Debit Air Sungai Naik, 37 Rumah Terendam 2 Jembatan dan Jalan Terputus di Bengkulu

Debit Air Sungai Naik, 37 Rumah Terendam 2 Jembatan dan Jalan Terputus di Bengkulu

Dua jembatan dan jalan putus akibat debit air sungai di Kabupaten Mukomuko naik, Kamis 17 November 2022. -Rakyatbengkulu.disway.id-

MUKOMUKO, DISWAY.ID-Puluhan rumah warga terendam diterjang arus sungai akibat hujan deras, Rabu 16 November 2022 sampai 17 November 2022. 

Tak hanya merendam sedikitnya 37 unit rumah warga, tetapi juga mengakibatkan dua jembatan dan jalan putus diterjang derasnya arus sungai.

Satu jembatan yang dibangun melalui kegiatan PNPM putus tidak bisa dilalui kendaraan bermotor, berada di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA:Lagi,132 Orang Tewas dalam Insiden Jembatan Putus di India

BACA JUGA:Air Sungai Citarum Mendadak Berwarna Merah Seperti Darah, Kondisinya Kini Memprihantinkan

Satu lagi, jembatan bailey di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Ipuh. Sedangkan rumah warga terendam banjir tersebar di 15 desa.

Adapun rinciannya, 8 rumah di Desa Marga Mulya Kecamatan Air Rami, tujuh rumah di Desa Pasar Baru Kecamatan Ipuh, empat rumah di Desa Sido Makmur Kecamatan Air Manjuto.

Serta masing-masing tiga rumah di Kecamatan Ipuh, yaitu di Desa Pulau Makmur, Desa Air Buluh dan Desa Tanjung Harapan.

Lalu dua rumah di Desa Tanjung Medan Kecamatam Ipuh.

BACA JUGA:Potensi Banjir Mengintai, Berikut Langkah-langkah untuk Meminimalkan Kerugian

Masing-masing 1 rumah dilaporkan terendam dengan kondisi ketinggian air lebih kurang 1 meter berada di Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh, Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto, Desa Semundam Kecamatan Ipuh, Desa Dusun Pulau Kecamatan Air Rami, Desa Kota Praja Kecamatan Air Manjunto, dan di Desa Nelan Indah Kecamatan Teramang Jaya.

“Kalau air yang sempat meluap ke jalan, khusus jalan lintas nasional, berada di Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh.

Kalau jalan kabupaten, di Desa Medan Jaya Kecamatan Ipuh, Desa Talang Rio Kecamatan Air Rami. Ini baru data sementara yang masuk dengan kita,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mukomuko, Ramdani, SE, M.Si. 

Banjir yang merendam puluhan rumah warga disebut Ramdani lebih banyak disebabkan karena meluapnya air dari parit.

Sumber: rakyatbengkulu.disway.id