Pekerja Seks dan Bintang Porno di Eropa 'Tobat' Massal, Ini Pemicunya

Pekerja Seks dan Bintang Porno di Eropa 'Tobat' Massal, Ini Pemicunya

Ilustrasi Konten Porno---Pixabay.com

JAKARTA, DISWAY.ID - Pekerja seks dan bintang film dewasa (Porno) di belahan bumi eropa berbondong-bondong menghentikan aktivitas pekerjaanya.  

Ya, berhentinya ratusan bahkan ribuan pekerja seks komersial tersebut, lantaran saat ini wabah sifilis dikabarkan kembali menyerang wilayah Eropa. 

Para pekerja seks di eropa mengaku takut tertular penyakit kulit tersebut, mengingat rendahnya standar keamanan di industri film porno.

BACA JUGA:Perusahaan TV Ungkap Kendala Penyaluran Set Top Box ke Masyarakat, Banyak Data Warga Miskin Tidak Sesuai

Mantan bintang film dewasa asal Inggris, Lianne Young mengatakan bahwa banyak bintang lainnya yang berhenti bekerja lantaran khawatir tertular penyakit sifilis.

"Film-film yang sudah dijadwalkan untuk syuting telah dihentikan. Para bintang [film dewasa] profesional ketakutan," ujar Young, melansir The Independent.

Young mengungkapkan, bahwa standar keamanan untuk bintang film dewasa di Inggris jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara lain di Eropa.

"Di beberapa negara lain, mereka mendapatkan screening penyakit menular seksual, termasuk sifilis, setiap 7-14 hari. Sedangkan di Inggris, screening hanya dilakukan setiap 28 hari," ungkapnya.

"Bintang porno juga manusia. Perlu ada serikat pekerja sebagai jembatan untuk terhubung dengan Kesehatan Masyarakat Inggris dan polisi," imbuhnya. 

BACA JUGA:Sofari Politik, Anies Baswedan Dijadwalkan Sowan Partai Demokrat, Sinyal AHY Jadi Cawapres Nih!

Seperti diketahui, Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Penyakit ini ditandai dengan luka pada alat kelamin, rektum, atau mulut.

Penyakit ini menular dari ke orang ke orang melalui kontak kulit atau selaput lendir.

Jika tak ditangani dengan tepat, sifilis bisa berakhir dengan rusaknya berbagai organ tubuh seperti jantung, otak, hingga mengakibatkan kematian bagi si penderita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: