Viral! Sering Belanja Tidak Bayar, Warga Madura Tantang Carok Warga Papua di Yogyakarta
Ilustrasi-dok Disway-
YOGYAKARTA, DISWAY.ID-- Viral di media sosial, kelompok yang mengatasnamakan Keluarga Madura Yogyakarta mengeluarkan pernyataan keberatan atas perlakuan warga Papua yang meresahkan pihaknya.
Bahkan dalam surat pernyataan yang ditujukan langsung ke Hendarno Novriansiroen, selaku Tokoh Adat Papua di Yogyakarta itu, kelompok Madura mengancam akan menantang Carok jika tidak ada Solusi.
BACA JUGA:Viral, Oknum Anggota Polsek Sumenep Kota Tantang Warga Sipil Carok Saat Lapor Kehilangan STNK
BACA JUGA:Apa Itu Carok di Madura, Tradisi yang Tewaskan Saksi Paslon di Pilkada Sampang 2024
Hal tersebut lantaran, para pemilik toko kelontong asal Madura merasa terganggu karena ada kasus oknum etnis Papua sering tidak membayar, merusak, bahkan melakukan pemukulan.
“Dengan beredarnya ribuan toko kelontong Madura di Yogyakarta sejak dulu sampai surat ini dikirim puluhan kali kasus yang dilakukan oleh etnis Papua yang ada di yogyakarta membuat kami sangat terganggu,” tulis isi surat pernyataan dari Keluarga Madura Yogyakarta yang diunggah akun X @Jogjamfs, Minggu 9 Februari 2025.
“Ambil barang tidak bayar sampai tindakan pemukulan dan perusakan tempat usaha yang sangat meresahkan toko kelontong Madura di yogyakarta, dengan situasi yang meresahkan terhadap kami sangat dibutuhkan solusi yang bergaransi dari etnis Papua di Yogyakarta sehingga kasus ini tidak terulang kembali,” lanjutnya.
BACA JUGA:Viral Saksi Pilkada di Sampang Madura Jadi Korban Aksi Carok, Diduga Motif Masalah Politik
BACA JUGA:Ngeri! Viral Dua Orang Terlibat Carok di Pinggir Jalan Gresik, Korban sampai Jatuh Tersungkur
Jika saudara tidak memberikan solusi jaminan yang bergaransi bagi kami untuk tidak melakukan lagi gangguan terhadap masyarakat Madura di yogyakarta. Maka kami menantang saudara untuk CAROK terbuka antara etnis Papua di yogyakarta dan etnis Madura di yogyakarta,” tegas isi surat tersebut.
“Silahkan saudara tentukan tempat, jam dan tanggalnya kami akan ikut ketentuan dari saudara,” tantang pihak dari Keluarga Madura Yogyakarta.
Namun begitu, Juqil Adiningrat selaku Ketua Madura Yogyakarta tetang membuat peluang adanya perdamaian dengan menjungjung tinggi semangat persatuan Bhineka Tunggal Ika agar tidak ada gesekan antar suku di Yogyakarta.
“Tapi kami sangat berharap terhadap solusi yang bergaransi terhadap kepentingan kami, dan Kami masyarakat Madura yang ada di yogyakarta sangat menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika di tanah Yogyakarta yang kita cintai ini. Kami menunggu respon dan iktikat baik suadara untuk menyikapi surat ini,” tutup surat tersebut.
Info le!
Geger geden kie pic.twitter.com/SAGYCFSEYM — BES PEMELI PRENLI (@jogjamfs) February 8, 2025
Reaksi Netizen
Atas tersebarnya surat tantangan Carok dari etnis Madura terhadap etnis Papua, netizen pun memberikan reaksi yang beragam melalui komentar masing-masing, di antaranya:
“Knp hrs carok? knp ga futsal???” ujar akun @tearsd0ntfall_
“Bentar! Itu ketua dan wakilnya sarjana hukum, mereka pengacara kah? Ajakan tawuran ditandatangani sama pengacara?” tulis akun @KenapaROY
“Sampingan, kalo pake barang ane pegang madura, kalo tangan kosong ane pegang papua. 500k nett dm,” komentar akun @nifdyy
“Minta garansi keamanan itu dari pihak berwajib atau tangkap pelakunya seret ke kantor polisi. Lah kalo lu menyebut suku dan mengeluarkan edaran yg bernada intimidatif ya mungkin saja tragedi Sampit terjadi di Papua dan sayangnya nanti yang kena tidak hanya Madura tapi all Jawa,” tutur akun @Mjuncht.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: