Jokowi ke Sri Mulyani: Dieman-eman APBN Kita

Jokowi ke Sri Mulyani: Dieman-eman APBN Kita

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan pada acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 29 September 2022.-Setpres/Kris -Disway.id

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian keuangan mencatat posisi utang pemerintah pada akhir Agustus 2022 sebesar Rp 7.236,61 Triliun atau naik Rp 73,3 triliun dari posisi bulan sebelumnya.

Presiden Joko Widodo berpesan pada Menteri Keuangan Sri Mulyani agar berhati-hati dalam menggunakan dana dari APBN.

Kementerian Keuangan mencatat pada Agustus 2022 utang Indonesia mencapai Rp 7.236,61 triliun, angka ini naik 73,49% dari bulan Juli 2022.

BACA JUGA:Sri Mulyani Ingatkan Banyak Manfaat G20 Bagi Indonesia

Kementerian keuangan menyebut peningkatan ini masih dalam batas aman, wajar, dan terkendali.

Sementara realisasi pembiayaan utang 3 31 Agustus 2022 mencapai Rp 331,2 triliun atau turun 40% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

"Pembiayaan utang tahun ini sampai 31 Agustus 331,2 triliun ini menurun tajam dibandingkan tahun lalu yang mencapai R[ 552,6 triliun. Turunnya itu 40,1%," terang Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Bayangkan kalau kita lihat dalam hal ini kondisi di mana sektor keuangan pasar, keuangan pasar obligasi, mengalami guncangan yang sangat besar, dan bertubi-tubi," imbuhnya.

"Maka strategi menurunkan pembiayaan utang menjadi sangat sesuai dan sangat tepat waktunya maupun dari sisi strateginya," jelas Sri Mulyani.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berperan pada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar berhati-hati dalam memanfaatkan APBN.

Sri Mulyani diminta untuk memastikan, apapun yang dibiayai APBN harus produktif.

"Selalu saya sampaikan kepada Menteri Keuangan, kalau punya uang, APBN kita dieman-eman (Disayang-sauang) itu bahasa Inggris lho," kelakar Jokowi.

Sumber: