi". Saya langsung teringat ke seseorang lagi, ke Abah DI. Ya sudah, biar tidak lupa langsung saya tulis agar bisa mewakili jawaban yang tidak perrnah dijawab oleh Abah DI, dari ecean @Utup ngoel. :) :) :) :) :) :)........

heru pujihastono

Dokter pejuang / terjun politik diantaranya : dr wahidin Sudiro Husodo, dr Soetomo, dr Rajiman ( BPUPKI) dr Moewardi. Diantaranya ada yg gugur msh kondisi memeriksa pasien dlm serangan militer. Adalah tokoh yg melawan penyakit pes dll. Sebagai seorang dokter sdh cukup mengabdi di bidang nya ( kesehatan). Masuk ke politik ? Tanda tangan di resep seorang dokter bisa menjadi penyembuh bagi pasien. Ketika ikut tanda tangan di jabatan politik hati - hati. Bisa malah resiko menjadi pesakitan . Rompi orange bisa menunggu.

Muh Nursalim

Orang hebat di manapun dan jadi apapun tetap hebat. Karena tau musabab atau akar masalah. semantara orang biasa hanya mengatasi simpton belaka. Jarang ditemukan pejabat yang tau dan mengerti akar masalah di bidangnya. atau bahkan saat diberi tahu ahli tentang akar masalah yang ia hadapi dirinya tak percaya. Akhirnya anggaran habis hanya untuk mengatasi simpton. Begitulah.

djokoLodang

-o-- Titik Merah ... Waktu itu setiap rencana perkawinan harus didahului tes lingkar lengan calon pengantin perempuan. Lengan atas. calon pengantin yang ukuran lengan atasnya kurang dari 35 cm, diberi kartu kuning: dia berpotensi akan melahirkan bayi stunting. ... *) Saya baca di cerita-cerita silat Tiongkok, murid-murid wanita dari perguruan aliran "lurus" diberikan tanda titik merah di lengan atas nyi. Konon, titik merah itu akan hilang/lenyap manakala si murid wanita kehilangan keperawanannya. ~ Itu berdasarkan fakta sejarah Tiongkok jaman dulu, atau hanya rekaan penulis ceritanya saja, ya. Kalau pun toh rekaan, mengapa hampir semua pengarang novel silat Tiongkok menuliskannya? --0-

sigit

Ada seorang guru ditanya oleh seorang muridnya.. Murid : maaf guru melihat dunia yang serba tidak sesuai dengan hati dan pikiranku , saya jadi resah dan bingung sendiri. ekonomi seakan seret, keadilan dan konstitusi dijajah, ketidakpastian hidup. Harapan dan kenyataan tidak sama Sang guru: Dunia kamu tidak ikut memiliki hanya numpang hidup diatasnya, kok ikut resah padahal gak memiliki. Dan rejeki itu urusan Tuhan mengapa kamu ikut mengurusi, serahkan saja masalah itu ke Dia yang Maha Menentukan Segalanya. Murid termangu mangu sambil memikirkan tiga anaknya...Bagaimana memadukan antara perasaan hati pikiran dan kenyataan yang ada.. Guru : Tenang saja ..la wong gak ada kok kamu pikirkan.....Kemarin itu sudah tidak ada dan ke depan itu belum ada...Gitu aja kok bingung. Yang sekarang dihadapanmu terima dan syukuri...

Kalender Bagus

Dokter melihat kausa, pasien melihat simptom. Inilah yang sering jadi biang kerok perselisihan dokter-pasien. Misal ada dua orang pasien masuk UGD: satu patah tulang betis, berteriak histeris kesakitan minta segera di tangani. Satulagi pasien penyumbatan koroner yang mengeluh agak sakit di dada kiri. Masih terlihat tenang walaupun ada keringat dingin. Naluri awam akan mengatakan pasien patah tulang harus prioritas diobati segera. Tapi naluri dokter, pasien koroner yang harus segera ditangani detik itu juga. Pasien patah tulang betis kecil kemungkinan berakhir dengan kematian, tapi penyumbatan koroner, telat ditangani bisa game over.

Sugi

Emas akan tetap emas di mana pun ditempatkan, bahkan di lumpur sekalipun. Kecuali tempat yang suhunya mencapai titik leburnya. Suhu, bukan masalah tempat. Suhu harus sesuai dan Pak Hasto sangat memahami hal itu. Sumbu filosofi Malioboro adalah tantangan suhu di tempatnya mengabdi sekarang. Pikiran dan hati emasnya sangat diperlukan. Butuh penyelesaian lebih dari sekedar trik tembak jitu stunting. Agar suhu tidak memanas hingga mencapai titik lebur. Agar stabil di suhu ruangan. Suhu asli Jogjakarta.

Momon Atun

Kapitalisme sulit di bendung, ya memang alfamart indomart tidak ada di kulon progo tapi adanya "tomira" Toko milik rakyat, (di bawahnya ada tulisan indomaret/alfamart..haha) model dan barangnya 99% sm dengan indoalfa-hanya saja ada satu rak yg di khususkan buat UMKM daerah.. Selebihnya sama semua (kapitalusme sulit di bendung wkwkw) Kapitalisme tidak buruk buruk amat jika bisa memanfaatkanya seperti china.. Anda pasri tahu

Ismail Lutan

Selalu ada pembenaran untuk melakukan perlawanan dan kegtidaksetujuan. Di Yogya tidak ada KDMP dan Sekolah Rakyat. Alasannya tidak ada lahan pemda yang bisa dialihfungsikan. Kelak yang akan dikenang adalah Yogya jika program-program unggulan pemerintah ini 'gagal' maupun berhasil!

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

STUNTING: MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI..!! Ada satu hal menarik dari tulisan Pak Dahlan. Mencegah stunting harus dimulai sebelum bayi lahir. Bahkan, sebelum perkawinan. Gagasan ini tepat. Seribu hari pertama kehidupan memang merupakan periode kritis pertumbuhan anak. Tetapi, kondisi ibu sebelum hamil juga sangat menentukan. Kekurangan gizi, anemia, infeksi, dan kondisi kesehatan ibu dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin. Namun, lingkar lengan bukanlah vonis. Angka 35 cm perlu dikaji kembali. Dalam praktik kesehatan masyarakat Indonesia, lingkar lengan atas di bawah 23,5 cm lazim digunakan untuk mendeteksi risiko kekurangan energi kronis pada wanita usia subur. Bukan 35 cm. Artinya, niatnya boleh tepat, tetapi alat ukurnya harus berbasis bukti ilmiah. Jangan sampai calon pengantin mendapat kartu kuning, padahal yang perlu dikoreksi justru ukuran kartunya. Yang juga penting, pencegahan stunting jangan dibebankan kepada calon ibu saja. Calon ayah, keluarga, lingkungan, sanitasi, dan akses pangan bergizi ikut menentukan. Intinya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Tetapi, mencegah harus dengan ilmu, bukan sekadar angka. Sebab, stunting bukan urusan satu orang ibu. Ini urusan kualitas generasi bangsa.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KARTU KUNING, SEBELUM KARTU UNDANGAN..!! Dulu, orang sibuk menghitung hari menuju pernikahan. Sekarang, jangan-jangan harus menghitung lingkar lengan dulu sebelum menghitung hari. Kalau ukuran lengan belum memenuhi syarat, dapat kartu kuning. Kalau sudah memenuhi, boleh lanjut ke pelaminan. Lalu, kalau setelah menikah ternyata belum punya anak, apa perlu kartu biru? Hehehe... Sebenarnya, urusan stunting ini serius. Tetapi, jangan sampai pencegahannya membuat calon pengantin lebih takut kepada petugas pengukur daripada kepada penghulu. Apalagi kalau pemeriksaannya lengkap. Lingkar lengan diperiksa, darah diperiksa, gula diperiksa, hepatitis diperiksa. Calon pengantin bisa merasa sedang mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, bukan sedang mempersiapkan pesta perkawinan. Yang penting, jangan sampai salah sasaran. Perkawinan bukan penyakit. Kehamilan juga bukan pelanggaran. Negara hadir untuk memberi bekal kesehatan, bukan menentukan siapa yang pantas menikah. 1) Kalau gizinya kurang, bantu gizinya. 2) Kalau pengetahuannya kurang, tambah pengetahuannya. 3) Kalau ekonominya kurang, jangan cuma ditambah spanduk penyuluhan. Sebab, melahirkan generasi sehat perlu kerja bersama. Bukan sekadar kartu kuning, apalagi kartu merah. Jangan sampai yang hamil manusia, tetapi yang gugup justru administrasinya. Hehehe..

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 189

  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • mas piet
      mas piet
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Wiwik Utami
    Wiwik Utami
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Aviv Setiawan
    Aviv Setiawan
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • yea aina
      yea aina
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Wilwa
    Wilwa
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • yea aina
      yea aina
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Eksan Susanto
    Eksan Susanto
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • yea aina
      yea aina
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • daeng romli
    daeng romli
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • yea aina
      yea aina
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • mario handoko
    mario handoko
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Captain Bejo
    Captain Bejo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Captain Bejo
      Captain Bejo
  • Alex Ping
    Alex Ping
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • yea aina
    yea aina
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • yea aina
      yea aina
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Captain Bejo
      Captain Bejo
  • Husen Lestari
    Husen Lestari
  • yea aina
    yea aina
  • kukak_papam
    kukak_papam
  • pak tani
    pak tani
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Rudy Kurniawan
    Rudy Kurniawan
  • z wakaranai
    z wakaranai
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • kukak_papam
      kukak_papam
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Runner
    Runner
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • my Ando
    my Ando
  • my Ando
    my Ando
  • my Ando
    my Ando
  • kukak_papam
    kukak_papam
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • agus budiarto
    agus budiarto
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Jhel_ng
    Jhel_ng
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
  • Ismail Lutan
    Ismail Lutan
  • Sugi
    Sugi
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Admin SDGs Sanankulon
    Admin SDGs Sanankulon
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
  • Admin SDGs Sanankulon
    Admin SDGs Sanankulon
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • Mada Suradi
    Mada Suradi
    • Momon Atun
      Momon Atun
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Mada Suradi
      Mada Suradi
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • DeniK
    DeniK
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • alasroban
    alasroban
  • rid kc
    rid kc
    • Momon Atun
      Momon Atun
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
  • ra tepak pol
    ra tepak pol