Durian Low

Durian Low

Dahlan Iskan bersama Datuk Low Tuck Kwong Pemilik Bayan Resource Group.--

INI dia, orang yang kekayaannya, hanya dalam dua tahun terakhir, naik sekitar Rp 30 triliun. Uang beneran. Resmi. Bayar pajak semestinya. Bukan hasil sembunyi-sembunyi.

Dan ia orang Indonesia. Hatinya  baik, kerja keras, dermawan, memperhatikan lingkungan dan penampilannya sederhana.

Krisis selalu menghasilkan orang kaya baru –meski juga membuat banyak orang menderita.

Krisis energi dunia, dua tahun terakhir, berkah besar baginya: Datuk Low Tuck Kwong. Ia pemilik Bayan Resource Group. Salah satu usaha tambang batu bara terbesar di Indonesia –meski baru separo ukuran Adaronya Boy Thohir dan KPC-nya Aburizal Bakrie.

Bayan Resource sudah lama masuk Bursa Efek Indonesia: 2008. Ia perusahaan publik. Angka-angka kinerjanya bisa dibaca oleh umum. Termasuk keuangannya. Kode pasar modalnya: BYAN.

Belakangan ini harga saham BYAN melejit cepat seperti roket. Menjadi 54.000/lembar –saat saya menulis artikel ini.

Bandingkan dengan dua tahun lalu yang masih Rp 14.000/lembar. Pun lima bulan lalu. Saat memasuki tahun baru. Harga saham BYAN masih Rp 27.000/lembar. Berarti dalam lima bulan terakhir naik dua kali lipat.

Maka bila Anda membeli saham BYAN lima bulan lalu, hasilnya lebih besar dari usaha apa pun di Indonesia. Termasuk dibanding dengan bila Anda menempatkan uang di pinjol sekalipun. Yang tidak masuk akal itu. Yang membuat ribuan orang kehilangan investasinya itu.

Beda keduanya memang hanya dikit, beda satu huruf. Di BYAN uang Anda berlipat. Di pinjol uang Anda terlipat.

Saya tidak ahli saham. Juga tidak punya saham di mana pun di perusahaan publik. Tidak pula pernah tertarik pada pinjol. Saya orang kuno. Investasi selalu di dunia nyata.

"Bodoh sekali," ujar teman saya yang cepat kaya. Saya memang sudah tua. Sudah ketinggalan zaman.

Mungkin juga karena saya pernah punya pengalaman pahit: habis uang di pasar modal. Duluuuuu. Sudah lama sekali. Saya sudah lupa tahunnya. Di bidang investasi ternyata saya tergolong orang yang  sulit move on.

Bayan Group kini memiliki 12 tambang. Di Kutai Kartanegara saja. Belum di Kutai Timur. Belum juga yang di Kalsel.

Itu tidak sepenuhnya seperti durian runtuh. Sebagian berkat kesabaran Datuk Low sendiri. Yang tetap bertahan di bisnis itu di saat harga batu bara sangat rendah. Selama lebih 10 tahun.

Di saat sulit itu begitu banyak pengusaha yang menjual tambang. Tidak kuat lagi di harga yang begitu rendah. Begitu lama. Pun Datuk Low. Sudah sangat sulit saat itu. Nyaris ambruk.

Tapi ia tahan.

Sampai akhirnya menemukan durian runtuh dua tahun lalu.

Produksinya pun bisa terus dinaikkan. Seperti hendak mengejar Adaro dan KPC.

Tahun lalu produksi batu baranya 32 juta ton. Naik terus. Dan masih akan naik terus. Tahun ini menjadi hampir 40 juta ton. Lima tahun lagi ditargetkan 60 juta ton –setara dengan Adaro atau KPC saat ini.

Apakah itu berarti harga saham BYAN akan terus naik? Saya tidak tahu. Bertanyalah ke Akagami Shanks. Yang rajin bikin komentar di Disway soal saham. Yang kurang berani tembak langsung pada GoTo –setidaknya dibanding Agustinus yang tulisannya tentang GoTo beredar sangat luas itu.

Faktor terpenting masa depan saham BYAN tentu tetap di harga. Apakah tetap selangit seperti sekarang.

Memang ajaib bin anomali. Green energi dikobarkan di seantero dunia. Batu bara dimusuhi habis-habisan: "energi kotor, bikin polusi, membuat ozon bocor". Tapi yang memakai   terus bertambah. Harga batu bara pun belum pernah sampai setinggi aras seperti sekarang.

Akibat perang di Ukraina? Pun  sejak sebelum Vladimir Putih menyerang tetangganya itu. Harga batu bara sudah naik. Lalu menjadi-jadi sampai ketika perang itu berlarut-larut.

Belum terlihat solusi cepatnya seperti apa. Perang di Ukraina pun memasuki hari ke 100, kemarin dulu. Masih lama kelihatannya.

Hubungan buruk Tiongkok-Australia juga belum terlihat cahaya terang sedikit pun. Mendung justru kian tebal ketika Tiongkok semakin menguasai diplomasi di negara-negara Pasifik Selatan –terakhir, pekan lalu, Solomon. Australia –yang berarti Amerika– kini kalah total di Pasifik Selatan –yang secara tradisional menjadi sahabatnya.

Australia begitu geram pada Tiongkok. Tiongkok membalasnya: tidak mau lagi membeli batu bara Australia yang begitu istimewa. Sudah lebih setahun perang dingin itu. Belum juga terlihat fajarnya.

Atau menunggu langkah Presiden Joe Biden saja. Yang terpaksa akan bertemu Putra Mahkota Saudi Arabia, MbS –Mohamad BIN Salman. Dalam waktu dekat. Agar Saudi mau meningkatkan produksi minyak dan gasnya.

Perbuatan yang paling ''hina'' itu pun akan dilakukan Biden –bertemu MbS yang tahun lalu ia kenakan sanksi. Biden menganggap MbS sebagai dalang pembunuhan wartawan opini Washington Post Gamal Kashogi. Di Istanbul, Turki, dua tahun lalu.

Atau tiba-tiba Putin mencium laki Presiden Ukraina Zelenskyy. Demi harga energi –termasuk batu bara. Itu juga tidak mungkin.

Green energi ternyata belum bisa berbuat banyak. Sangat memprihatinkan.

Tapi itu menyenangkan Adaro, KPC dan BYAN. Terutama pemegang saham mereka. Juga pemerintah Indonesia –yang ikut mendapat durian runtuh dari situ.

Durian runtuh memang menyenangkan –sayangnya sebagian justru menjatuhi kepala rakyat Indonesia yang lagi tidak beruntung. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Haji Aseng

mzarifin umarzain
CHAJJI DJIE TJIN SENG, semoga berchajji mabruur. barangkali juga beliau seorang WALI ALLOOH. Yg suka lamsanakan yg wajib & yg sunnah. yg suka bagi informasi yg bermanfaat juga berpahala besar. melihat dg mata Allooh, mendengar dg telinga Allooh, berkata dg mulut Allooh. bertaqwa dg benar= ikut asuransi jaminan sukses dunia aakhirot.

Achmad Karni
Yos Sutomo memang sangat terkenal di Samarinda. Kami mengagumi semangat nya luar biasa. Saat ini sdh hampir sebulan air pasang/ banjir di sekitar Kotabangun

Rully Wijayakusuma

Abah pasti tau istilah "Dialog Utara-Selatan", itu menjiplak kebiasaan orang Jawa "ngobrol ngalor ngidul"....

 

Jo Neka

Bumi cukup buat habitat miliaran manusia dan hewan tetapi tidak cukup buat 1000 manusia serakah..

 

Tuan Sumartan

Ngalor, ngidul, ngetan, ngulon.. Itu memang membingungkan Bah, bagi orang bukan Jawa, yang gampang itu Metu Kono Belok Kiri Lurus Wae...

 

Jo Neka

Hari ini disway menjelang sempurna.Sudah hampir seperti dulu.Yg kurang saat kirim komen kembali ke awal komentar.Dan ini yg menyedihkan.Banyak teman yg mulai menghilang entah diam2 membaca entah pergi tak tahu rimba..

 

Giyanto Cecep

saya baru tahu ternyata nama Senyiur itu nama sebuah sungai. Kalau saya ke Balikpapan selalu menginap di Hotel Gran Senyiur karena dibayari kantor. Anda belum tahu. Saya suka sekali dengan menu sarapan dan rasa masakannya. Pernah istri saya ajak ke Balikpapan dan menginap di Hotel Grand Senyiur hanya untuk meniru rasa masakan sarapannya. Tetapi ternyata gagal, masakan sarapan istri dirumah masih beli di pinggir jalan. Dengan masifnya penggalian tepatnya penambangan batu bara di Kalimantan, apakah mungkin pulau terbesar di NKRI ini akan lenyap?. bisa jadi. Saya belum tahu juga.

 

edi hartono

Saya pernah di Kalimantan, bertemu orang kalimantan, sebagian suku Dayak, sebagian suku Banjar. Banyak juga teman aseng dari suku Tionghoa dan banyak lagi yg dari Jawa. Semua pekerja. Si aseng, teman saya, agak melamun bilang, nanti kalau batubara kalimantan habis maka kalimantan akan ditinggalkan banyak orang, dan hutan kalimantan rusak, dan tanahnya berlubang2, bekas tambang yg tdk diperbaiki. Yg dari Dayak pun menjawab. Dia percaya bahwa nama kalimantan itu artinya adalah kali intan. Dia percaya harta kalimantan, sesudah batubara adalah intan atau biasa disebut permata atau berlian. Saya tdk tau itu ramalan, atau kepercayaan, atau kiasan, atau dongeng yg diciptakan untuk menenangkan hati sebagian orang. Teman yg Jawa mengartikan lain lagi. Kalimantan artinya adalah kalinya sang mantan. Mereka berkali2 pacaran disana, namun tdk lanjut. Dan yg akan mereka ingat dari pulau itu ada mantan2 mereka yg tdk sampai ke pelaminan. Kalau yg ini memang sak-enake dewe mengartikannya, wkwk

 

Muin TV

Baru sama pengusaha batu bara Abah Dis ngaku kalah uang. Kalau sama pembaca disway bolehlah sombong dikit, orang tua itu biasanya lebih banyak tabungannya. Wkwkwk.... 

 

Heiruddin Arafah

Luar biasa memang bumi Kalimantan. Luar biasa kayanya. Nda ada habis2nya itu sumber daya. Habis kayu, muncul batubara. Entah apa lagi yang muncul jika lapisan batubara habis. Apa muncul emas batu keras alias berlian. Sekedar informasi, katanya di sekitaran sungai mahakam dan anak anak sungainya. Ada sekitar 200 sampai 300 jetty batu bara. Sungguh patut di syukuri, bumi iji banyak melahirkan orang super kaya di singapura, malaysia dan jakarta. Setelah melihat peta sunga, memang luar biasa aliran sungai mahakam kalau ditelusuri sampai ke hulu masing2 anak sungainya.

 

herry isnurdono

Djie Tjie Seng alias Aseng, ini baru kontraktor batu bara, duitnya lebih banyak dari Abah DI. Belum pemilik tambang batu bara, seperti Boy Thohir, Lord Luhut, Aburizal Bakrie dll. Duitnya pasti lebih banyak lagi. Aseng teman Abah DI, haji dan banyak bangun masjid di tengah hutan dan tambang batu bara. Ibadahnya pun rata2 diatas Abah DI, yg sholat Dhuhanya pak DI, dilakukan 2 th. yang lalu. Jadi yang teriak2 Aseng2, ngakunya pemegang kunci surga.........perlu dikenalkan Abah DI kepada sahabatnya yang bernama Djie Tjie Seng........... 

 

Akagami Shanks

IHSG di tutup menguat (+045%) pada awal bulan juni 2022. Mengutip RTI Business, hal ini di karenakan investor asing tercatat melakukan net buy (All-Market), sejumlah 316 B. Adapun pada sektor energy, beberapa saham juga tercatat mengalami kenaikan. Untuk memudahkan mengetahui berapa persen angka kenaikannya tanpa perlu melihat berita. Terutama bagi investor angkatan coronial yang tradingnya masih menggunakan hp seperti saya. Bisa segera mendownload aplikasi google finance pada playstore. Selanjutnya masukan saja rumus di bawah ini: =googlefinance(concat("idx:";A2);"changepct"). Pada kolom A2, masukan kode saham yang ingin anda amati perubahannya. Jika ingin melihat harga, ganti changepct dengan price. Jika ingin melihat perubahan dalam nilai, ganti changepct dengan change.

 

Komentator Spesialis

Saya sebenarnya sangat alergi dengan kata aseng. Tapi, kali ini tampaknya aseng yang sangat berbeda.

 

THSX STR

Salam semuanya... Kalau Disway sudah di Kalimantan, tolong diangkat juga cerita Yayasan Kalaweit, Orang asli Perancis bernama Chanee yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kelestarian sebagian kecil hutan di Kalimantan. 

 

bagus aryo sutikno

Boss Dahlan, saya numpang tanya Sungai Mahakam kok airnya ndak pernah habis, dari mana datangnya..? Apa didatangkan dari Tiongkok..?

 

Yea A-ina

Bukan mau titip salam ke Ji Seng, mau titip nanya saja. Spek kerjaan kontraktor penambangan BB seperti blio apa termasuk paket rekondisi lahan pasca penambangankah? Ini pertanyaan orang awam, terkait tambang BB. Saya pikir, kekuatan uang BB dengan harga jual yang sedang meroket, hal rekondisi mantan lahan penambangannya, hanya pakai ongkos seuprit saja. Tapi entahlah di realisasinya. Awam seperti kami, dan gak ada kesempatan jalan-jalan seperti Abah Dis. Hanya tahu kalau mantan tambang banyak "ditelantarkan". Tahunya setelah lihat dokumenter sexy killer, menjelang pilpres kemarin itu.

 

Jimmy Marta

Apresiasi tuk tim it disway. Kerja keras nya mulai menampakkan hasil. No name sudah tidak ada. Login lancar jaya. Tinggal satu masukan, setelah klik send auto balik ke atas. Kalau iklan bisa maklum. Yg saya gk tahu, apa iklan yg nutup full layar itu, yg gerak auto keatas dan diklik gerak pelan kebawah, itu domainnya gugel atau yg punya web..?

 

Er Gham

Tinggalnya di Singapura, lengkap dengan keluarganya. Sesekali ke Jakarta. Sekalian mampir ke kantor pusat nya di bilangan segitiga emas Jakarta. Tambang emas hitamnya sih di Kalimantan sana. Lengkap dengan lubang lubang besar hitam yang menganga. Konsekuensi pembangunan katanya. Demi kemajuan bersama. Hanya, rekening utama disimpan di Singapura. Saldo di bank lokal hanya sekedarnya. Rehabilitasi lahan jangan lupa ya. Jangan buat neraka di sini, surga di sana. 

 

Johan

Selama orang Kalimantan masih ikhlas dikeruk kekayaan alamnya tanpa timbal balik yang sepadan. Pengusaha dan pemerintah akan dengan ikhlas juga melanjutkan semua yang sudah terjadi. Daerah yang masih kuat tradisi adatnya memiliki kelemahan. Kalau tokoh masyarakat dan petinggi adat setempat bisa diajak kompromi, semua urusan akan beres tanpa perlu khawatir akan ada protes dari masyarakat.

 

Jokosp Sp

Cerita ini cerita dari sisi daratan dan airnya. Betapa luar biasanya sepanjang Sungai Mahakam di kanan kirinya menghasilkan Batu Bara. Rata2 tidak jauh jalan haulingnya dari sungai, sehingga sangat efisien ( murah ) cost hauling coalnya untuk sampai batu bara dari mining ke port. Puluhan tambang berada di sekitar Sungai Mahakam dari Samarinda - Kotabangun, sampai ujung Melak. Saya sering perjalanan Balikpapan - Samarinda -Melak yg lumayan memanaskan pantat dan pinggang krn 7 jam perjalanan darat. Dari Kotabangun naik ke hulu masih 4 jam. Namun jika Abah jalan pakai Heli atau pesawat kecil akan terlihat miris. Betapa ganas tambang batu bara telah meninggalkan lubang besar dan memanjang dg sisi dispostal yg seringnya tidak ditanami ulang ( reboisasi ) dg baik. Lihat juga air Sungai Mahakamnya, coklat keruh dan ada proses pendangkalan. Ikan juga sulit hidup karena air tambang masuk ke sungai jadi asam. Masih ada lanjutannya kah Abah cerita di dalam tambangnya?. Pengalaman hampir 30 thn di tambang sangat membanggakan sekaligus miris melihat hasil akhirnya. 18 site sudah kami kunjungi dari Kal Sel, Kal Tim, Kal Teng dan Sumatera. Dan jadi sesuatu di 3 site, pernah kerja di logistik dan ngurusin sub contraktornya. Warbiasyahhhhhhh. 

 

Yea A-ina

BUMN tak perlu malu, karena 8 dari 15 sponsor gp "pawang" Mandalika, tempo hari TELAH disponsorinya. Formula e memang porsi sponsor 22 swasta dan 7 korporasi asing. Saya cuma berharap, semoga keuangan BUMN saat ini baik-baik saja, pasca pandemi dan melambatnya ekonomi, tapi terlanjur punya pinjaman menumpuk. 

 

Johan

Begitu banyak lubang besar bekas tambang yang di terlantarkan. Saya berprasangka baik saja. Kelak lubang-lubang tersebut akan dijadikan danau. Danau buatan tersebut disulap menjadi objek wisata, tentu lengkap dengan wahana permainan mengayuh bebek keliling danau. Saya ikut bahagia untuk masyarakat yang akan menikmati semua ini di kelak hari.

 

Iwang Wahyu Prasetyo

Masih ada emas cair (minyak). Di wilayah IUP Adaro, berhimpitan dengan IUP Pertamina EP. Pertamina EP untuk sementara tidak menambang minyak dulu, memberikan kesempatan kepada Adaro untuk menggali batubaranya dulu.

 

Liam Then

Amin, Bang Er, semoga nanti tambah murah. Dan orang RI mampu produksi sendiri panelnya. Teknologi baterai sudah cukup bagus. Di Australia sudah ada perusahaan listrik pasang sistem baterai raksasa untuk menampung listrik tenaga surya yang di dapat di siang hari. Untuk dipakai di malam hari. Bisa jadi di Australia masih ada subsidi pemerintah. Tapi tak lama lagi , teknologi baterai akan makin maju. Karena sudah ada tanda-tanda. Pergeseran industri kendaraan memakai motor listrik. Drone terbang penumpang bertenaga listrik. Karena itu teknologi baterai otomatis akan semakin cepat berkembang. PLN juga saya harap ada antisipasi. Nanti pasti ada kebijakan pemerintah ,tentang integrasi energi listrik hasil panel mandiri rakyat ke sistem grid listrik PLN. Jika di pikirkan sekarang, nanti jika terjadi, PLN bisa cari cara dapat untung. Selama ini PLN sangat susah. Karena biaya produksi listrik yang mahal dan harga jual per/kwh yang di tentukan pemerintah. Panel surya bisa jadi jalan keluar PLN agar benar-benar sesuai namanya : Perusahaan Listrik Negara . Perusahaan harus untung. Kalo rugi trus itu Lembaga Amal namanya.

 

Liam Then

Pak DI apakah survey lokasi? Bikin tambang batubara atau kebun sawit? Semoga sukses. Kalo sudah cuan banyak, bantu adek-adek di ITS teliti buat cara produksi panel surya Pak. Ini calon biang kerok kebocoran devisa di masa depan. Melihat perkembangan nya. 10-20 tahun ke depan , teknologi baterai akan makin maju, kapasitas semakin besar dan tahan lama menyimpan energi. Perkembangan ini pasti di ikuti dengan trend panel tenaga surya. Panel tenaga surya bisa jadi kunci nya bagi PLN supaya bisa untung. Harus gerak sekarang. Jangan sampai nanti di kuasai pengusaha lagi. Ujung-ujungnya PLN nanti gigit jari. Dari hilir sudah harus dikuasai mulai sekarang. Produksi,distribusi dan instalasi. Tenaga surya adalah energi gratis masa depan, energi yang demokratis jika di kondisikan. Terjangkau semua orang. Sebagai negara dengan populasi terbanyak ke 4 di Dunia. RI harus kuasai teknik produksi nya. Batubara tidak ramah lingkungan. Hidropower mahal di bendungan . Minyak bumi mobil motor jadi saingan. Nuklir jangan di tanya. Energi listrik dari panel surya adalah masa depan. Semoga pemerintah siap-siap mulai dari sekarang.

Tidak ada lagi ijin baru di terbitkan. Semuanya harus di kelola oleh BUMN baru namanya PT.EMBI ( Energi Mineral Bumi Indonesia) yang sahamnya dikuasai Pertamina+PLN+PT Taspen+ Aneka Tambang+Pemda. Batu bara bukan bidang yang butuh teknologi tinggi. Hanya butuh kapital tinggi. Amortisasi ijin konsesi. Pegang semua lahan konsesi baru. Kurang dana, dual listing di IDX 20 persen ,di NYSE 25 persen. Daripada ngarep pajak berapa persen aja, blom nanti ada yang laporan rugi kalo batubara jatoh harga, atau apalah alasannya. Kalau produksi sendiri ,tak laku PLN bisa beli, negara bisa jual kemana saja G to B, G to G ,B to B. Pembangkit tenaga batubara masih bejibun di dunia. Kirim nya ,kontrak PELNI. Pelni kita modalin biar bisa beli kapal gede, nanti dikasih kontrak eksklusif antar ke luar negeri. Masak dari dulu cuma nyebrang pulau aja ,gengsi. Pelni sudah maju , di dorong pesan kapal sama 3 BUMN perkapalan. 3 BUMN perkapalan di beri modal ,buat bajak karyawan tenaga design kapal grade A dari luar negeri. Baja nya harus beli sama Krakatau Steel. Barang milik sendiri, di atur sendiri, di jual sendiri, duit di atur kemana saja buat perusahaan anak negeri. Demi negeri bukan cukong, pengusaha,konglomerat. Kopi habis, tamat.

Sumber: harian disway

Komentar: 173

  • Asghar Valora Channels
    Asghar Valora Channels
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • petteng calemot
    petteng calemot
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • petteng calemot
    petteng calemot
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Liam Then
      Liam Then
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
  • Er Gham
    Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
  • M Roji
    M Roji
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Liam Then
      Liam Then
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Kang Sabarikhlas
      Kang Sabarikhlas
  • Asyrul Fikri
    Asyrul Fikri
  • praz ty
    praz ty
    • yafni alris -husin
      yafni alris -husin
  • Wahyu Wanoto
    Wahyu Wanoto
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Wahyu Wanoto
    Wahyu Wanoto
  • alam barawa
    alam barawa
  • doni wj
    doni wj
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Yea A-ina
      Yea A-ina
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Dacoll Bns
    Dacoll Bns
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Dacoll Bns
      Dacoll Bns
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Dahlan Batubara
    Dahlan Batubara
    • Dahlan Batubara
      Dahlan Batubara
    • Dahlan Batubara
      Dahlan Batubara
    • Dahlan Batubara
      Dahlan Batubara
    • Dahlan Batubara
      Dahlan Batubara
    • Dahlan Batubara
      Dahlan Batubara
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Anwarul Fajri
      Anwarul Fajri
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • doni wj
      doni wj
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Yea A-ina
    Yea A-ina
  • jafar ahmad
    jafar ahmad
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • DeniK
    DeniK
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
  • Gito Gati
    Gito Gati
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Sin Liang
    Sin Liang
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • DeniK
      DeniK
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • edi hartono
    edi hartono
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Orang jauh
    Orang jauh
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • DeniK
      DeniK
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • yafni alris -husin
      yafni alris -husin
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • ibnuhidayat setyaningrum
    ibnuhidayat setyaningrum
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Mundir Ansori Al Fauroni
    Mundir Ansori Al Fauroni
  • Fra Wijaya
    Fra Wijaya
  • Nurkholis Marwanto
    Nurkholis Marwanto
    • Nurkholis Marwanto
      Nurkholis Marwanto
  • Arala Ziko
    Arala Ziko
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Yea A-ina
    Yea A-ina
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Anwarul Fajri
      Anwarul Fajri
  • Anwarul Fajri
    Anwarul Fajri
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Yea A-ina
      Yea A-ina
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • DeniK
    DeniK
  • Muin TV
    Muin TV
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Pakdhe joyo Kertomas
    Pakdhe joyo Kertomas
  • Multi Suk
    Multi Suk
  • Zakaria Chen fu
    Zakaria Chen fu
  • alam barawa
    alam barawa
  • alam barawa
    alam barawa
  • amrul muklisin
    amrul muklisin
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • oyong mantep
      oyong mantep
    • Orang jauh
      Orang jauh
    • Orang jauh
      Orang jauh
    • Muin TV
      Muin TV
    • Setyo Hari Wibowo
      Setyo Hari Wibowo
  • Ben Real
    Ben Real
  • Just Hunt
    Just Hunt
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • oyong mantep
    oyong mantep
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • oyong mantep
    oyong mantep
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain