Kawin Stunting

Kawin Stunting

Hasto Wardoyo (kanan) saat menerima Disway Awards 'Top Regional Leader Awards' dari Dahlan Iskan.-Disway-

Spontan. Begitu ketemu Wali Kota Hasto Wardoyo, pekan lalu, saya langsung ingat ”perkawinan stunting”.

Saya pernah ngobrol panjang soal itu saat sang wali kota Yogyakarta masih menjabat kepala BKKBN. Saat itu upaya untuk mencegah stunting sampai harus ”mencampuri” urusan perkawinan.

Waktu itu setiap rencana perkawinan harus didahului tes lingkar lengan calon pengantin perempuan. Lengan atas. calon pengantin yang ukuran lengan atasnya kurang dari 35 cm, diberi kartu kuning: dia berpotensi akan melahirkan bayi stunting.

Kartu kuning memang tidak sekeras kartu merah. Setidaknya calon pengantin tahu risiko itu: melahirkan bayi stunting. Menakutkan. Tentu tidak ada seorang ibu yang senang punya anak stunting.

Maka dia tahu: sejak sebelun kawin sudah harus memperhatikan kualitas makanannyi.

Angka ukuran lengan itu masuk ke BKKBN. Lengkap dengan nama dan alamat calon pengantin. Lembaga yang mengurus kependudukan itu lantas memberikan bantuan makan bernutrisi gratis. Perkembangan ukuran lengan pun dimonitor. Kalau sampai hari perkawinan belum banyak berubah maka ada kartu kuning kedua: usahakan jangan punya anak dulu. Harus menggunakan kontrasepsi sambil terus memperbaiki kondisi tubuhnyi.

Saat dilakukan pengukuran lingkar lengan atas itu sekalian diperiksa indikasi lainnya: HB darah, gula darah, dan apakah mengidap hepatitis. Waktu itu BKKBN sangat fokus mencari akar persoalan stunting. Ibarat berburu, teknik yang digunakan adalah: tembak jitu. Senjata yang dipilih adalah sniper. Tepat sasaran. Hemat biaya.

"Apakah warisan tembak jitu itu masih dilaksankan sekarang? Apakah calon pengantin masih harus menjalani pengukuran lingkar lengan?" tanya saya.

"Mohon maaf. Saya tidak dapat info yang baru," jawabnya.

Hasto seorang dokter. Kini ia sibuk mengurus Sumbu Malioboro warisan dari pendiri keraton Mataram Sultan Hamengku Buwono I. Teori tembak jitu sudah ia wariskan ke pejabat BKKBN penggantinya yang kini sudah diganti lagi.

Nama BKKBN pun di zaman Hasto berubah menjadi BKKBN --dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Di balik warisan ”tembak jitu stunting” itu sebenarnya ada rumus: "ketepatan mencegah lahirnya bayi stunting punya tingkat keberhasilan 80 persen. Sedang keberhasilan mengatasi bayi stunting yang sudah terlanjur lahir hanya 20 persen".

Teori itu ia temukan mungkin karena ia seorang dokter --yang terbiasa melihat penyakit dari akar persoalan. Saat mendiagnosis pasien, seorang dokter tidak pernah bisa tertipu oleh simpton. Misalnya tubuh pasien panas. Dokter tidak mengobati panasnya, melainkan mencari penyebab panas itu.

Maka pengobatannya pun bisa tepat. Dan ketika memberikan obat juga selalu melihat kemampuan pasien.

Hasto menjabat kepala BKKBN tidak sampai akhir masa jabatan. Ia mengundurkan diri karena dapat tugas baru dari partai: maju Pilwali Yogyakarta. Toh ia sudah merasa tidak mungkin masuk dalam jajaran kabinet baru Presiden Prabow Subiantoo. PDI-Perjuangan sudah memutuskan tidak ikut dalam koalisi pemerintah.

Ia harus mengundurkan diri karena waktu pendaftaran calon wali kota pun sudah mepet. Tinggal satu minggu. Belum pula punya persiapan bagaimana harus menggalang suara. Ternyata terpilih. Hasto jadi wali kota pertama yang PDI-Perjuangan.

Selain merealisasikan Warisan Sumbu Malioboro, sebenarnya Hasto punya persoalan besar: bagaimana muwujudkan ekonomi kerakyatan tanpa lewat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Di kota Yogyakarta tidak ada satu pun KDMP. Bukan karena wali kotanya PDI-Perjuangan, tapi karena tidak mendapat lahannya. Tidak ada aset Pemkot yang bisa diubah jadi KDMP.

Pun Sekolah Rakyat yang di bawah Kementerian Sosial itu. Tidak satu pun ada di Yogyakarta.

Tapi Hasto punya track record istimewa saat menjabat bupati Kulonprogo. Ia konsisten memutar ekonomi rakyat lewat Perda wajib beli produk setempat. Anda sudah tahu: tidak ada Indomart dan Alfamart satu pun di seluruh Kabupaten Kulon Progo. Warisan itu bertahan sampai sekarang.

Tentu itu tidak bisa di-copy paste di Yogyakarta --yang full perkotaan. Tapi Hasto sedang menyiapkan modifikasinya. Yogyakarts bisa berlomba memutar ekonomi rakyat dengan daerah lain yang melakukannya lewat KDMP.

Hasto Wardoyo masih seorang dokter --masih berpraktik seminggu sekali. Diagnosisnya atas Yogyakarta tentu masih bisa setepat saat mendiagnosis Kulon Progo maupun stunting di BKKBN. Mestinya.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 18 Oktober 2026: Jumat Keramat

heru pujihastono

Keramat identik dg kutukan. Bahasa lainnya yg dekat : karma. Sebuah bussines - mendewakan uang- ideologinya harus tetap untung. Barito Pacific anda ingat ada kata berikutnya : Timber. Semacam perkayuan. Pernah menikmati kedekatan dg penguasa masa itu. Sinar mas = sawit= membabat hutan juga. Pernah juga si Taipan menikmati kedekatan dg penguasa. Konglomerat chaebol bahasa korea nya. Sekarang melorot nilai devisa nya. Masih ada mantra: seorang pengusaha yg akan sukses pasti diuji (jatuh bangun).

Edi Sampana

Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang dibeli oleh H Isam adalah Rp2.588 per lembar saham, padahal sewaktu transaksi itu, harga saham BYAN di pasar reguler BEI sebesar Rp11.025 hingga Rp11.525 per lembar saham. Apakah berdasar bukti ini, MSCI menyatakan bahwa harga saham di BEI adalah hasil gorengan, sehingga MSCI menghukum BEI ?

Mukidi Teguh

Dominan kita punya pola pikir instan, persis mie instan. Katanya, itukan saham, ga apa apa, asal harga beras stabil. Modelan begini, nangisnya bukan sekarang tapi 6 bulan ke depan, saat kena PHK akibat perusahaannya gulung tikar, gegara produk perusahannya ga laku, akibat ekonomi lesu, yang penyebab asalnya ini: indeks saham jatuh dan rupiah jeblok.

Fauzan Samsuri

Lagi, lagi dan lagi, kita ini memang tidak suka berkaca diri, sudah ada gejala merasa baik-baik saja, diingatkan tidak peduli, setelah ada kejadian baru merasa. Ini memang watak kita saja atau umat manusia pada umumnya?, setelah saya tanya chatGPT ternyata ini memang kecenderungan manusia pada umumnya. Namun, ketika kecenderungan ini dibiarkan tumbuh pada lingkungan yang permisif, budaya yang kurang kritis, dan sistem yang tidak memberikan konsekuensi tegas, ia bisa berubah menjadi watak kolektif, dan masih menurut chatGPT, untuk merubah ini ada tiga hal mendasar, dari merasa benar menjadi berani mengoreksi diri, dari mengabaikan peringatan menjadi menghargai kritik, evaluasi tidak harus menunggu kegagalan atau teguran. Ini jawaban dari AI, kita sebagai manusia boleh saja tidak setuju pendapatnya.

Hamdi

Kebiasaan Raja Raja ketika memerintah diterapkan semua dalam alam demokrasi dan bisnis Indonesia. Ingin anak jadi raja preteli dulu UU nya, ingin indeks statistik bagus kuasai dulu BPS nya, ingin aman kuasai kepolisian, ingin banyak kawan kasi makan tentara . Maka layak tak ada yang bisa dipercaya

Er Gham 2

Berharap ada menteri jagoan yang berani bilang 'tidak bisa' atau 'bapak keliru'. Tidak takut dibentak balik, atau bahkan dipecat.

Kalo semua cuma bilang 'siap, siap pak', wah berabe nih negara kedepannya.

Menteri takut dipecat. Malu ama tetangga, rekan alumni, dan famili. djokoLodang

-o-- DIs Morning. *) Teman-teman yang belum sempat nonton DIs Morning pagi tadi, ada dua topik menarik yang disampaikan mbak Sasa. Tentang lensa kontak, dan menangis. --0-

djokoLodang

-o-- Di sebuah pesta dansa, sepasang muda-mudi tampak berpelukan erat sambil berdansa dengan pipi saling bersentuhan. Dansa cheek-to-cheek. Si wanita berbisik ke telinga pasangannyi, "Ayo kita ke mobil." Pria itu menolak dengan alasan lagu yang sedang dimainkan adalah salah satu lagu favoritnya, namun si wanita terus mendesak dan memohon agar mereka pergi ke mobil. Akhirnya, pria itu setuju. Saat mereka keluar dari aula dansa, suasana di luar gelap; jadi ia mengeluarkan senter dari sakunya untuk menerangi jalan menuju mobil. Si wanita bertanya, "Apakah senter itu ada di sakumu sedari tadi?" "Ya," jawab pria itu. "Kalau begitu, ayo kita kembali ke aula!" seru si wanita. --0-

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SEBENARNYA SAAT MASYARAKAT DAN "PERUSUH" BERTANYA: ITU HARUS DIJAWAB Iya. Saat masyarakat bertakon-takon, mengapa Haji Isam bisa membeli saham BYAN dalam jumlah besar, dengan harga yang disebut-sebut diskon kakap, itu harus dijawab. Atas nama transparansi. Tentu, transaksi besar tidak otomatis berarti ada pelanggaran. Tapi justru karena itu, penjelasan terbuka menjadi penting. Agar tidak tumbuh prasangka. Agar pasar tidak sibuk menebak-nebak. Tapi kadang, "orang besar" abai. Barangkali dianggap yang bertanya hanya orang kecil. Apalagi kalau yang bertanya cuma para "perusuh" Disway. Suaranya kalah keras dibanding deru mesin tambang. Padahal, pertanyaan yang tidak dijawab bisa membesar. Dari obrolan warudng kopi, pindah ke ruang redaksi. Lalu sampai ke meja lembaga internasional seperti MSCI. Jangan sampai masyarakat bertanya, pejabat diam. Investor asing yang akhirnya meminta penjelasan. Bahkan, pasar keburu menjatuhkan vonis sebelum regulator selesai memberi keterangan. Maka, jawablah selagi pertanyaannya masih berupa pertanyaan. Buka datanya, jelaskan prosesnya, tegakkan aturannya. Sebab transparansi itu seperti lampu. Tidak membuat rumah menjadi bersih. Tetapi membuat kotoran lebih mudah terlihat. Dan kalau rumahnya memang bersih, mengapa harus takut menyalakan lampu?

Jokosp Sp

Apakah kekagetan (shocked) penguasa dengan melakukan tiba-tiba (suddenly) denda ke pengusaha bisa mengembalikan kepercayaan pasar (investor)?. Juga lembaga-lembaga global indepnden seperti MSI jadi percaya?. Bukannya praktek menyimpang itu sudah dilakukan pelaku pasar sangat lama?. Kenapa baru sekarang dilakukan denda?. Ini menggambarkan (menunjukkan) kalau pemerintahan kita selama ini memang tidak bersih (alias korup), termasuk di pasar modal. Tidak masuk akalnya pengusaha suruh jual rugi sahamnya senilai Rp 2.688,-/lembar saham, kemudian pengusaha itu disuruh beli mahal dengan harga Rp 11.200,-/lembar saham sebanyak 100.000.000 lembar saham. Jelas ini ada Rp 851.200.000.000,- (851,2M) uang yang harus keluar paksa dari kantong pengusaha. Ini namanya apa?. Meminta paksa, sama saja dengan perampokan. Karena nilainya sangat besar. Kalau nilainya kecil ya sekedar copet karena yang diambil cuma isi dompet. Dan negara harusnya melindungi seluruh warganya (termasuk pengusahanya) dari maling-malinrg, para garong dan para perampok ini. Harusnya korupsi diberantas secara radikal dengan penegakan hukum yang luar biasa (exstraordinary measures), transparansi radikal dan pembersihan sistem secara total. Sayangnya............, ya sayangnya mereka para ASN, Pejabat, Peegak Hukum dan Aparatnya sami mawon. Termasuk DPR nya. Jadi kalau sampai MSCI ikut geregetan ya ndak salah, karena kondisinya tambah parah dan tidak menjadi lebih baik dan transparan, tanpa interfensi.

yea aina

Tanda-tanda transisi sistem ekonomi sudah dimulai. Penguasaan modal perorangan mulai "dipinggirkan" oleh pengelola negara. Perlahan tapi pasti, tentakel gurita raksasa negara mencekik predator penguasa lama. Ikan asing dan aseng. Gurita raksasa dan ikan predator bertarung, ikan teri nan kecil-kecil, silahkan minggir! Kalian sudah dapat pembagian makan bercampur was-was. Juga "wacana" sekolah hingga kuliah gratis. Kalau lapangan kerja makin sulit, dalam situasi ekonomi yang mencekik ini, coba bertanya pada ganggang yang bergoyang..

Er Gham 2

Banyak scam di bursa. Kerjasama 'cantik nan busuk' antara influencer, media online abal abal yang pom pom, broker, dan emiten telah banyak merugikan investor. Batas free float juga bisa diakalin. Emiten pakai akun sopir, karyawan, keluarga, famili biar dianggap retail. Malah ada influencer sok jago yang 'trading'nya di kantor broker. Dia tau mana yang bakal digoreng setelah akumulasi saham nya. Ritel ritel newbie yang melonjak saat covid menjadi bulan bulanan para penjahat bursa ini.

HONDA CBR150R

Ngapain pusing dengan saham dan dollar, orang desa tidak main saham dan orang desa tidak transaksi dengan dolar. Orang desa cuma butuh koperasi KDKMP yang menjual barang2 subsidi. Orang kota main saham dan transaksi dengan dolar? itu tidak ada urusan, biarin mereka, namanya juga investasi, kadang untung, kadang buntung. Yang penting suara sudah merapat dan sudah dipastikan aman. Semua yang berisik sudah diangkat dan berubah haluan. Hidup Jokowi.

Ahmed Nurjubaedi

Saya melihat ini ada unsur geopolitik. Sebenarnya, sejak Kekaisaran Romawi, Persis, Kekhalifahan Islam, Mongolia, PD I &II, hingga saat ini, tidak ada yang benar-benar berubah. Setiap gugus kekuatan di belahan bumi ini tak henti berinteraksi. Untuk menguasai yang lain. Untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan. Cara-caranya saja yang beda. Dulu perang senjata. Sekarang perang ekonomi melalui hukum perdagangan internasional yang direkayasa. Perang teknologi. Perang senjata tentu tetap ada dan mungkin sengaja dipelihara. Seperti Rusia yang menyerang Ukraina. Atau konflik Timur Tengah yang tak pernah usai. Setelah PD II situasi agak mereda, pemenang kuasa itu agak teledor. China bangkit melalui penguasaan teknologi dan ekonomi yang diluar dugaan. Hal ini lah yang mengguncang stabilitas. Dan gugus-gugus kekuatan yang ada pun menyesuaikan diri. Strategi Prabowo yang juga menerapkan bumi hangus untuk menggertak Malaysia dan Singapura mungkin kelewatan dan terlalu mahal. Tapi bagi seseorang jenderal di medan perang, menanggung susah untuk membuat musuh menderita cukup layak dilakukan. Makanya Bayan di "nasionalisasi", MBG terus dilakukan, KDMP tetap jalan. Prabowo percaya dia melakukan semuanya demi rakyat, seperti sering dia koarkan. Apakah Prabowo kurang teliti menghitung? Sampai kekuatan Eropa Amerika turun tangan terang-terangan? Saya percaya apa yang diucapkan Hideyoshi sang Taiko: tidak ada kejadian sekecil apapun di wilayah Jepang yang tidak terkait dengan kekuasaan...

Waris Muljono

Konon, Goreng menggoreng saham dan praktik "kurang terpuji" di bursa saham konoha itu sudah berlangsung lama. MSCI tentu jg ga bodoh, buta dan tuli jadi pasti tau situasi tersebut dan pasti ikut menikmati situasi pasar modal konoha tersebut. Pertanyaannya : Kenapa MSCI baru galak belakangan ini saja? Kalau di berita, baru setelah ada pergantian menkeu SMI baru ada berita ttg galaknya MSCI. Lalu ada sebagian orang yg menghubungkan pernyataan Prabowo di awal pemerintahannya : Dia diancam ihsg akan ambruk kalau menjalankan program mbg.

Agung Bramanti

HITLER + NETANYAHU = .... sy sedih banget bukan cuma IHSG anjlok. Pagi saat mau start ngukur jalan, istri kasih lihat video di medsosnya, di tengah kabut asap tampak truk putih dengan gambar dwi warna sedang mendistribusikan bibit sawit, sampai sekarang saya belum sempat klarifikasi apakah itu video hoax...Mudah"an. Tapi kalau itu video valid.. Auzubillah hi mindzalik... Dulu hitler masih pilih" masukin orang ke dalam ruangan gas beracun...sekarang Netanyahu semua sampai anak kecil pun dibakar....dibom... Nun jauh dari Eropa & Timteng ada yang menyerupai mereka di dalam jiwa 1 orang..malah binatang pun ikutan dikasih gas beracun...berarti orang itu bukan lagi hanya pertambahan kedua bajingan itu...mungkin sudah kuadrat atau minimal perkaliannya.. Tega membuat seluruh makhluk hidup menderita karena gas beracun... Hanya untuk satu kata... DUIT.. BGSTTTTTT!!!!

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TERNYATA: "JUAL BELI" TEMUAN.. Temuan audit mestinya menjadi alat untuk memperbaiki pengelolaan keuangan. Bukan barang dagangan yang bisa dinegosiasikan. Dalam kasus P OTT di Klaten, menurut keterangan KPK, ada temuan kelebihan pembayaran honorarium sekitar Rp5 miliar. Bupati Hamenang Wajar Ismoyo diduga bernegosiasi dengan Kepala BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Nilai yang diminta Rp600 juta. Lalu disepakati menjadi Rp400 juta. Imbalannya? Temuan tertentu dihapus dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Bahkan, menurut KPK, temuan kelebihan pembayaran honorarium narasumber akhirnya benar-benar dihapus. Di sinilah persoalannya. Temuan audit yang seharusnya mencatat fakta, justru diduga menjadi objek tawar-menawar. Dan seakan "barang dagangan". ### Auditor dan Auditee. Sama-sama tidak memiliki integritas.

Johannes Kitono

Black Friday. Bagaimana bisa disebut hari Jumat Keramat. Kalau saham bertumbangan dan memakan korban. Tukang Telur saja rugi 100 juta. Lebih tepat disebut Black Friday atau Jumat Kiamat. Tentu tidak fair kalau hanya peringatan MSCI yang disalahkan. Coba ambil kaca. Bagaimana proses Haji Isam hostile take over BYAN diharga discount 75 % ( Rp.2.588,- ). Padahal harga pasar Rp.12.550,- Awalnya RKAB dihambat then lancar sesudah transaksi. Sangat kasar dan menyinggung perasaan investor. Hanya orang bego yang tidak tahu siapa backing Haji Isam yang cuma pion saja. Sesudah BYAN isu yang beredar adalah BBCA dan CPIN juga dijadikan target. Kalau itu terjadi rapor Kabinet MP akan terbakar seperti Karhutla. Kalau pemerintah atau Danantara mau ambil alih saham blue chip.Lakukan dengan cara elegan. Seperti Djarum ambil alih Bakmi GM Rp.2,4 Trilyun plus saham 20 %. Biarkanlah Blue Chip itu tetap jalan dan dikelola oleh profesionil. Pemerintah atau Danantara cukup sebagai investor saja. Kaburnya Fund Manager merupakan peringatan keras bagi OJK. Harus instropeksi dan kerja lebih keras lagi. Jangan sampai terjadi Capital Fligth. Modal dalam negeri kabur karena tidak percaya sama pemerintah. Ini tentu merupakan Legacy atau hadiah HBD memalukan bagi Presiden Prabowo. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Er Gham 2

Perbedaan pasar tradisional dengan pasar saham. Di pasar tradisional, petani butuh uang sehingga dia bawa bawangnya ke pasar. Petani jual ke pedagang pasar, walau kadang lewat tengkulak. Lalu ada emak emak butuh bawang. Mereka bawa uang nya ke pasar buat beli bawang. Semua happy. Petani, tengkulak, pedagang pasar, dan emak emak happy. Di pasar saham sebenarnya sama aja. Hanya beda nya di pasar saham lebih banyak penjahat nya.

Em Ha

Jumat Berkah. MSCI memberikan kado ultah Prabowo. Dengan mengumumkan rating Stand Alone. Stand = Berdiri Alone = Sendiri Ini kabar baik. Dunia sudah mengakui. Indonesia sudah berdikari. Pasarnya tidak memerlukan campur tangan asing. Sesuai dengan cita cita Prabowo. Indonesia mandiri. Beridiri diatas kaki sendiri. 81 tahun Indonesia Merdeka. 75 tahun umur Presiden Kita. Jumat penuh berkah.

Sadewa 19

Saya sedang berfikir mau jual rumah yg di pusat kota itu. Mungkin saja bisa laku Rp. 10 Milyaran. Lalu uang itu saya akan taro di sahamnya BBRI atau BMRI. Saya akan dapat deviden dengan harga saham per kemaren kurang lebih 13% an per tahun. Lumayan batin saya. Berarti saya akan dapat duit 13% dikali 10 Milyar dipotong pajak yah sekitar Rp. 1.2 Milyar per tahun, atau Rp 100 juta an per bulan. Cukup untuk pensiun dini hidup di kampung. Momong cucu, dan jadi marbot mesjid. Tinggal nyari pembeli yg bersedia beli rumah 10 milyar. Itu yang sulit. In this ekonomi ternyata punya uang cash 10 Milyar lebih berharga daripada punya rumah seharga itu.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PENYAKIT BURSA KITA.. 1) Ancaman MSCI menurunkan rating IHSG sebenarnya bukan sekadar gertak. Ini gerbang arus modal. Jika rating turun, dana asing otomatis kabur. Rupiah tertekan. Biaya modal naik. Valuasi saham ambruk. 2) Tapi jangan salah alamat. MSCI cuma gejala. Penyakitnya ada di dalam: pasar kita dangkal. Likuiditas tipis. Free float kecil karena saham dikuasai segelintir pengendali. Transparansi lemah. Regulasi kadang reaktif, berubah demi stabilitas sesaat. Akibatnya kepercayaan asing terkikis pelan-pelan. 3) Akar masalahnya struktural. Kepemilikan terkonsentrasi. Emiten besar malas membuka saham ke publik. Tata kelola sering abai. Skandal akuntansi menodai nama. Investor global pun menilai Indonesia kurang layak berbobot besar. 4) Kesimpulannya sederhana: MSCI mengartikulasikan yang sudah dirasakan pasar. Rating adalah cermin. Wajahnya kurang sedap dipandang. 5) Pelajaran berharganya: jangan sibuk melawan rating. Sibuklah membenahi pasar. Perluas free float. Perdalam likuiditas. Jaga kepastian regulasi. Tegakkan tata kelola. Bangun investor domestik yang kuat. Rating akan mengikuti kualitas. Bukan sebaliknya. Pasar yang sehat tak perlu diplomasi berlebihan. Kualitas bicara sendiri.

Juve Zhang

Bursa Turkiye juga sama diminta benahi internalnya... mungkin sama mau dikandangi bersama bursa saham Jakarta ke Stand alone market artinya gak ada lagi yg masuk Indeks MSCI dan diputus dari rantai indek saham global... Artinya arus dana asing tak akan masuk artinya harga saham akan berjatuhan kapan itu nanti Juni 2027 ....nah mengapa masih jauh sudah jualan semua karena mumpung harga masih diatas artinya mumpung masih ada Cuan jual dulu atau pun balik modal dulu ataupun rugi dikit saja....jika Turkiye bareng Indonesia masuk kandang bursa stand alone dijamin saham semua rontok kata para ahli Saham....jadi selamat kan duit modal anda jual sekarang selagi masih ada Cuan dikit atau balik modal bisa jadi mulai sekarang semua harga saham akan menurun tak pandang bagus atau jelek ...karena semua mau keluar selagi masih bisa keluar artinya selamat kn modal anda dialihkan misal beli surat hutang atau deposito atau beli emas dlll ....ini sudah gak ada obatnya lagi keputusan MSCI membuang bursa saham Jakarta ke stand alone mungkin bisa jadi kenyataan 70% saja .....yg 30% unsur kejutan yg membatalkan kemungkinan masuk kandang stand alone market... Tapi pengalaman dari 10 bursa konon 7 jadi benar benar masuk ke stand alone market jadi peluang di kandang stand alone market 70%.....jadi jika anda masih banyak uang di saham yg gak bisa keluar kemarin Jumat Malapetaka....coba Senin Selasa Rabu Kamis Jumat ini keluar dulu jangan beli dulu.....peluang dikandang stand alone market itu 70%....

Laksana DedeS

Presiden bertanya kepada jajarannya. "Apa itu Stand Alone?" Menteri urusan ekonomi agak kebingungan. Bagaimana menjelaskannya dalam bahasa ringkas dan mudah difahami. Di tengah kebuntuan, seperti biasanya Seskab memecah kebisuan. "Bagus pak Presiden. Ini artinya kita berdikari" #rapat kabinet India kepulauan, kulon Vanuatu

Liáng - βιολί ζήτα

Market Panic. Saya coba intisarikan pemberitaan Euronews terkait Bursa Efek Indonesia, dari sudut pandang Business Psychology, singkat saja..... Isu santer belakangan ini, status Bursa Efek Indonesia ada kemungkinan "meloncat ke bawah 2 tangga sekaligus" dari Emerging Market ke Standalone Market..... Jikalau hal ini benar-benar terjadi, maka status Bursa Efek Indonesia berada di level terendah bersama sedikit negara di dunia ini. Anda Pasti Tahu, Bursa Efek di dunia dikategorikan menjadi 4 status, yakni : 1. Developed market. 2. Emerging market. 3. Frontier market. 4. Standalone market. Selebihnya, Anda Pasti Lebih Tahu, apa dampaknya terhadap ekonomi Indonesia ; ketika Market Panic terjadi, maka Business Psychology akan lebih berperan dalam pengambilan keputusan oleh para pelaku bisnis. Konsekuensi dari penurunan status Bursa Efek Indonesia, ada potensi arus modal keluar dari Indonesia dalam jumlah yang signifikan - konon, antara 4 miliar hingga 19 miliar dolar AS (sekitar 70an triliun hingga 300 triliun lebih) - ini mengacu ke perhitungan (analisis) UBS dan Goldman Sachs. Maka yang terpenting untuk mengatasi "Market Panic" ini mestinya lebih fokus pada Psychological Roots untuk dibenahi (diatasi) terlebih dahulu : ○ Information Asymmetry & Transparency Issues. ○ Dysfunctional Market Risk. ○ Loss Aversion. Silakan, Anda yang berlatar-belakang ilmu Ekonomi dan Keuangan untuk menjabarkannya.....

Leong Putu

Aaah tenang!!!! Selalu ada berita gembira : "Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei terbaru mengenai kepuasan pemerintah. Hasilnya, sebanyak 65,4% responden puas dengan kinerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto". 65,4% artinya berhasil? Maju periode ke 2... Lets go!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 38

  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Widodo Basuki
    Widodo Basuki
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • sigit
    sigit
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Momon Atun
      Momon Atun
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • Sugi
    Sugi
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • Ismail Lutan
    Ismail Lutan
  • agus budiarto
    agus budiarto
  • Turrachman Rachman
    Turrachman Rachman
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • ra tepak pol
      ra tepak pol