KKP Akui Belum Bisa Ungkap Sosok Pemilik Pagar Laut di Tangerang

KKP Akui Belum Bisa Ungkap Sosok Pemilik Pagar Laut di Tangerang

Sakti Wahyu Trenggono selaku Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) akui belum bisa ungkap sosok pemilik pagar laut yang membentang sepanjang 30.16 kilometer di Laut Tangerang, Banten.-candra pratama-

JAKARTA, DISWAY.ID - Sakti Wahyu Trenggono selaku Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP)  akui belum bisa ungkap sosok pemilik pagar laut yang membentang sepanjang 30.16 kilometer di Laut Tangerang, Banten.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan.

"Pertanyaan tadi hampir sama, soal bagaimana dengan siapa sebetulnya yang memasang? Jadi, sampai hari ini masih dalam proses penyidikan," kata Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2025.

BACA JUGA:Jalur Kereta Gubug-Karangjati Sudah Bisa Dilalui Kereta Api Setelah Tergerus Banjir

BACA JUGA:Tangcity Mall Gelar Acara Jelang Imlek 2025: Ada Barongsai Tonggak hingga Karakter Timi Tami & Friends in Fortune River Town

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa proses pengusutan tidak mudah lantaran keterbatasan alat pemantauan.

"Memang tuntutan dari masyarakat hari ini diusut, disegel, besok langsung ketahuan, tapi tidak mudah juga, karena kami mendapat beberapa petunjuk," terangnya.

"Tentu harus dipanggil, ditanya, apakah yang bersangkutan betul melakukan itu dan seterusnya, karena terus terang kami tidak punya alat pengawasan yang disampaikan," jelas Trenggono.

BACA JUGA:Update Prakiraan Cuaca Hari ini 24 Januari 2025, Awas Jakarta Hujan Deras!

BACA JUGA:Real Madrid Pecahkan Rekor Daftar 30 Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia, Barcelona Anjlok di Deloitte Money League 2025

Di sisi lain, dia menyebut KKP kerap berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam melakukan pengawasan, karena tugas itu bukan hanya tanggung jawab kementeriannya saja.

Meski kerap berkoordinasi, tak dipungkiri masih ada pelanggaran yang terjadi dan kejadian pagar laut pun tidak hanya terjadi di perairan Tangerang saja.

"Insyaallah ke depan kita akan selalu tingkatkan sistem atau koordinasi soal pengawasan tersebut," ucap Trenggoni

"Karena memang luas wilayah kita seluruh Indonesia dan tadi sudah saya sampaikan, kebetulan saja yg terjadi di Tangerang ini, sebetulnya kejadian seperti di Tangerang ini sebelumnya sudah banyak sekali," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads