Kiai Imam Jazuli: Jangan Ngaku Santri Jika Tak Pilih Pemimpin Indonesia dari Latar Belakang Santri
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli Lc MA-Dokumentasi Pribadi-
Demikian pula dengan Abdul Muhaimin Iskandar. Kesantriannya tidak diragukan lagi. Gelarnya adalah Panglima Santri, yang senafas dengan latar belakang pribadinya. Ia adalah cicit KH. Bisri Syansuri, pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, sekaligus Pendiri Nahdlatul Ulama.
Di Mambaul Maarif, Denanyar, inilah Muhaimin Iskandar mengenyam pendidikan kepesantrenan pertama kali. Setelah dari Denanyar, Muhaimin melanjutkan pendidikan pesantrennya di Lirboyo Kediri. Setelah itu, Muhaimin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Yogyakarta.
Pasangan AMIN (Anies-Muhaimin) tidak pelak lagi merupakan representasi santri tulen. Latar belakang pasangan capres-cawapres ini menggambarkan visi masa depan mereka. Seperti pepatah; "dari santri, oleh santri, untuk santri" atau "dari pesantren, oleh pesantren, untuk pesantren ".
Kiai Imam Jazuli juga menyampaikan sebuah pesan bahwa yang disampaikannya untuk menumbuhkan sebuah kesadaran agar para santri bersatu dan bangkit lewat Pemilu 2024 nanti.
"Saya ini bukan sedang kampanye, ini sedang menumbuhkan kesadaran pada kita kaum santri, saya bukan Jurkam, saya bukan bagian dari partai, saya bukan bagian kekuatan politik tertentu, tapi saya punya kesadaran bahwa saatnya kita kaum santri bangkit," pungkas Kiai Imam. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: