Bagaimana Cara Cacar Monyet Menular ke Manusia? Ilmuwan Asal Spanyol Berikan Penjelasan Ini

Bagaimana Cara Cacar Monyet Menular ke Manusia? Ilmuwan Asal Spanyol Berikan Penjelasan Ini

Virus cacar monyet (Monkeypox) jadi perhatian WHO dan kini ditetapkan sebagai darurat global--

JAKARTA, DISWAY.ID - Saat kasus cacar monyet sudah mulai terus meningkat, para peneliti belajar lebih banyak tentang bagaimana penyakit tersebut menyebar.

Menurut serangkaian studi baru, prediksi awal bahwa virus menular terutama melalui kontak kulit-ke-kulit yang berulang antara orang-orang sebagian besar telah terbukti.

“Ketika Anda menggabungkan semua penelitian ini, kami melihat bahwa presentasi klinis di mana-mana serupa – tetapi juga mengejutkan,” kata Oriol Mitjà, peneliti penyakit menular dikutip dari laman Nature, Sabtu 13 Agustus 2022.

BACA JUGA:Risiko Kematian Pasien Cacar Monyet Akibat Komplikasi, Salah Satunya Infeksi Mata

BACA JUGA:Wabah Cacar Monyet Diduga Mulai Masuk RI? Kemenkes: Jangan Terlalu Panik!

Dari studi terbaru di The Lancet1, cacar monyet menyebar dari kulit-ke-kulit karena adanya gejala dan pola penyebarannya tidak seperti yang diamati para peneliti di Afrika Barat dan Tengah.

Di sana, virus cacar monyet telah menyebabkan wabah yang terisolasi dan terus-menerus selama beberapa dekade.

Sejak awal Mei, cacar monyet telah menyebar ke lebih dari 90 negara dan menyebabkan lebih dari 32.000 infeksi, dengan hampir sepertiga kasus dilaporkan di Amerika Serikat.

Penyebaran virus yang cepat membuat Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan peringatan kesehatan masyarakat tingkat tertinggi pada 23 Juli 2022.

BACA JUGA:Serius Tangani Wabah Cacar Monyet, IDI Bentuk Satgas Khusus: Diharapkan Dapat..

Presiden AS Joe Biden mengikutinya pada 4 Agustus dengan menyatakan darurat kesehatan masyarakat AS.

Meskipun beberapa wanita dan anak-anak telah terinfeksi sejak Mei, sebagian besar kasus sejauh ini terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL), terutama mereka dengan banyak pasangan seksual atau yang melakukan hubungan seks anonim.

Virus mungkin telah memanfaatkan jaringan seksual yang padat di komunitas LSL untuk menyebar secara efisien, kata Mitjà.

Semakin banyak virus terus menyebar, semakin banyak peluang yang dimilikinya untuk menginfeksi populasi lain, termasuk hewan liar yang telah diperingatkan oleh para ilmuwan mungkin membangun reservoir virus yang dapat menginfeksi manusia berulang kali.

Sumber: