Hong Kong Geger Munculnya Potensi Klaster Covid-19 baru di Kawasan Kennedy Town

Hong Kong Geger Munculnya Potensi Klaster Covid-19 baru di Kawasan Kennedy Town

Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong membunyikan alarm ada tanda-tanda klaster Covid-19 di kawasan Kota Kennedy. -Twitter/@BienPerez-Disway.id

HONG KONG, DISWAY.ID - Pejabat Hong Kong sedang menyelidiki lingkungan Kennedy Town. Pengujian limbah menunjukkan kemungkinan besar pembentukan klaster Covid-19 baru di antara penduduk di sana.

Temuan ini masih dalam tahap awal dan tidak ada rincian tentang seberapa besar kluster itu tumbuh. Informasi awal tingkat virus terdeteksi di saluran pembuangan yang ada di kawasan elite tersebut.

Warga pun tersadar akan kemungkinan ancaman baru di daerah itu. Ini setelah posting media sosial oleh sekolah kedokteran Universitas Hong Kong yang memperingatkan siswa dan staf untuk menghindari lingkungan itu.

BACA JUGA:Infeksi Covid di Hong Kong Menurun, 9 Jalur Penerbangan Kembali Dibuka

Selain dekat dengan perguruan tinggi paling terkenal di kota, Kennedy Town merupapkan kawasan perumahan ekspatriat populer yang padat dengan restoran dan bar.

Hong Kong keluar dari gelombang yang didorong oleh Omicron yang telah menyelimuti kota itu sejak awal 2022, dengan banyak penduduk gelisah karena  pelonggaran pembatasan baru-baru ini dapat menyebabkan rebound dalam jumlah kasus.

Kota ini telah melaporkan sekitar 200 hingga 300 infeksi setiap hari, turun dari puncak lebih dari 70.000 kasus pada bulan Maret.

Pemberitahuan yang diposting ke Twitter dan Facebook pada Kamis 12 Mei 2022 pagi, menyebut bahwa Fakultas Kedokteran Li Ka Shing menyadari adanya potensi klaster Covid-19 yang besar berkembang di Kennedy Town, yang lokasinya persis disamping universitas tersebut.

BACA JUGA:Kapal Tanker Alami Kecelakaan di Perairan Hong Kong, 5 ABK Indonesia Alami Luka Bakar

Siswa dan staf diminta untuk menahan diri untuk tidak masuk di kawasan setempat.

Pengujian air limbah untuk tanda-tanda infeksi harus segera dilakukan. Tes laboratorium yang dilakukan pada limbah dapat membantu menentukan apakah virus ada dan pada tingkat apa.

Fakultas kedokteran setempat menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dan meminta untuk menghubungi otoritas kesehatan untuk informasi lebih lanjut.

Pejabat kesehatan kota belum mengeluarkan informasi tentang potensi wabah baru di daerah tersebut.

BACA JUGA:Miris! 2 Tahun Jadi Pelampiasan Nafsu Ayah Tiri Gegara Ditinggal Istri Jadi TKW ke Hong Kong

Sumber: the straits times